Terjangan Banjir Bandang di Garut, 10 Sekolah Terendam

BANYURESMI, (GE).- Selain merendam ratusan bangunan dan mengakibatkan puluhan orang meninggal dunia, banjir Sungai Cimanuk pada Selasa malam (20/09), juga merendam 10 bangunan sekolah. Akibatnya banyak sarana sekolah yang rusak dan muridnya terpaksa diliburkan.

“Dampak dari banjir semalam mengakibatkan ada sepuluh sekolah yang terendam, sehingga banyak fasilitas sekolah yang rusak. Oleh karena itu, terpakasa murid disuruh belajar di rumah masing-masing,” ungkap Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong.

Sekolah yang terendam banjir tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni SD IT Muhammadiyah Kecamatan Tarogong Kidul, SDN 1 Sukaratu di Kecamatan Banyuresmi, SMPN 3 Kec. Tarogong Kidul, SMP dan SMA PGRI Tarogong Kidul, SMPN 2 Kec. Banyuresmi, SMPN 2 Kec. Samarang, SMPN Cisurupan 3, SMPN 5 Taogong Kidul.


Diterangkan Totong, sekolah yang mengalami musibah paling parah, yaitu SMPN 3 Tarogong Kidul yang lokasinya berdampingan dengan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU. dr. Slamet.” Tembok antara ruang IGD dengan sekolah itu jebol, sehingga 17 ruang belajar semua terendam air, bahkan ada mobil yang terbawa arus dari rumah sakit sampai halaman belakang sekolah,” paparnya, saat meninjau SMPN 2 Kec. Banyuresmi, yang hampir seluruh ruang belajarnya terendam banjir, berikut ruang perpustakaan dan ruang laboratoriumnya.

Kondisi di SMPN 2 Banyuresmi sendiri pasca bencana tersebut, kepala sekolah dan seluruh anak buahnya, tengah sibuk membersihkan seluruh ruangan. Sementara buku-buku bahan bacaan, serta dokumen penting lainnya yang terendam air dan lumpur dicoba diselamatkan, dengan cara dijemur.

Meski mengalami musibah yang cukup berat, namun Totong memastikan mulai Hari Kamis (21/09) sekolah-sekolah bersangkutan akan kembali melakukan aktifitas belajar mengajar.” Mulai besok, apapun kondisinya, semua harus belajar. Karena kan sekarang ini lagi ujian tengah semester,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya akan segera melapor ke Kadisdik dan Bupati Garut, serta ke Disdik Provinsi Jawa Barat, apabila pendataan sarana yang rusak telah selesai. Pihaknyapun masih menunggu laporan dari sekolah maupun UPTD, karena tidak menutup kemungkinan masih ada sekolah yang terkena amukan sungai terpanjang di Jawa Barat ini.(Dief)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI