Tangkapan Ikan Paceklik, Nelayan Rancabuaya Alih Profesi jadi Petani

CARINGIN, (GE).- Sejumlah kapal nelayan di kawasan Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, belakangan ini hanya bisa terparkir di pesisir pantai. Beberapa orang nelayan mengakui, jika tangakapan ikannya dalam beberapa bulan terakhir ini tidak seperti yang diharapkan, atau memasuki masa paceklik. Untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan keluarganya, tak  sedikit nelayan di pantai selatan Garut ini beralih profesi menjadi petani.

Gugun (40) salah seorang nelayan tradisional warga Desa Purbayani menyebutkan, sepinya tangkapan ikan ini disebabkan faktor cuaca ekstrim

“Ya, sudah beberapa bulan tangkapan ikan sangat sedikit. Salah satu faktornya cuaca ektrim, seperti gelombang tinggi. Jadi beberapa nelayan untuk sekarang ini banyak yang banting stir jadi petani,” tuturnya. Jumat (28/10/2016).


Gugun menyebutkan, sebenarnyamemasuki musim hujan ini tangkapan ikan jenis layur sedang banyak-banyaknya. Namun, dalam musim hujan ini, ikan layur sangat jarang. Ditenggarai badai dan gelombang tinggi menjadi salah satu penyebabnya.

” Biasanya, jika tidak ada gelombang tinggi, ikan layur di musim hujan itu sangat banyak. Namun saat ini sangat sedikit sekali. Jika pun kami memaksakan untuk melaut, paling banter dapat ikan 15-25 kg, itupun ikan kecil kecil. Bahkan tak jarang sama sekali tak dapat ikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Neni (32) salah seorang pedagang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) kawasan Rancabuaya juga merasakan juga masa paceklik ikan ini.

“Tahun ini, bagi nelayan di Rancabuaya merupakan musim paceklik panjang. Selain tangkapan ikan menurun drastis, pembeli ikan pun sangat sepi,” (Deni- Siti)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI