Terciduk Setelah Buron Beberapa Hari, Pelaku Pembacokan di Desa Pasanggrahan Ternyata Masih Kerabat Korban

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, saat ekspose kasus pembunuhan di Maplres Garut, Selasa (21/08/2018)/ foto: Andri/GE.***

GARUT, (GE).- Beberapa hari yang lalu insiden brutal tepat di kantor desa sempat mengagetkan warga di kawasan Desa Paqsanggrahan, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Dalam perisitiwa itu salah seorang aparatur desa setempat mendadak disereng seseorang dengan menggunakan kapak, Sabtu (11/08/2018). Akibat insiden ini, korban yang diketahui bernama Mustofa (54) terkapar bersimbah darah dengan luka cukup serius di bagian kepalanya.

Pascainsiden itu, korban sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Namun akibat luka yang dideritanya parah, korban akhirnya meninggal dunia pada hari Senin (13/08/2018).

Belakangan diketahui, pemicu aksi brutal itu hanya gara-gara soal spele. Pelaku, Yusuf Kurnia alias Yosef (34) yang ternyata salah seorang kerabat korban tidak terima diperlakukan kasar oleh korban. Akibat persoalan itulah terjadi insiden pembacokan hingga berujung maut.


Demikian diungkapkan Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, dihadapan sejumlah awak media dalam ekspose di halaman Mapolres Garut, Selasa (21/08/2018).

Menurut Kapolres Garut, pelaku sendiri sempat buron beberapa hari, dan baru bisa ditangkap pada Senin (20/08/2018) di salah satu tempat persembunyiannya di perbukitan kawasan Sukawening, Garut.

Selain mengamankan pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa sebilah kapak yang telah digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

“Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 338 Tentang Penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun,” ujar Kapolres. (Andri)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI