Terdampak Kekeringan, Warga Garut Selatan Harus Mencari Air Berkilo-kilo Meter

Salah seorang warga di kawasan Kampung Neglasari, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, harut berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih, Senin (20/08/2018)/ foto: Siti Nurjanah/GE.***

GARUT,(GE).- Dampak kekeringan akibat kemarau panjang muali dirasakan warga di beberapa wilayah Kabupaten Garut. Salah satu wilayah yang mersakan sulitnya mendapatkan air (bersih) di anataranya di kawasan selatan Kabupaten Garut, di Kampung Neglasari, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin.

Mwnurut Kodar (40) salah seorgang warga setempat mengakui, dalam beberapa bulan terkahir air bersih merupakan barang langka, bahkan mahal. Untuk mendapatkan air bersih warga sekitar harus rela berjalan berkilo-kilo meter. Menurutnya, kelangkaan air bersih ini memang sudah puluhan tahun setiap memasuki musim kemarau sulit didapatkan, khususnya warga di Kampung NeglasariSelama ini.

” Ya, warga di sini (Kampung Neglasari/red.) mau tidak mau harus rela berjalan sejauh 1 sampai 2 kilo meter untuk mendapatkan air bersih. Untuk satu jerigen air ini harus ditebus dengan keringat bahkan uang,” ungkapnya, Senin (20/08/2018).


Diakuinya, selama musim kemaru tahun ini (2018) sama sekali tida ada distribusi air ke rumah warga. Kesulitan mendapatkan air bersih yang dialami warga Neglasari ini sudah berlangsung puluhan tahun setiap memasuki musim kemarau.

Taerkait kesulitan mendapatkan air bersih ini, warga di Kampung Neglasari berharap mendapatkan solusi (bantuan) dari pemerintah (Pemkab Garut).

” Jika musim kemarau air di sini jadi sulit sekali. Kami berharap pemerintah kabupaten (Garut)bisa memberikan solusi terhadap maslah kebutuhan air yang dihadapi oleh warga Neglasari,” harapnya. (Siti)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI