Tembus Pasar Korea, Hasil Olahan Kelompok Wanita Tani “Sindu Basuni Abadi” Dilengkapi Berbagai Bersertifikat

GARUT, (GE).- Kelompok Wanita Tani Sindu Basuni Abadi merupakan sebeuah kelompok pengembangan ekonomi kreatif di kawasan Garsel. Kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2012 silam. Setelah sekian lamanya eksis, hingga saat ini Kelompok Wanita Tani Sindu Basuni Abadi diketuai Ny Nurmanah.

Ny. Nurmanah, mengatakan, sejak didirikan pada tahun 2012 silam sampai sekarang hanya beranggotakan 12 orang. Kelompok ibu ibu kretaif ini mengolah hasil pertanian, terutama dari palawija seperti singkong, ubi jalar, pisang, pepaya, labu dan talas.

“Dengan bahan dasar tersebut, kami membuat produk olahan berupa keripik dan manisan, keripik pun ada yang rasa pedas,manis dan asin,” katanya.


Dijelaskannya setiap harinya kelompok tani ini bisa menghasilkan 21 kg keripik siap saji. Dari bahan mentah 70 kg,keuntungannya cukup lumayan. Dari keuntungan menjual produk olahan ini sebesar 2% disishkan untuk kas kelompok.

“Untuk pemasarannya, selain di Garut, kita juga memasarkan ke luar daerah, seperti ke Bandung,Jakarta dan Bekasi. Bahkan ke luar negeri pun sudah sampai seperti ke Korea. Untuk pengiriman ke Korea hanya setahun sekali, setelah Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Nurmanah mengisahkan,pesanan dari Korea mencapai 200 kg setiap kali order. Pemasaran sampai Korea ini berawal dari seorang warga Desa Jatisari yang kebetulan bekerja di Korea.

“Ya, awalnya untuk pemasan ke Korea karena ada warga Desa Jatisari yang bekrja di sana. Dan waktu pulang membawa kripik dan manisan sebagai oleh-oleh saja. Beberapa bulan kemudian kami mendapat berita lewat surat yang intinya mohon dikirim lewat paket. Akhirnya setelah berkomunikasi kami mengirimnya dan sampai sekarang Alhamdulilah masih berjalan,hanya satu tahun sekali,” paparnya.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sindu Basuni Abadi saat ini beralamat di Kampung Cinengah, Desa Jatisari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

“Perlu diketahui, usaha kami juga telah dilengkapai legalitas berupa sertifikat Produksi Pangan Industri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dengan nomor P-IRT.No 2143205011022.Kami pun sudah beberapa kali mengikuti pelatihan baik tingkat Kabupaten maupun di tingkat Provinsi,” ungkapnya.(Iwan Setiawan).***

Editor : Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI