Terdampak Gempa, Longsoran Tebing di Kawasan Pamulihan Menimbun Rumah Warga

GARUT, (GE).- Gempa bumi berkekuatan 5,4 SR yang berpusat di Kabupaten Tasikmalaya getarannya terasa hingga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bahkan, gempa yang berlangsung dalam hitungan detik tersebut berdampak pada longsornya tebing setinggi 20 meter di Kampung Tangsi, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Senin (24/4/17).

Menurut Kepala Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Rina Achlan, akibat longsoran terbing ini saluran air sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro  (PLTMH) tertimbun material longsor.

“Ya, akibat gempa malam tadi malam mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor. Akibat longsor ini saluran air PLTHMP tertimbun,” katanya.


Dijelaskannya, saat ini saluran air itu tengah disurvey tim dari Kementrian Energi dan Dumberdaya Mineral (ESDM) dibantu penduduk dan perangkat  desa setempat.

“Timbunan longsor juga mengenai pemukiman warga di Kampung Kombonga, jaraknya beberapa kilo meter dari Desa Pakenjeng ke arah Curug Sanghiang Taraje. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata Rina.

Selain longsor, kata Rina, akibat dampak gempa ini,  rumah salah seorang warganya roboh. Satu unit rumah panggung milik janda renta bernama Mak Idar ini dinding dan atapnya ambruk.

“Satu unit rumah yang roboh milik Mak Idar terdampak gempa. Ia merupakan  janda tua yang sedang mengalami sakit stroke. Beruntung tidak mengakibatkan korban jiwa. Pagi tadi masyarakat sudah kerja bakti membereskan rumah Mak Idar dan tebing yang longsor,” katanya.

Rina menyebutkan, Mak Idar merupakan warga tak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan untuk membangun kembali rumahnya. (TAF Senopati/GE) ***

Editor: SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI