Terdampak Kemarau, Harga Sejumlah Komoditas Sayuran di Pasar Guntur Naik

ilustrasi

GARUT,(GE).- Sejumalah komoditas sayuran terpantau mengalami kenaikan. Naiknya harga sayuran ini ditenggarai dampak dari musim kemarau.Di sisi lain, kenaikan harga sayuran ini menjadikan berkah tersendiri bagi petani.

Dudi (38), salah seorang petani sayuran di kawasan Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut mengaku musim kemarau tahun ini memang berdampak kurang baik bagi tanamannya karena minimnya pasokan air. Namun kenaikan harga sayuran bsa sedikit mengobati.

“Memang pasokan air yanng minim mengganggu tanaman sayuran. Namun kerugian akibat berkurangnya produksi hasil pertanian bisa sedikit terobati dengan naiknya harga sejumlah komoditas sayuran,” ujar Dudi, Rabu (13/9/2017).


Dijelaskannya, komoditas sayuran yang kini harganya mengalami kenaikan diantaranya cabe gepeng, cabe kriting, dan cabe rawit merah.

Diharapkannya, musim kemarau segera berakhir dan berganti dengan musim hujan. Bagaimana pun juga kalau lahan pertanian terus dilanda kekeringan seperti sekarang ini.

“Saat ini kerugian masih sedikit tertolong dengan naiknya harga sejumlah komoditas sayuran. Namun jika kemarau berlangsung lama, kami pun pasti tak akan bisa bertahan. Semoga musim hujan segera tiba,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasubag UPTD Pasar Guntur, Ciawitali, Yayat, mengatakan, selain cabe gepeng, cabe kriting, dan cabe rawit merah, jengkol harga juga naik .

“Sedangkan jengkol, untuk jengkol basah hanya mengalami kenaikan Rp 1 ribu dimana sebelumnya Rp 17 ribu kini menjadi Rp 18 ribu per kg. Sementara jengkol kering dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilo,” jelasnya.

Ditambahkannya, meski harga sejumlah komodoti sayuran mengalami kenaikan akan tetapi untuk ketersediaan stoknya sendiri saat ini masih terbilang aman. Selain itu, mayoritas komoditi sayuran di Pasar Guntur Ciawitali merupakan produk lokal.

“Namun sejumlah kebutuhan pokok lainnya di musim kemarau ini juga ada yang mengalami penurunan seperti harga ikan basah dan daging ayam. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI