Terancam Pergerakan Tanah dan longsor, 10 Kepala Keluarga di Garut Diungsikan

GARUT, (GE).- Pergerakan tanah dan longsor di Kampung Cikatomas, Desa Mekarmulya, Kecamatan Talegong, Garut, Jawa Barat, mengancam keselamatan warga di sana. Sebanyak 10 kepala keluarga kini mulai diungsikan. Mengingat intensitas hujan masih tinggi mengancam keselamatan mereka.

“Untuk pencegahan kita ungsikan dulu sebanyak 10 kepala keluarga. Mereka ikut bersama keluarga terdekatnya,” ujar Camat Talegong, Caca Rifai, Minggu (26/11/17).

Camat menyebutkan bencana longsor dan pergerakan tanah terjadi Jumat (24/11/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi bencana berada di  wilayah RT 01 RW 03, Kampung Cikatomas, Desa Mekarmulya.


“Kejadiannya sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan mengguyur hampir seluruh kawasan Talegong,” ujar Caca.

Dikatakannya, akhir-akhir wilayahnya memang selalu diguyur hujan deras dan lama. Hal ini menimbulkan kerawanan terjadinya longsor dan pergerakan tanah mengingat kondisi tanah yang labil. Posisi rumah yang terancam berada di atas dan di bawah lokasi tanah yang bergerak.

“Ada 10 kepala keluarga yang terdiri dari 28 jiwa yang telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal yang tak diharapkan,” katanya.

Menurut Caca, warga mengkhawatirkan terjadinya longsor dan pergerakan tanah susulan. Apalagi hujan terus-terusan mengguyur kawasan tersebut setiap harinya.

Selain mengevakuasi warga yang rumahnya terancam, tambah Caca, dengan dibantu pemerintah desa dan warga setempat, Muspika juga telah melakukan langkah-langkah penanganan lainnya. Langkah yang telah dilakukan di antaranya membuang saluran air dan merencanakan pemindahan rumah yang terancam.

Saat ini, Muspika masih memantau situasi di lokasi longsor dan pergerakan tanah. Tujuannya agar tanggap darurat bisa dilakukan secepatnya jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI