Gedung Perpustakaan Umum Semakin Nyaman

Yth. Redaksi Garut Express

Saya merupakan pengunjung perpustakaan umum yang berada di Jalan RSU dr. Slamet, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Pasca adanya bencana banjir yang melanda Kota Garut, perpustakaan umum sempat vakum karena terkena banjir tersebut. Kini perpustakaan tersebut telah direnovasi dan diresmikan pada hari Jumat, 21 April 2017.

Saya ingin berterima kasih kepada Pemerintah Daerah atas direnovasinya perpustakaan umum daerah Garut. Karena kini perpustakaan telah memiliki ruangan yang lebih luas daripada sebelumnya. Desain ruangan nya tertata rapi dan ada kolam ikan di lantai satu yang dapat membuat pengunjung merasa nyaman. Ditambah dengan fasilitas-fasilitas bertambah yang dapat menunjang kebutuhan para pengunjung.

Kini perpustakaan umum telah berbasis teknologi informasi. Selain disediakannya layanan internet gratis. Kini pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan pun dilakukan dengan cara digital yang lebih memudahkan pengunjung mendaftarkan diri sebagai anggota tetap perpustakaan. Untuk isi buku yang ada di perpustakaan pun telah bertambah lengkap, sehingga pengunjung bebas dan tidak sulit untuk mencari buku yang mereka inginkan.

Saya berharap dengan direnovasinya perpustakaan umum ini, dapat lebih menarik pengunjung untuk datang ke perpustakaan. Dan sekali lagi, saya berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah mewujudkan perpustakaan yang layak dan memberikan tunjangan bagi kebutuhan masyarakat. Secara tidak langsung, Pemerintah Daerah telah membangkitkan budaya membaca untuk masyarakat Garut. Semoga kedepannya, dengan adanya perpustakaan ini masyarakat Garut dapat dengan mudah mencari buku, dan mengambil ilmunya yang dapat mejadi sebuah poin untuk kemajuan Negara, khususnya kemajuan Kota Garut.

Rahmi Nurlatifah
Jln. Dayeuhandap No. 99, RT/RW 05/01
Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut
44112

Pengamen di Angkutan Umum

Yth. Redaksi Garut Express

Assalamuallaikum Wr. Wb.

Dengan Surat Pembaca ini, saya ingin mengeluhkan mengenai pengamen yang sering saya jumpai di setiap angkutan umum, Kabupaten Garut. Terkadang saya merasa tidak nyaman ketika para pengamen itu datang secara bergantian.

Mereka terlihat masih muda dan mampu untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Tak habis pikir, apakah mereka malas untuk mencari pekerjaan atau sulitnya mendapatkan pekerjaan yang layak, sehingga mereka memilih pekerjaan yang seperti itu. Terkadang pula saya merasa iba ketika melihat pengamen yang masih kecil, mencari uang dengan bernyanyi  di setiap angkutan umum, bahkan ada yang sampai meminta-minta.

Seharusnya, Satpol PP lebih aktif dalam membersihkan daerah yang banyak pengamen jalanan yang berkeliaran. Memang tidak semua pengamen mengganggu para penumpang, akan tetapi alangkah lebih baiknya jika para pengamen itu di beri arahan agar termotivasi supaya mendapat pekerjaan yang layak.

Harapan saya, agar pemerintah daerah dapat menindaklanjuti masalah ini, dan lebih memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Serta memberikan arahan dan bantuan kepada para pengamen, agar kota Garut menjadi kota yang aman, nyaman, dan sejahtera.

Wassalamuallaikum Wr.Wb.

Siti Rohmah
Jalan Adung Blk No 11
Tarogong Kidul
Kabupaten Garut

Sebanyak1300 dari 3000 Lebih Kendaraan Angkutan Umum Habis Masa Izin Operasionalnya

GARUT, (GE).- Sebanyak 1300 dari 3000 lebih kendaraan angkutan umum (angkum), ternyata telah habis masa izin operasionalnya. Sesuai perda, jenis angkum dimaksud meliputi

angkutan perkotaan (angkot), amperkot dan angkutan pedesaan (angdes). Sementara itu,yang sudah memiliki izin operasional sebanyak 1928.

Menurut Kabid Angkutan Dinas Pehubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Deni Desta, produk perizinan yang dikeluarkan oleh bidang angkutan Dishub Garut untuk angkutan umum tersebut berupa Surat Izin Perusahaan Angkutan Sipa nonretribusi. Ini harus dimiliki oleh pengusaha angkutan umum dan angkutan barang. Sedangkan, untukizin rekomendasi trayek termasuk pengawasan kewenangannya, selain merupakan kewenangan Dishub, juga Dinas Perizinan dan Penanaman Modal.

Adapun tarif  yang diberlakukan untuk angkutan umum sesuai seat atau tempat duduk, di kisaran antara Rp 125 juta hingga Rp 250 juta untuk masa izin selama 5 tahun.
Deni juga menyorti soal ketidakseimbangan kuota kendaraan di setiap daerah. Di satu sisi sebagian trayek angkutan sudah terisi penuh, tetapi pada sisi lain masih banyak kuota trayek  yang belum terisi. Karena itu, menurut Deni, hal tersebut perlu disosialisasikan kembali kepada masyarakat.

“Perlu adanya evaluasi terhadap Perbup terkait kuota trayek tersebut, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara pengusaha angkutan umum. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS