Terganjal Acara Bupati di Jakarta, Pelantikan Pejabat Diundur

PEMDA (GE).- Terganjal acara Bupati di Jakarta, pelantikan sejumlah pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang sedianya akan dilakukan Jum’at (8/1/16), batal.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Garut, Asep Sulaeman, rencana pelantikan tersebut terpaksa diundur, karena pada waktu yang telah disepakati, ternyata Bupati sedang ada acara di Jakarta. Rencananya pelantikan tersebut akan dilaksanakan hari Senin (11/1/6) pagi di Pendopo Garut. “Insya Alloh akan kita acarakan Senin pagi besok, setelah apel gabungan,” kata Asep, Sabtu (9/6/16).

Asep menambahkan, jumlah pejabat yang semula akan dilantik Jum’at kemarin, berjumlah sekitar 20 orang, terdiri dari pejabat eselon III dan IV untuk jabatan Kepala Bidang, Sekretaris Kecamatan, Kepala Seksi dan Kepala Sub.Bagian. Apakah perubahan jadwal pelantikan juga akan mengubah jumlah dan komposisi pejabat yang dilantik, Asep tidak menjawab secara tegas. “Sepertinya sih tidak ada perubahan, tapi ya kita lihat gimana besok saja,” kilahnya.

Lebih lanjut Asep menjelaskan, pelantikan pejabat kali ini memang jumlahnya masih relatif sedikit, karena memang baru merupakan pengisian jabatan yang kosong. Namun demikian, rencananya pada bulan Januari ini pelantikan akan kembali dilakukan untuk eselon yang sama, termasuk diantaranya akan dilakukan pula pelantikan Kepala Sekolah SD dan SMP sebagai pelaksanaan program periodisasi jabatan Kepala sekolah.

“Walaupun sempat ada gugatan, kami tetap akan melaksanakan periodisasi jabatan kepala sekolah. Karena ini memang merupakan amanat dari peraturan,” imbuh Asep.

Dalam keterangannya, Asep juga menyebutkan, para pejabat Struktural yang akan dilantik, baik untuk yang hari Senin ini maupun yang akan datang adalah mereka yang telah mengikuti assesment yang dilaksanakan oleh BKD sejak awal tahun lalu. Namun demikian tidak semua pejabat yang telah mengikuti assesment langsung diangkat menjadi pejabat struktural pada angkatan yang sekarang ini.

“Mereka ini kita siapkan untuk menduduki jabatan sesuai dengan kompetensinya ketika ada kesempatan. Dan sebenarnya tidak semua daerah melakukan assesment untuk jabatan eselon III dan IV, di daerah lain rata rata hanya melakukan assesment untuk jabatan eselon IIa dan IIb saja. Kita melaksanakan ini agar hasilnya lebih baik,” pungkas Asep. (Slamet Timur).***