Tak Tahan Belajar di Tenda Darurat, Beberapa Pelajar SMAN 30 Garut Muntah-muntah dan Pingsan

Salah seorang pelajar SMAN 30, Cihurip, Garut terpaksa dievakuasi ke ruang guru, akibat tak tahan belajar di tenda darurat, Senin (24/7/17)***

GARUT, (GE).- Sejumlah pelajar di SMAN 30 Garut, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut sudah hampir lima bulan terpaksa belajar di tenda darurat. Akibat kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tidak kondusif, sejumlah pelajar tampaknya tak tahan dengan cuaca panas, akibatnya beberapa orang pelajar mengalami muntah-muntah hingga pingsan.

Salah staf pengajar di SMAN 30, Deni, menyebutkan sedikitnya ada lima orang anak didiknya yang pingsan akibat tak tahan dengan cuaca panas, karena harus belajar dalam tenda darurat. Menurutnya, kelima orang pelajar yang tak takah dengan kondisi panas tersbeut diantaranya siswa kelasĀ  X dan XI. Para siswa tiba-tiba muntah-muntah kemudian pingsan sekira pukul 13.30 WIB.

Seorang pelajar SMAN 30 Garut muntah-muntah dan pingsan, akibat tak tahan panas terik matahari, saat belajar di tenda darurat, Senin, (24/7/17)***

“Ya, mungkin tak tahan dengan cuaca panas, Apalagi anak anak harus belajar di tenda darurat, ” kata Deni, Senin (24/7/2017).


Kondisi keterbatasan belajar ini dikeluhkan para guru dan anak didiknya. Para guru khawatir dengan kesehatan para pelajar jika terus terusan harus belajar di tenda darurat.

“Sekarang KBM kan jam 14.45. Saat siang tentu kondisi tenda sangat panas dan cukup mengganggu belajar anak anak (siswa/red.),” katanya.

Diharapkannya, perbaikan ruang kelas di SMAN 30 Garut segera dilakukan. Sepekan memasuki tahun ajaran baru, bangunan ruang kelas yang ambruk beberapa waktu yang lalu, hingga saat ini belum kunjung diperbaiki.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, sebelumnya telah berjanji akan segera membangun kelas di SMAN 30 Garut. Bahkan pihaknya mengaku sudah menyiapkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK).

Menurutnya dana pembangunan sudah dialokasikan dan tinggal menunggu pencairannya saja. Rencananya pada bulan ini (Juli 2017) akan ada pencairan tahap awal sebesar 40 persen. Dijelaskannya, nantinya bangunan akan dilakukan rehab terlebih dahulu karena dianggap darurat. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI