Tembakau Gorila Menggila, Ratusan Pecandu Direhabilitasi BNN

GARUT, (GE).- “Tembakau gorila” adalah salah satu jenis narkoba yang akhir-akhir ini menjadi salah satu kegemaran baru bagi para pecandu narkotika. Untuk mengantisipasi peredaran yang lebih luas, BNNK Garut terus meningkatkan pengawasan. Tercatat, pada tahun 2016 lalu, BNNK Garut sudah mengamankan sedikitnya tiga pengedar tembakau gorila.

Kepala BNNK Garut, Anas Saepudin, mengakui, pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait peredaran tembakau gorila di Garut.

“Peredarannya juga melalui media sosial. Sudah ada tiga orang yang ditangkap,” ujar Anas, Kamis (2/2/ 2016). Dijelaskannya, meski belum masuk pada lampiran Undang-undang narkotika, BNN Garuttetap melakukan upaya pencegahan.


“Setiap ada penangkapan kami kembangkan dan mengambil tindakan. Biar ambil pencegahan juga peredarannya. Jangan sampai bebas dijual,” ucapnya.

Setiap orang yang terlibat dalam peredaran tembakau gorila, Anas menyebut sudah didata pihaknya. Jika ada yang menjadi pemakai, bisa saja mendapat rehabilitasi.

Menurut Anas, warga Garut yang ingin direhabilitasi bisa memiliki sejumlah tempat pilihan. Di antaranya di Inaba Tasik, Inaba Garut, dan Yayasan Bunga Bangsaku.

“Yang terbaru nanti akan ada di gedung PCNU Garut untuk rehabilitasi pecandunya. Akan ada penanganan khusus yang dilakukan,” katanya.

Diungkapkannya, pendekatan secara agama, menjadi salah satu cara pengobatan pecandu narkotika. Pihaknya pun juga meminta kepada lembaga dakwah tersebut untuk menyosialisasikan pencegahan narkoba dalam setiap kegiatan.

“Upaya yang masih bisa dilakukan melalui media dakwah di majlis taklim dan pengajian-pengajian. Kami harap upaya tersebut bisa menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba,” ujarnya.

Hingga tahun 2016, tutur Anas, sudah ada ratusan pecandu yang mendapat rehabilitasi. Baik rawat jalan maupun rawat inap. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI