Taman Edelweiss Pelengkap Pesona Wisata Alam Gunung Papandayan

CISURUPAN, (GE).- Bagi para pecinta wisata alam, Taman Wisata Alam Gunung Papandayan tentu tak asing lagi. Kemasyuran di lokasi ini, pengunjung bisa menikmati berbagai objek yang disediakan alam, seperti rimba, kawah, bumi perkemahan maupun panorama alam dengan udara sejuk. Di lokasi berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Garut ini, pengunjung juga bisa menikmati indahnya taman bunga Edelweis yang juga dijuluki bunga keabadian.

Bunga edelweis, merupakan jenis flora yang tak gampang ditemukan disembarang lokasi. Untuk menemukan bunga keabadian ini biasanya membutuhkan perjuangan melelahkan karena harus mendaki gunung. Namun kini wisatawan bisa melihat bunga edelweis itu tanpa perlu capai.

Objek wisata Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut kini menawarkan sensasi baru untuk melihat edelweis. Wisatawan kini bisa melihat bunga abadi itu di taman edelweis

Menurut Dirut PT Astri Indah Lestari (AIL) yang mengelola Gunung Papandayan, Tri Persada, inovasi ini sengaja dilakukan karena banyaknya keinginan wisatawan untuk melihat edelweis. Sebelumnya, para wisatawan harus mendaki ke Pondok Saladah dan Tegalalun.

“Banyak juga wisatawan yang sudah berumur ingin melihat edelweis. Tapi karena keterbatasan fisik mereka tidak mampu mendaki. Nah dengan rekayasa ini semua pengunjung, dari anak anak sampai orang tua bisa menikmati indahnya taman edelweis,” ujar Tri di Gunung Papandayan, Jumat (1/9).

Taman edelweis Gunung Papandayan, kata Tri, kini lokasinya tak jauh dari tempat parkir atau di belakang pusat informasi. Para pengunjung bisa langsung melihat keindahan edelweis tanpa harus mendaki gunung.

“Ini hanya jadi salah satu alternatif saja. Yang utama tetap di Pondok Saladah atau Tegalalun,” katanya.

Luas taman edelweis, lanjut Tri, sekitar empat hektare. Saat ini bunga tersebut masih dalam masa penanaman. Nantinya edelweis tersebut tak kalah indahnya dengan lokasi di Tegalalun.
Selain taman edelweis, pihaknya juga menyiapkan bumi perkemahan Papandayan yang bersebelahan dengan taman edelweis. Di Pondoksaladah, tutur Tri, akan dibangun menara pandang untuk bisa melihat keindahan alam Papandayan.

“Menara pandang ini bisa dipakai wisatawan untuk melihat sunrise di sini. Kami juga tengah membangun maket yang memberi informasi fasilitas di Papandayan,” ucapnya.
Tri menyebut, saat ini jumlah kunjungan ke Papandayan memang masih di bawah 1.000 orang per harinya. Namun jumlah tersebut telah mengalami peningkatan dibanding beberapa tahun lalu.

“Rata-rata saat ini jumlah wisatawan yang datang itu sebanyak 633 orang per hari. Sebelumnya yang datang paling di angka 100 orang per hari. Wisatawan mancanegara juga datang terus ke sini,” ujarnya.

Hingga kini perbaikan sejumlah fasilitas di Papandayan baru mencapai 20 persen. Ditargetkan sebelum natal dan tahun baru, jalan menuju Papandayan sudah diaspal. Perbaikan yang dilakukan pihaknya tidak akan merusak nilai konservasi.
“Kami juga menyediakan keamanan bagi wisatawan yang akan berkemah. 24 jam keamanan akan mengawasi,” katanya.(Slamet Timur).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN