BKSDA Segera Tutup Aliran Air ke Wisata Darajat

SEJUMLAH warga saat melakukan audensi di BKSDA, Rabu (20/7/2016).*

BKSDA, (GE).- Puluhan warga beserta anggota lembaga swadaya masyarakat Gerakan Anak Sunda (GAS) Garut, Rabu (20/07/2016), mendatangi kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) seksi konservasi wilayah V Garut. Mereka menuntut agar BKSDA bersikap tegas dan segera menutup aliran air ke tempat wisata Darajat.

GAS berpandangan Wisata Darajat sudah melanggar aturan. Selain itu, wisata alam Darajat tidak memiliki izin operasional. Ada pun izin yang dikantongi sudah kadaluwarsa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut, Toni Ramdani, mengatakan, memang benar jika wisata air Darajat tidak mengantongi izin resmi. Pengelola darajat hanya mempunyi surat izin dari SDAP, dan surat izin tersebut sudah kadaluwarsa.

Menurut Toni, sekarang ini pihak SDAP sudah tidak mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan izin. Karena itu merupakan hak dan kewenangan provinsi.

Selain itu, Toni menambahkan, untuk perizinan pihak seksi konservasi wilayah V BKSDA tidak mempunyai kewenangan mengeluarkan izin. Tetapi, sebagai kepala seksi dirinya berjanji akan menutup lokasi wisata Darajat pada tanggal 27 Juli 2016 nanti.

Jika pihak pengelola tidak bisa menyelesaikan perizinan, kata Toni, minimal resi proses pembuatan surat izin, maka wisata darajat tidak akan di perbolehkan untuk dibuka. Penutupan yang akan di lakukan oleh pihak BKSDA dengan cara menutup pipa saluran air wisata darajat.

Di samping masalah perizinan, wargapun mengeluh mengenai pelebaran jalan menuju lokasi wisata darajat. Menurut Eno (60), setelah di lakukan pelebaran jalan, rumah miliknya kerap di genangi air karena saluran air menjadi sempit, akibat pelebaran jalan tersebut. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN