Tempat Pembakaran tak Berfungsi, Sampah di Pasar Bayongbong Menumpuk

BAYONGBONG, (GE).- Sejumlah warga di sekitar Pasar Bayongbong mengeluhkan bau busuk akibat tumpukan sampah yang tak kunjung diangkut petugas. Padahal, tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak Bulan Ramadhan yang lalu.

“Ini kan bak pembakarannya tak berfungsi. Jadi sampahnya menumpuk dan bau. Seharusnya sampah ini diangkut dulu sebelum bak pembakarannya berfungsi,” kata Agus Muhroh, Warga sekitar Pasar Andir Bayongbong, Sabtu (6/8/2016).

Warga berharap pemerintah segera menugaskan pihak terkait untuk mengangkut sampah ke TPA. Pasalnya kalau terus dibiarkan akan menimbulkan bibit penyakit bagi warga sekitar.

Pegawai TKK UPTD Pasar Andir Bayongbong, Arif yang juga Ketua Himpunan Warga Pedagang Pasar (Hiwappa) setempat. Dia menegaskan, sejak berdiri tahun 1995 hingga kini belum pernah menerima bantuan untuk penanggulangan sampah. Padahal, target PAD Pasar Andir cukup besar yakni sebesar Rp 80 juta per tahun.

“Target itu selalu tercapai. Ironisnya, belum sekalipun menerima bantuan untuk penanggulangan sampah,” kata Arif.

Arif berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyimpan satu unit kendaraan pengangkut sampah di Pasar Andir Bayongbong. Dengan begitu, permasalahan sampah bisa ditanggulangi.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Andir Bayongbong pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperindag PP) Kabupaten Garut, Sadar Suganda, mengatakan akibat dari bangunan tempat membakar sampah yang sudah tidak berfungsi menjadi salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah. Selain itu, warga yang sekitar yang membuang sampah mengalami peningkatan sejak lebaran. Jadi wajar saja, jika sampah di sana menumpuk.

“Sampah jadi tidak bisa dibakar lantaran bangunannya sudah tak berfungsi. Bagian atapnya sudah rapuh dan bocor sehingga saat hujan tergenang air,” kata Sadar. (Farhan SN)***