Hujatan dan Teriakan Warga Warnai Proses Rekonstruksi Kasus Suami Gilas Istrinya

GARUT, (GE).- Ketika proses rekonstruksi berlangsung, Dede, ibu korban dari Dewi Supartini (almarhumah) korban pembuhunan tampak syok. Ibu paruh baya ini tampak histeris saat menyaksikan adegan reka ulang yang dilakukan Iwan (tersangka). Rekonstruksi ini berlangsung di Kampung Cilincing, Kecamatan Karangpawitam, Kabupatem Garut, Rabu (24/5/17).

“Sepertinya Ia (ibu korban) syok dan marah menyaksikan anaknya dilakukan seperti itu,” ujar Suherman, paman korban yang juga menyaksikan jalannya rekontruksi.

Saat petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Garut menggelendang tersangka Iwan, sekira pukul 10.00 WIB, sontak saja teriakan dan hujatan terdengar riuh rendah.

“Boa edan, tega-teganya membunuh istri sendiri !” ujar salah seorang warga, seraya meneriaki tersangka.

Tersangka sendiri tampak mengenakan seragam khas tahanan, serta mendapatkan pengawalan ketat petugas sepanjang perjalanan menuju lokasi pertama yang dilakukan di rumah tersangka.

Sementara itu, Dede, ibu korban terlihat berteriak dan nangis histeris, saat pertama kali tersangka dipersilahkan masuk oleh petugas polisi pendamping rekontruksi.

Mungkin tak tahan melihat beberapa adegan reka ulang,  akhirnya ia tersungkur  seraya meratapi almarhum anaknya.  “ Dewi… Dewi… Dewiiii !” teriaknya. (Andriawan)****

Editor: Kang Cep.

 

Soal Ekonomi dan Cemburu Buta, Penabrak Istri Sendiri Ini Diancam 15 Tahun Penjara

GARUT, (GE).- IS (35) yang telah ditetapkan sebagi terangka tunggal dalam kasus penabrakan truk kepada istrinya sendiri, terancam diganjar penjara 15 tahun. Ditenggarai, faktor ekonomi dan cemburu buta membuat IS nekat menganiaya istrinya sendiri.

Menurut Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut, Aiptu Julius, setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Desa Cimurah. Dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan sejumlah bukti baru.

“Ya, awalnya pelaku tak mengaku menabrak korban. Setelah didesak, akhirnya pelaku mengakui sudah menabrak korban,” kata Julius, kepada sejulah awak media, Kamis (4/5/2017).

Dijelaskannya, hasil olah TKP mengungkap, korban sempat terseret sejauh 15 meter. Sebelum menaiki truk, korban dan pelaku juga sempat bertengkar kembali. Pelaku pun menampar korban sebanyak tiga kali.

“Akibat perbuatannya, pelaku (IS/red.) terancam kena pasal 44 ayat 1 dan junto pasal 351 ayat 3 yang mengakibatkan korban meninggal dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.