Terdampak Kekeringan, Warga Kertajaya Terpaksa Gunakan Air Kotor

Enok (45), salah seorang warga Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, terpaksa menggunakan air sumur yang kotor untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Selasa (19/9/17)/ foto: Andri/GE.

GARUT, (GE).- Hingga pertengahan bulan September 2017, hujan tak kunjung turun. Akibat kemarau ini, sejumlah wilayah di kabupaten Garut mulai terdampak. Bahkan di beberapa wilayah, warga mulai kesulitan air bersih dan terpaksa harus menggunakan air sumur yang kotor untuk kepentingan MCK (Mandi Cuci Kakus).

Selain air yang kotor, keberadaan ir sumur ini juga sangat terbatas sehingga warga cukup kesulitan untuk mendapatkannnya. Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, adalah salah satu wilayah di Kabupaten Garut yang dalam dua bulan terakhir ini merasakan kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

“Ya sangat sulit, ada juga air sumur sangat sedikit, dalam, kotor dan keruh. Mau bagaimana lagi, bingung. Kalau mau mandi biasa ke sunga Cimanuk saja, yang juga kotor airnya,” keluh Enok (45) salah seorang warga Desa Kertajaya, Selasa (19/9/17)


Selain kesulitan untuk kebutuhan MCK, warga Kertajaya saat ini juga praktis tidak bisa bercocok tanam yang ideal. Warga berharap pemerintah dapat membantu kesulitan air bersih ini dengan mensuplaynya. Paling tidak untuk kebutuhan masak dan mandi.

“Tentu, kami beharap pemerintah bisa membantu memberikan supalay air bersih. Ya, setidaknya untuk kebutuhan masak dan mandi,” harapnya. (Andri)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI