Terdampak Banjir, Benteng Kampus II STIE Yasa Anggana Kembali Ambruk

Benteng Kampus STIE Yasa Anggana ambruk, akibat luapan banjir, Senin (5/6/17). Gambar diambil pascabanjir, Selasa (6/6/17)/ foto: Dokumen Urip Sudiana.

GARUT, (GE).- Hujan deras saat malam hari di kawasan Kecamatan Tarogong dan sekitarnya ternyata berdampak serius di sejumlah lokasi, Senin (6/6/17). Selain merendam pesantren Persis  99 di Rancabango, Kampus II STIE Yasa Anggana yang berlokasi di kawasan Jalan Pembanguan, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut juga terdampak derasnya air bah tersebut.

Menurut Urip Sudiana, salah seorang dosen di kampus tersebut, dampak dari banjir tersebut berakibat pada robohnya benteng kampus setinggi dua meter. Padahal benteng kampus STIE Kampus II ini baru saja dibangun beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya benteng kampus ini juga ambruk akibat dampak banjir Cimanuk beberapa waktu yang lalu.

Salah satu ruang kelas di Kampus II STIE Yasa Anggana, tampak berantakan dipenuhi material banjir, Selasa (6/6/17).

“Ya, padahal benteng  ini (Kamus II STIE Yasa Anggana/red.) baru beberapa bulan yang lalu setelah sebelumnya juga ambruk pada peristiwan yang bersamaan dengan banjir bandang Cimanuk,” katanya.


Menurut Urip, akibat ambruknya benteng kampus ini untuk sementara kegiatan perkuliahan di STIE Yasa Anggana Kampus II diliburkan.  “Ya, kompleks kampus kan kotor dengan material banjir. Pihak kampus untuk sementara meliburkan perkuliahan. Ini kan harus dibereskan dan dibersihkan dulu,” ungkapnya, Selasa (6/6/17).

Suasa di kompleks Kampus II STIE Yasa Anggana, saat air bah menerjang kampus setelah benteng kampus jebol, Senin (6/6/17).

Akibat banjir ini juga sejumlah wilayah turut terdampak banjir. Salah satu wilayah yang parah tergenang banjir terparah ini diantaranya perumahan Rama Cipta, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dari laporan sementara, dua rumah dikabarkan mengalami kerusakan di lokasi tersebut.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Herman, mengatakan warga di Perumahan Rama Cipta sebagian bisa dievakuasi. Sedangkan sebagian lagi bertahan di lantai dua rumah.

“Sudah dievaluasi untuk di Ramaa Cipta.  Yang ada lantai dua sudah kami suruh ke atas karena arus sangat deras,” ujar Herman di lokasi kejadian, Selasa (6/6/2017).

Selain di Rama Cipta, banjir juga menerjang Perumahan Cijati Asri 2 yang berdekatan. Aparat terpaksa menutup Jalan Gordah karena arus air yang deras.

“Jalan ini (Gordah/red.) tak bisa dilalui sementara. Di Cijati ada 90 rumah yang terendam,” tukasnya. (ER)***

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI