Terbukti Melakukan Aksi Penipuan CPNS, Pasutri Ini Divonis 15 Tahun Penjara

Prosesi persidangan kasus penipuan CPNS di Pengadilan Negri Garut, Kamis (12/10/17)/ foto: Fauzani/GE.***

GARUT, (GE).- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Garut menjatuhkan vonis hukuman penjara selama 15 tahun kepada pasutri Maman Suryaman (56) dan Heti Hernawati (57). Keduanya telah terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasutri ini terbukti, dan melanggar Pasal 3 UU No. 8 Tahun 2010 Tentang TPPU.

Ketua Majelis Hakim, Endratno Rajamai didampingi dua hakim anggota memulai jalannya sidang sekira pukul 14.30 WIB di ruangan persidangan utama Garuda, Pengadilan Negeri Garut, Kamis (11/10/17).

“Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama-sama,  tindak pidana pencucian uang. Dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa satu dan terdakwa dua dengan pidana penjara masing-masing selama 15 tahun,” ungkap Ketua Majelis Hakim Endratno Rajamai.


Usai persidangan, Ketua Majleis Hakim sekaligus Humas PN Garut mengungkapkan, kedua terdakwa hadir tanpa didampingi oleh kuasa hukum yang sedang berhalangan hadir. Karena itu, majelis memberikan waktu bagi keduanya untuk berkonsultasi kepada kuasa hukum selama tujuh hari kedepan. Setelah dijatuhi vonis, keduanya tampak tegar dan menerima putusan majelis tersebut.

Bahkan kedua pelaku setelah divonis 15 tahun penjara, keduanya juga dituntut untuk membayar denda sebesar masing-masing Rp 500 juta. “Apabila tidak mampu mengembalikan, maka diganti dengan hukuman enam bulan kurungan,” tandasnya.

Akibat perbuatan keduanya, total kerugian mencapai lebih dari Rp 10 miliar. Bahkan sejumlah aset seperti belasan mobil dan sejumlah rumah serta tanah pun turut disita, dan akan dikembalikan kepada para korban melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU). (Fauziani)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI