Terancam Punah, Elang Alap Alap Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Kamojang

PROSESI Pelepasan Elang Alap alap hasil sitaan dari warga. Elang yang hampir punah ini dilepasliarkan ke alam bebas di kawasan Kamojang, Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jumat (29/07/2016)/foto: Slamet 'GE'.

SAMARANG, (GE).- Sebagai salah satu upaya menjaga kelestarian elang yang kini sudah masuk jenis hewan langka dan dilindungi. Pihak pengelola Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK), Jumat (29/7/2016) kembali melepasliarkan seekor elang ke alam bebas. Elang tersebut sebelumnya merupakan hasil sitaan dari warga.

Menurut Pengelola PKEK, Zaini Rakhman, pihaknya menerima elang jenis alap-alap tersebut beberapa bulan yang lalu dari pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Elang tersebut merupakan hasil sitaan dari seorang warga karena elang termasuk jenis satwa dilindungi yang tidak boleh dipelihara.

Sebelumnya, dalam beberapa bulan ini, Zaini terus merawat dan merehabilitasi elang tersebut. Setelah kondisi kesehetan elang benar-benar baik dan sifat liarnya muncul lagi sehingga bisa mencari makan sendiri, maka elang itu pun kemudian dilepasliarkan.

Zaini menambahkan, keberadaan elang di alam sangat besar pengaruhnya terhadap keseimbangan ekosistem.

Sedangkan keberadaan PKEK, kata dia, bertujuan untuk meberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya elang yang secara alamiah berfungsi menjaga keseimbangan ekosistim.

“Selama ini masih banyak warga yang tidak mengetahui betapa pentingnya kelestarian elang terhadap kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Makanya masih banyak orang yang melakukan perburuan dan memelihara elang,” ujar Zaini.

Lebih lanjut, Zaini mengingatkan, memburu atau memelihara elang bisa berakibat hukum mengingat elang merupakan satwa langka yang dilindungi yang jumlahnya terus menurun. Hal ini juga masih belum banyak dipahami sehingga harus lebih sering dilakukan sosialisasi.

Pelepasliaran kali ini, tambah Zaini, melibatkan sejumlah elemen mahasiswa dan siswa SMA. Ini dimaksudkan sebagai media edukasi tentang ekosistem elang, agar mereka memahami dan ikut menjaga.

Selain pelepasliaran elang, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penanaman pohon secara simbolis. Sejumlah elemen ikut terlibat dalam kegiatan tersebut, antara lain manager Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, unsur Muspika Samarang, PWI Perwakilan Garut, serta unsur lainnya. (Slamet Timur). ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN