Tercemar Limbah Restoran, Warga Mengadu ke Komisi B

DEWAN,(GE).-Sudah tidak tahan lagi dengan pencemaran limbah restoran di kampung tempat tinggalnya, warga RW 05 RT 06, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler mengadu ke Komisi B DPRD Garut. Warga mengadukan ganti rugi disebabkan pencemaran limbah rumah makan, di lingkungan setempat, Rabu,(19/11/2015).

Dihadapan Ketua Komisi B DPRD Garut, Dudeh Ruhiyat yang didampingi dua anggota DRPD Garut, Deden Sofyan dan Irwandani, salah seorang warga perwakilah dari RW 05 RT 06/, Agus, menegaskan ada 4 rumah makan di tempat tinggalnya yang mengakibatkan limbah masuk ke pemukiman warga dan kolam tercemar. Empat rumah makan itu adalah RM Cibiuk, RM Astro, RM Racik Desa dan RM Asep Strobey.

“Diduga keempat rumah makan tersebut tidak memiliki perizinan secara lengkap seperti UPL termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan membuang limbah sembarangan. Sehingga mengakibatkan ikan di kolam banyak yang mati dan beberapa warga terkena penyakit gatal-gatal. Bahkan hal ini sebelumnya sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Garut,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan dan tuntutan warga tersebut, Ketua Komisi B DPRD Garut, Dudeh Ruhiyat, M.Pd turut mempertanyakan sikap Dinas Lingkungan Hidup Garut yang hadir dalam pertemuan tersebut karena dinilai tidak terbuka dalam menyampaikaninformasi.

”Terbuka dan bebas, jangan ada yang ditutupi,sebutkan saja. Apakah limbah tersebut sudah masuk ambang batas? bagaimana hasil uji lab yang telah dilakukan selama ini. Segera selesaikan jangan ada warga yang dirugikan,” kritik Dudeh dihadapan Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Aji Sukarmadi, M.Si dan jajarannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Garut, Ajdi Sukarmadji, dalam tanggapannya mengatakan, sudah dicek dan sampel air limbah sudah dilakukan melalui uji lab internal dan sudah disampaikan ke lab Provinsi Jawa Barat.

“Pihaknya secara resmi belum bisa mengumumkan hasil lab tersebut karena harus menunggu hasil lab Provinsi. Namun demikian, hasil uji lab internal memang telah masuk ambang batas. Pada intinya rumah makan tersebut harus memiliki pengelolaan air limbah. Tinggal kesiapan dari para pengusahanya,” imbuhnya.(Syamsul)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN