Terjatuh Saat Berjualan Bakso Keliling, Guru Honorer Ini Tersiram Kuah Panas

GARUT, (GE).- Seolah tiada habisnya, nasib naas kerap mengakrabi guru honorer. Dengan penghasilan yang tidak seberapa dari pekerjaannya sebagai guru honorer, tak sedikit para guru honorer nyambi untuk menambah penghasilan.

Adalah Yana (35) salah seorang guru honorer di SDN Cijolang 02 Limbangan, Kabupaten Garut, selain mengajar di sakolah, untuk menopang ekonomi keluarganya, Yana harus berjualan bakso keliling dengan speda motornya.  Rutinitas berjualannya ini ia lakukan setiap hari sepluang mendidik di sekolah.

Satu saat, ketika menjajakan dagangannya Ia bernasib sial. Motor yang digunakannya untuk berdagang harus terjatuh, Sabtu (13/5/17). Pada kejadian tersbut Yana harus mengalami luka serius akibat tersiram kuah bakso yang panas.


“Mungkin saat kecelakaan saya sudah kecapean. Makanya motor saya oleng, maklum di sekolah juga sedang sibuk-sibuknya kegiatan akhir tahun pelajaran,” kata Yana.

Pascakejadian tersebut, Yana tidak segera dibawa ke rumah sakit karena takut biayanya mahal. Terlebih ia tidak memiliki asuranasi apapun, semacam BPJS kesehatan. Akhirnya, Yana hanya bisa dirawat seadanya di puskesmas setempat.

Menurut Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kecamatan Limbangan, Asep Mulyatin, karena lukanya cukup serius, Yana seharusnya dirujuk ke RSU. Namun karena keterbatasannyalah Yana enggan dibawa ke RSU.

“Ya, mungkin karena keterbatasan ekonomi dan tidak adanya jaminan asuransi akhirnya pak Yana hanya dirawat seadanya di puskesmas,” kata Asep.

Mendapat kabar ada guru honorer yang tertimpa musibah, Anggota DPR RI dari Komisi IX Partai Demokrat Hj.Siti Mufattahah, Psi., M.B.A segera mengutus pengurus Balad Siti Mufattahah (BSM) untuk menjenguk Yana yang akhirnya dirawat di RSU dr. Slamet Garut dengan bantuan rekan-rekannya.

Saat menjenguk Yana, Asep Mulyatin didampingi sesama pengurus Fagar, semisal Endang Mustofa, Yayat, serta Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum DPP Fagar Garut Cecep dan Dudi.

“Sebenarnya Ibu Hajah Siti ingin sekali menjenguk Yana, namun sayangnya beliau masih dalam perawatan dokter . Karena itu, Ibu mengutus kami menjenguk Yana,” katanya.

Menurutnya BSM adalah sebuah komunitas media sosial grup WhatsApp (WA) yang secara khusus memberikan dukungan kepada angggota DPR RI dari Komisi IX Partai Demokrat, yakni Hj. Siti Mufattahah.

Sementara itu, Yana dan keluarga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya hinga bisa di rawat di RSUD dr. Slamet Garut.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah membantu, khususnya kepada ibu Hj.Siti Mufattahah, Staf RSU dr. Slamet, pak Budi Juliardi, Pengurus BSM, pengurus FAGAR Limbangan dan Garut, SDN Cijolang 02, PGRI Limbangan dan Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Limbangan,” ungkapnya.

Yana mengungkapkan, bagaimana pahit getirnya menjadi seorang guru honorer, pagi mengajar, sore harus nyambi untuk menopang ekonomi keluarga.

“Ya, tidak ada lain memanfaatkan waktu sisa dari sekolah untuk berjualan baso keliling. Lumayan untuk menambah penghasilan keluarga. Kalau hanya berpangku tangan , dan hanya berharap kepada pemerintah entah kapan kami para honorer ini akan mendapatkan pengakuan atau bahkan kesejahteraan. Saya tidak bisa berleha-leha,  anak istri kanperlu makan.  Apalagi sampai sekarang honor dari BOS masih belum kunjung tiba, ” tuturnya,lirih, Kamis, (18/05/17). (TAF Senopati/GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI