Terdampak Musim Kemarau, Warga Kertajaya Rela Antri Berjam-jam untuk Mendapatkan Air Bersih

Warga di kawasan Kampung Babakan Panjang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, berdesakan antri untuk mendapatkan air bersih dari tangki air bantuan Polres Garut, Selasa (07/08/2018)/ foto: Andri/GE.***

GARUT, (GE).- Akibat terdampak musim kemarau, beberapa wilayah di Kabupaten Garut mulai mulai suli mendapatkan air bersih. Salah satu wilayah yang kini merasakan sulitnya mendapat air bersih di anatarnya di kawasan Kampung Babakan Panjang, Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Silitnya mendapatkan air bersih membuat warga di akwasan tersebut rela ngantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan seember air. Hal tersebut dilakukan warga di Kampung Kertajaya saat mendapatkan distribusi bantuan air bersih dari pihak Polres Garut, Selasa (07/08/2018).

Wanah (70) salah seorang warga setempat mengaku berjam-jam lamanya ngantri untuk memperoleh air bersih yang dibagikan melalui tangki air bantuan Polres Garut.


“Alhamdulillah, ada juga bantuan air. Kita sudah beberap minggu di sini memang sangat membutuhkan air bersih, karena selama kemarau susah air,” tutur wanita renta ini, usai mengantri untuk mendapatkan air bersih, Selasa (07/08/2018).

Sementara itu Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan inisiatif pihaknya (Polres) untuk membantu warga yang kesulitan air bersih akibat kemarau. ” Saya prihatin dengan kondisi seperti ini (kekurangan air bersih/red.) makanya saya distribusikan air,” tandasnya.

Dikatakannya, pihaknya berencana membagikan air ke daerah yang dilaporkan warga kesulitan mendapatkan air bersih. Diharapkannya, bantuan air bersih tersebut dapat mengurangi beban hidup warga di daerah rawan air.

“Bakti sosial Polres ini rutinitas kita untuk membantu meringankan beban hidup masyarakat,” ujar Budi.

Menurut Camat Cibatu, Sardiman Tanjung, memang selama musim kemarau Desa Kertajaya merupakan salah satu desa di Cibatu yang rawan kekeringan. Setiap memasuki kemarau, kawasan tersebut selalu kekurangan air dan sudah dilaporkan ke Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera menanggulangi kasus rawan air bersih.

” Sudah komunikasi ke BPBD, solusinya instan saja dengan mendistribusikan air, seperti ada kegiatan sosial seperti ini,” tukasnya. (Andri)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI