Tambang Pasir Ilegal Gunung Guntur Kembali Ditutup BKSDA Provinsi Jabar

TARKA, (GE).-Aksi ‘kucing-kucingan’ penutupan tambang pasir ilegal kembali terjadi di area Gunung Guntur Garut. Kali ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat memasang portal di kawasan yang berbatasan langsung dengan Gunung Guntur.

Kasi Konservasi BKSDA Wilayah V Garut, Toni Ramdani, mengatakan pihaknya memasang beberapa portal yang langsung berbatasan dengan kawasan galian pasir ilegal. Padahal lahan tersebut merupakan kawasan BKSDA yang tak boleh dipakai sebagai kawasan galian pasir.

“Ini juga sebagai tindak lanjut dari Satgas penyelematan lingkungan yang beberapa waktu lalu menertibkan. Tapi memang banyak yang kucing-kucingan melakukan penambangan,” ujar Toni di Kampung Sereuhjawa, Kelurahan Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (3/12/2015).

Pemasangan portal, lanjut Toni, sempat dilakukan di beberapa titik. Namun para penambang pasir malah membuat jalan baru untuk masuk ke dalam kawasan.

“Jadi sekarang kami memasang dua portal permanen biar tak bisa dipindahkan. Satu di Sereuhjawa, satu lagi di Cilopang. Rencananya ada delapan portal yang akan dipasang,” ucapnya.

Menurut Toni, petugas juga sering melakukan pengawasan ke lapangan. Jika petugas tak memantau, para penambang kembali melakukan aktivitas. Upaya maksimal telah dilakukan untuk mengatasi masalah galian pasir ilegal.

“Sekarang penambangnya sudah pakai alat manual. Terakhir tahun 2011 mereka pakai alat berat. Dengan dipasang portal ini jadi upaya kami menjaga kawasan,” katanya.

Pantauan di lapangan, sejumlah truk masih terlihat berada di kawasan Gunung Guntur. Namun menurut petugas, truk tersebut bukan berasal dari kawasan lahan BKSDA. (Farhan SN)***