Tak Bisa Melaut, Nelayan Pantai Selatan Garut Berharap Dibantu Pemerintah

ilustrasi.net

GARUT, (GE).- Akibat tidak bisa melaut dalam beberapa hari, sejumlah nelayan di Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut mengaku alami kerugian hingga seratusan juta rupiah.

“Pastinya rugi tidak bisa melaut selama gelombang di laut berbahaya,” kata Ketua Rukun Nelayan Rancabuaya, Garut, Asep Hidayat melalui telepon seluler, Selasa (31/07/2018).

Selain nelayan di Pantai Rancabuaya, sejumlah nelayan di sepanjang pesisir pantai selatan Garut juga tidak dapat melaut karena khawatir gelombang tinggi yang terjadi sejak 19 hingga 28 Juli 2018.


Dikatakannya, gelombang tinggi laut pantai selatan sangat berbahaya dan mengancam keselamatan jiwa nelayan apabila memaksakan diri melaut untuk menangkap ikan.

“Selama larangan itu nelayan berdiam diri saja, tidak punya penghasilan,” keluhnya.

Diungkapkannya, selama tidak melaut para nelayan di Rancabuaya mengalami kerugian materi cukup besar. Jika dikalkulasikan satu perahu paling sedikit mendapatkan keuntungan sebesar Rp500 ribu dalam sekali melaut, sementara jumlah perahu di Rancabuaya sebanyak 175 unit.

“Jika dirata-ratakan dapat Rp500 ribu untuk satu kali melaut, kalikan dengan 175 perahu nelayan, besar sekali kerugiannya,” katanya.

Asep berharap, nelayan yang mengalami kerugian karena tidak bisa melaut itu mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Misalnya menyalurkan bantuan yang dibutuhkan sehari-hari oleh masyarakat nelayan.

“Harapan kami dapat bantuan, mudah-mudahan saja, karena petugas dari dinas sudah melihat kondisi di lapangan,” tukasnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI