Tak Ada Penjaga Keamanan, Kericuhan Terjadi di Cabor Sepak Bola Porkab

GARUT, (GE).- Aksi kekerasan kembali terjadi, mewarnai potret buram dunia olahraga di tanah air. Kericuhan kali ini terjadi saat digelar pertandingan cabang olahraga (cabor) sepak bola di ajang Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) 2016 .

Kericuhan terjadi saat Kesebelasan Kecamatan Tarogong Kidul berhadapan dengan Kecamatan Samarang, di Stadion Rancabango, Selasa (13/12/2016) pagi.

Kronologis kericuhan bermula ketika salah seorang pemain Kecamatan Tarogong Kaler, Aditya Ramdani, memprotes wasit yang menganulir gol yang dicetaknya. Wasit beralasan menganulir gol tersebut karena sebelumnya salah seorang pemain telah berdiri offside. Saat kejadian tersebut, pemain lawan malah mengejek Aditya hingga terjadi ketegangan di tengah lapangan.


“Awalnya pas gol kami dianulir wasit, mereka (pemain tim samarang) malah ‘ngaléléwé (mengejek/red.) kami. Kemudian saya coba peringati dengan memegang pundaknya, namun salah satu pemain malah pura-pura terjatuh. Setelah itu puluhan supporter dari Tim Porkab Samarang berlarian ke tengah lapangan, dan memukul saya dan beberapa pemain lainnya, ” ungkap Aditya, kepada ‘Tim GE’, Selasa (13/12/2016).

Sementara itu manajer Kecamatan Tarogong Kaler untuk cabor sepak bola, Wardi, membenarkan bahwa telah terjadi pemukulan terhadap anak asuhnya.

“Ya, memang tadi ketika kericuhan sempat terjadi pemukulan terhadap beberapa pemain kami oleh pihak lawanm” tegasnya.

Ia juga menambahkan, tidak adanya pihak keamanan menjadi salah satu penyebab keributan tersebut bisa terjadi. ” Sangat disayangkan karena sejak awal pertandingan berlangsung tidak ada pihak keamanan yang berjaga. Namanya sepak bola benturan di lapangan yang memicu ketegangan akan selalu ada,” sesalnya. (Aden)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI