Terjaring OTT, Wartawan Gadungan di Garut Harus “Lebaran” di Balik Jeruji Besi

GARUT (GE).- Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan jajaran Polsek Garut Kota terhadap empat orang wartawan gadungan telah memasuki babak baru. Secara meyakinkan, Polisi menetapkan dua orang tersangka dalam OTT tindakan pemerasan terhadap seorang warga Garut Kota.

“Telah kita tetapkan dua orang sebagai tersangka. Penetapan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan. Sementara dua orang lainnya mengaku tidak tahu menahu dan hanya ikut-ikutan saja,” kata Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo, kepada wartawan, Rabu (30/5/18) di Mapolsek Garut Kota.

Wartawan gadungan yang ditetapkan tersangka, kata Uus, yakni Ha (42), dan TM (25). Keduanya terbukti melakukan pemerasan terhadap Usep Sobur. Sementara dua orang lainnya hanya ditetapkan sebagai saksi.


Akibat perbuatannya tersangka, dijerat pasal 368 juncto 369 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) dengan ancaman kurungan maksimal 13 tahun. Kedua tersangka saat ini masih ditahan di Mapolsek Garut Kota untuk diperiksa lebih lanjut berikut barang bukti yang berhasil diamankan saat operasi tangkap tangan di salah satu rumah makan di Jalan Cikuray.

Diberitakan sebelumnya, Jajaran Polsek Garut Kota, mengamankan empat orang oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan. Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini dipimpin langsung Kapolsek Garut Kota, Kompol H. Uus Susilo, SE.

“Tadi empat orang oknum yang mengaku-ngaku wartawan melakukan pemerasan terhadap Usep Sobar. Tak terima jadi korban pemerasan korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Garut Kota,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, di Mapolsek Garut Kota, Kamis (24/5/18).

OTT yang dilakukan Polsek Garut Kota, kata Budi, berhasil mengamankan 4 orang pelaku pemerasan berinisial, AP (55), ADS (26), HA (42) dan TM (25). Di tempat kejadian, Polisi berhasil mengamankan barangbukti berupa uang sejumlah Rp.50.000.000,- dari tangan TM, 4 unit Hp, satu unit R4 Toyota Avanza Silver No.Z 1329 DN dan 1 Botol kecil anggur merah.

Menurut Kapolres, OTT terhadap empat orang yang mengaku-ngaku wartawan ini dulakukan sekira pukul 18.25 WIB. Pelaku ditangkap saat bertransaksi dengan korban pemerasan du rumah makan Lalsana Jalan Cikuray, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kapolres menjelaskan, kronologi kejadian bermula saat korban, Usep Sobur, memiliki anak perempuan inisial HN (15 tahun) menikah dengan WN Jepang Hitoshi Makabe 61 tahun. Korban sadar aturan Perundang-undangan di Indonesia anak di bawah umur tidak bisa menikah secara resmi. Sehingga korban berinisiatif untuk mengubah tanggal lahir anaknya (2 tahun dituakan). Sehingga Korban merubah akta lahir anak dan kmudian mengajukan Surat Nikah ke KUA Garut Kota smp Surat Nikah turun.

Setelah itu, tidak tahu informasi dari pihak mana kemdian korban didatangi oleh para pelaku yang intinya meminta sejumlah uang dengan jumlah awal Rp 200 juta. dengan alasan untuk menutup semua permasalahan terkait pemalsuan akta lahir. Korban merasa takut sehingga korban menyanggupi permintaan para pelaku dengan kesepakatan akan memberikan uang sebesar Rp 50 juta.

Saat transaksi dilakukan, jajaran Polsek Garut Kota langsung melakukan OTT terhadap empat pelaku pemerasan. Keempatnya mengaku sebagai wartawan dari media Tipikor dan Koran Sinar Pagi. Kini pelaku pemerasan dan korban sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Garut Kota. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI