Terjunkan Tim Inspektorat, Pemkab Garut Gelar Sidak Dugaan Penyalahgunaan Program BPNT

ilustrasi

GARUT,(GE).- Meninjaklanjuti keluhan warga terkait program  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk keluarga miskin, Pemkab Garut menerjunkan Tim khusus Inspektorat untukk melakukan sidak. Sebelumnya dalam kasus penyaluran BPNT tersebut diduga ada keterlibatan oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil).

” Saya kira Inspektorat nanti yang akan langsung melakukan penelitian dari informasi awal itu,” ujar Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman di hadapan sejumlah awak media, Rabu (11/07/18).

Helmi menyebut, tim dari Inspektorat akan menanyakan langsung kepada penyelenggara program tersebut. Termasuk akan memintai keterangan terhadap masyarakat penerima manfaat.


Nantinya, dari hasil penelusuran itu Inspektorat akan memberikan masukan kepada pimpinan pemerintah daerah untuk menindak pihak yang terlibat dalam penyelahgunaan program tersebut.

“Kalau ada PNS yang terlibat nanti ada aturannya, makanya Inspektorat yang akan melakukan beberapa kajian dari hasil penelusuran itu,” katanya.

Dijelaskannya, jika ada pihak ketiga, yakni penyuplai barang pangan yang melakukan kesalahan, adalah kewenangannya akan diserahkan ke kepolisian.

Sementara Pemkab Garut, akan fokus pada internal pemerintah daerah dalam menyelesaikannya. “Kalau yang lainnya (penyuplai) itu wilayah hukum, sementara fokus di kita dulu, ” tukasnya.

Ditambahkannya, laporan sementara ada masyarakat yang mengeluhkan tentang program BPNT tersebut yang jumlah barangnya tidak sesuai dengan uang yang diberikan.

“Dinilai tidak sesuai barang yang didapatkan dengan jumlah uang yang seharusnya, makanya kita telusuri,” ujarnya.

Sebelumnya, program BPNT dikeluhkan warga Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Garut, karena kondisi pangannya seperti telur sudah tidak layak konsumsi dan beras kualitasnya kurang bagus.

Bahkan barang yang diterima seperti beras dan telur diperkirakan hanya sebesar Rp80 ribuan atau tidak sesuai besaran yang ditetapkan pemerintah untuk satu kepala keluarga sebesar Rp110 ribu. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI