Targetkan Partisipasi Masyarakat 70 Persen di Pilkada 2018, KPU Garut Gencarkan Sosialisasi

SUASANA Sosialisasi pasrtisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2018 di Aula Kantor KPUD Garut, Rabu (11/04/2018)***

GARUT,(GE).- Sebagai upaya demi kelancaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Bupati dan Wakil Kabupaten Garut tahun 2018, KPU Garut tak hentinya melakukan sosialisasi. Disamping itu, KPUD Garut juga berupaya menciptakan suasana semarak dan gembira, demi terciptanya partisipasi masyarakat yang tinggi.

Ssoialisasi yang dilakukan KPU tersebut mulai dari membuka KPU Corner hingga sosialisasi melalui petugas khusus yang disebut Agen Sosialisasi (Agsos) yang tersebar di 42 Kecamatan.

Demikian diungkapkan Komisioner KPU Kabupaten Garut Divisi Teknis, SDM dan Parmas, Lia Juliasih. Menurutnya, berbagai program KPUD Garut tersebut sesuai dengan arahan dari KPU Provinsi Jawa Barat yang menargetkan partisipasi masyarakat pada Pilkada Serentak 2018 adalah 70%. Untuk mencapai targetan itu KPU Kabupaten Garut terus berupaya melakukan sosialosasi hingga tingkat bawah.


“Yang dilaksanakan KPU untuk mencapai target partisipasi masyarakat ini sudah banyak hal yang dilakukan, mulai dari sosialisasi melalui KPU Corner hingga Agsos yang ada di 42 kecamatan,” kata Lia Juliasih, saat di temui di kantor KPU Garut, Rabu (11/04/18).

Lia menjelaskan, pelaksanaan KPU Corner akan dilaksanakan di 42 kecamatan, di setiap kecamatan akan digelar di dua titik, titik pertama yaitu di dekat pusat kecamatan dan titik kedua di desa terjauh.

“KPU Corner ini sudah kita laksanakan di beberapa titik, dan kita akan terus lakukan di beberapa titik lagi,” tandasnya.

Ditambahkannya, untuk Agsos hingga saat ini para Agsos yang berjumlah 84 orang ini terus melakukan sosialisasi. “Selain PPK divisi Sosialisasi, KPU juga memiliki Agen Sosialisasi yang terus menerus mensosialisasikan ke tiap kalangan,” katanya.

Sementara itu, Agsos Kecamatan Sukaresmi, An An Aminah menyebut, hingga saat ini dirinya bersama satu rekan lainnya terus melakukan sosialisasi.

“Sosialisasi yang kita lakukan tidak lepas dari materi terkait waktu pemilihan, nama-nama calon gubenur dan wakil Gubernur serta calon bupati dan wakil bupati, syarat pemilih dan mengajak supaya datang ke TPS,” ujarnya.

An An menegaskan, sasaran sosialisasi sendiri tidak terfokus di satu sasaran saja. Banyak sasaran yang didatangi, mulai dari sekolah-sekolah, petani, pasar atau pedagang hingga ke kelompok kelompok pengajian. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI