Tanam 10.000 Pohon di Lahan Kritis, Kades Pancasura bersama Pokmas Pensibar Gagas Penghijauan di Kawasan Garsel

KADES Pancasura bersama Muspika Kecamatan Singajaya-Banjarwangi dan sejumlah perwakilan elemen pecinta alam, foto bersama sebelum prosesi penanaman 10.000 pohon mahoni di kawasan tersebut, Ahad (02/04/2017)/ foto: dok. Saefullah.

PEMANASAN global kini bukan lagi isu, melainkan fakta  masalah lingkungan yang  terjadi. Pemanasan global menyebabkan siklus pergantian musim  menjadi sulit diprediksi. Fakta dari pemanasan global ini ditandai dengan musim kemarau yang menyebabkan kekeringan, dan curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir.

Aksi nyata yang dapat mencegah memburuknya kondisi lingkungan akibat pemanasan global adalah dengan memelihara dan menjaga lingkungan alam. Berbagai konsep pemeliharaan lingkungan dibentuk oleh organisasi internasional, juga komunitas di dalam negeri. Aksi nyata yang dapat dilakukan adalah penghijauan lingkungan, dalam ruang lingkup makro dan mikro.

Dalam skala makro, penghijauan yang dilakukan seperti pemetaan luas hutan konservasi dan konsistensi perlindungan terhadap hutan konservasi dalam satu daerah/kabupaten maupun negara. Untuk ruang lingkup skala mikro yaitu penghijauan untuk perkotaan. Masalah lingkungan seperti memburuknya kualitas udara perkotaan dan masalah air bersih disebabkan karena memburuknya kondisi daerah resapan air.


Daerah resapan air yang seharusnya menjadi zona hijau, kini berubah fungsi menjadi kawasan terbangun. Jumlah luas perubahan lahan resapan menjadi terbangun menyebabkan pemanasan kota secara terpusat yang disebut “Urban Heat Island”. Pemanasan terpusat ini meningkatkan suhu panas dalam kota, sehingga penggunaan air conditioner dalam gedung semakin bertambah.

Penghijauan lahan pegunungan adalah aksi nyata menyelamatkan kondisi lingkungan yang terus memburuk. Melalui penghijauan, masalah lingkungan seperti banjir, kesulitan air bersih, dan polusi udara frekuensi dampak lingkungannya semakin berkurang.

Penghijauan salah satu cara mudah menyelamatkan lingkungan. Mempertahankan zona hijau dengan melakukan penghijauan/gerakan hijau akan memperbaiki kualitas lingkungan dan kehidupan mahluk hidup.

Baru-baru ini intensitas hujan di kawasan Garut Selatan (Garsel) kerap membuat cemas warga, khususnya yang berdekatan dengan daerah tebing dan pegunungan yang gundul. Mereka cemas jika sesekali bencana longsor mengancam. Demikian diungkapkan Kepala Desa Pancasura, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Saefullah A. Ridho, Senin (3/4/17).

“Ya, intensitas hujan yang terjadi di Garut Selatan khususnya di beberapa  kawasan seperti Peundeuy dan Singjaya belakangan membuat warga cemas. Memang mereka pada umumnya tinggal di lereng dan bantaran Sungai Cikaengan,” ungkapnya.

Saefulloh mencontohkan, banjir bandang Cimanuk yang terjadi tahun lalu menjadi pengalaman buruk yang harus diantisipasi sejak dini.

“Musibah buruk amuk Cimanuk harus jadi pelajaran di wilayah lainnya. Potensi itu sangat berpeluang terjadi di tiga wilayah Garut Selatan pada khususnya di Peundeuy, Banjarwangi dan Singajaya, yang memang memiliki sungai dan hulu Cikuray yang kini sudah beralih fungsi dari penanaman pohon keras menjadi lahan pertanian,” jelasnya.

Dikatakannya, sebagai bentuk perhatian dan antisipasi rusaknya lingkungan lebih parah, dirinya mengagas program penghijauan bersama sejumlah elemen masyarakat.  Salah satu yang digagas Kades Saefullah di antaranya dengan membentuk Forum Komunikasi Masyarakat Peundeuy, Singajaya, dan Banjarwangi.

“Forum tersebut kami sebut ‘Pokmas Pensibar’ yang diketuai saya sendiri. Kita juga bekerja sama dengan lintas organisasi seperti ‘Lentera Hijau’, ‘Jarang Pulang’, dan ‘Laskar Indonesia’. Kami juga didukung oleh Muspika di tiga kecamatan, salah satunya Pak Heri Junaeri yang merupakan Camat Singajaya,” jelasnya.

Sementara itu, prosesi penghijauan di kawasan Singajaya ini telah dilakukan dengan melakukan penanaman 10 ribu pohon mahoni yang ditanam di kawasan Lawang Angin hingga kawasan Peundeuy, Ahad (2/4/17).

Alhamdulillah kita juga didukung semua pihak. Di antaranya dalam proses penanaman pohon ini, Pak Kapolsek Sinagjaya yang diwakili Pak Acep dan Pak Egi, juga Kapolsek Banjarwangi, Bapak Medi ikut mendukung dan bergabung melakukan penanaman 10 ribu pohon mahoni.  Alhmdulilah berjalan lancar. Pohon yang ditanam semoga bisa menjaga lingkungan dari longsor dan erosi. Dan yang paling utama kita bisa mendukung program pemerintah terkait pemanasan gelobal,” ungkapnya. (ER)***

Editor: Kang Cep

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI