Tanah Bergerak, Sejumlah Warga Mekarbakti Diungsikan

TALEGONG, (GE).- Dalam sepekan terakhir, intensitas hujan meningkat di beberapa wilayah Kabupaten Garut. Salah satunya di Kampung Pasir Geulis, RT. 01/06, Dusun Mekarbakti, Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong. Kamis (17/12) Sekitar pukul 00.00 WIB warga di kawasan ini sempat panik akibat pergerakan tanah di kampung mereka. Akibat pergerakan tanah ini sejumlah lahan pertanian serta 5 unit rumah warga rusak.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, mengatakan, pergerakan tanah ini juga mengancam sedikitnya 8 unit rumah warga. Warga yang terdampak pergerakan tanah telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

“Ya, 20 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 59 jiwa diungsikan. Soalnya rumah warga sudah terancam pergerakan tanah,” tutur Dadi, dihadapan sejumlah awak media, Jumat (18/12/2015).

Dikatakannya, selain karena curah hujan, penyebab pergerakan tanah ini juga diakibatkan gempa bumi yang sering terjadi. Kondisi wilayah Talegong yang berbukit, membuat lokasi ini rawan bencana longsor.

“Warga sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kami sudah mengimbau agar warga meningkatkan kesiapsiagaan,” tandasnya.

Dadi menambahkan, BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan kajian. Potensi bencana bisa sangat tinggi karena kondisi tanah yang labil.

“Lokasinya memang rawan bencana. Jadi harus ada penelitian biar ada rekomendasi langkah yang harus diambil selanjutnya. Kami juga terus memantau semua lokasi bencana karena semua wilayah Garut potensi bencananya menengah tinggi,” ucapnya.

Dadi juga akan mengaktifkan posko darurat. Selain itu pihaknya juga telah memasan alat pendeteksi bencana longsor dan pendeteksi tsunami. Untuk alat pendeteksi bencana longsor sebanyak dua alat telah dipasang yakni di Kecamatan Pamulihan dan Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong.

Camat Talegong, Caca Rifa’i, menuturkan selain di Dusun Mekarbakti pergerakan tanah juga terjadi di Dusun Buni Asih. Kedalaman retakan tanah di kedua dusun tersebut mencapai 20 sentimeter.

“Informasi dari relawan BPBD kedalaman retakan tanah sudah 20 sentimeter. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,” tuturnya.

Seluruh warga yang terdampak pergerakan, lanjut Caca, sudah diungsikan di rumah tetangga dan rumah kerabatnya. Pihaknyatelah meminta agar warga mengungsi jika terjadi hujan deras. Jangan sampai ada korban jiwa karena bencana tidak bisa diprediksi. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN