Pacu Motor Ninja dengan Kecepatan Tinggi, Pemuda Ini Hantam Truk Hingga Tewas

GARUT, (GE).- Kecelakaan lalulintas (lakalantas) kembali terjadi di Garut hingga merenggut korban jiwa. Lakalantas yang melibatkan dua unit motor dan satu truk ini berlangsung sekira pukul 17.30 WIB di kawasan Jalan raya Garut-Bandung, tepatnya di betulan Kampung Cimaragas, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (3/9/17).

Menurut aparat kepolisian sektor Cilawu Garut, kejadian tragis ini bermula saat speda motor Honda Beat nopol Z 4182 EP yang dikendarai oleh Taufik (18) warga Kampung Muara Hilir, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Garut yang berboncengan dengan Silvi (14) datang dari arah Garut menuju Tasikmalaya, saat melintas di jalan lurus, hendak berbelok ke kanan datang speda motor Ninja dengan Nopol Z6631DL yang dikemudikan Dedi (21) dengan kecepatan tinggi.

“Kemudian kedua motor bersenggolan, speda motor ninja oleng ke kanan dan menabrak truk double dengan nomopr polisi D9664 AD yang dikemudikan oleh Wandi Sutisna yang datang dari arah berlawanan,” ungkapnya.

Akibat lakalantas ini, Dedi (21) pengendaran speda motor ninja meninggal di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu pengendara motor honda beat hanya mengalami luka ringan. Korban yang dinyatakan meninggal di tempat tersebut teridentifikasi sebagai warga Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. (ER)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS: Dua Jasad Pegawai Kirmir Korban Arus Cimanuk Ditemukan

GARUT, (GE).- Hari ini akhirnya petugas gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Garut, Polisi dan TNI berhasil menemukan dua korban yang tenggelam di Sungai Cimanuk. Korban pertama ditemukan sekira pukul 04.30 WIB dalam kondisi sudah tak bernyawa, 1 kilometer dari lokasi saat tenggelam.

“Ya, kita temukan korban pertama atas nama Riki (19). Dia yang kemarin sempat hilang dengan satu temannya yang lain,” kata Kapolsek Garut Kota, Kompol Uus Susilo, Rabu (23/8) pagi.

Petugas gabungan bersama masyarakat mengangkat jasad korban tenggelam dari bantaran Sungai Cimanuk di kawasan Kampung Maktal, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut, Rabu (23/8/17)/ foto: Andri/GE.

Sesaat setelah ditemukan, jasad Riki langsung dievakuasi ke RSU dr. Slamet Garut. Rencananya jasad Riki akan dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung.

Sementara itu, jasad kedua korban sungai Cimanuk atas nama Fajar Hoirul (18) kembali ditemukan sekira pukul 9.00 WIB pagi, juga dalam kondisi tewas. Kedua korban tersebut diketahui merupakan buruh yang tengah mengerjakan proyek pembangunan kirmir di bantarang Sungai Cimanuk, Garut.

Alhamdulillah setelah 16 jam pencarian, kedua korban telah ditemukan. Terakhir atas nama Fajar Hoirul kita ditemukan,” ungkap Uus kepada wartawan di Jalan Rumah Sakit, Tarogong Kidul, Garut, Rabu (23/8/17) (Memphis/ Andri)***

Editor: Kang Cep.

Berlibur di Muara Cibaluk, Dua Pelajar Ini Meregang Nyawa Terseret Arus Sungai

GARUT, (GE).- Kabar duka kembali datang dari kawasan Garut selatan. Dua orang remaja Bagas Dzul Azhar (15) dan Geral (15) yang tengah beriwsata di kawasan muara Sungai Cibaluk, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut harus meregang nyawa terseret arus sungai.

Kejadian nahas yang menimpa dua remaja ini terjadi sekira pukul 31.00 WIB, Selasa (4/7/2017). Menurut keterangan Kapolsek Cibalong, AKP Supian, kedua remaja ini diduga tewas tenggelam karena tidak bisa berenang.

“Mereka kemungkinan tidaki bisa berenang, saat bermain di sungai itu,” kata AKP Supian kepada wartawan, Selasa (4/7/170.

Berdasarkan keterangan dari Rinaldi Putra (15) teman korban yang selamat, kejadian bermula saat Geral berenang di sekitar bibir sungai. Tiba-tiba Geral terbawa arus sungai.

Beberapa saat setelah kejadian, Bagas dan Geral ditemukan mengambang dan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Saat itu juga Polisi serta anggota TNI dibantu warga membawa jasad remaja tersebut ke Puskesmas Kecamatan Cibalong.

Menurut aparat setempat, kedua remaja berstatus pelajar yang meninggal dunia dalam kecelakaan ini merupakan warga Perum Bumi Asri, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut. (ER)***

Inalillahi, Siswi SDN 1 Purbayani Meninggal Saat Ngabuburit di Sungai Cihideung

GARUT, (GE).- Lisnawati (9) warga Kampung Sukalaksana, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut harus meregang nyawa saat berenang. Bocah pelajar SD ini ditemukan sudah tak bernyawa sekira pukul 16.00 WIB , mengambang di Sungai Cihideung, Sabtu (3/6/17).

Menurut beberapa teman sebayanya, Lisna (almarhumah) tenggelam saat berenang bersama kawan kawannya di Sungai Cihideung.

“Ya, kita bertiga sedang berenang di sungai sambiulk ngabuburit. Lisna, berenang terlalu ke tengah sungai yang dalam dan tenggelamlah, kami tidak bisa menolongnya. Stetelah kejadian kita laporan ke orang tua Lisna,” tutur Ramdan (9),salah seorang teman Lisna.

Sementara itu, Ahyana yang merupakan orang tua korban, anakanya diketahui pergi bersama beberapa temannya untuk ngabuburit, sekira pukul 15.00 WIB, Sabtu (3/6/17).

“Saya tidak menyangka anak saya ternyata berenang di sungai Cihideung. Setelah satu jam, kemudian datang temanya memberitahukan anak saya Lisna teleah tenggelam. Saya bersama warga langsung menuju lokasi,ternyata benar anak saya ditemukan sudah tak bernyawa di sungai Cihideng,” ungkapnya.

Lisnawati (Almarhumah) merupakan siswi SDN Purbayani 1 yang dikenal rajin dan pintar. Pascaditemukan tewas, jasad Lisna diperiksa di Puskesmas Sukarame. Usai proses pemeriksaan medis, jenazah Lisna langsung dibawa pulang pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya. (Deni Permana)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS : Tiga dari Lima Korban Tergulung Ombak Pantai Cidora Ditemukan Tewas

GARUT, (GE).- Tiga dari 5 siswa SMP Integral Hidayatullah Kota Depok, Bogor, Jawa Barat, yang kemarin dikabarkan hilang akibat tergulung ombak  di Pantai Cidora, Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, akhirnya ditemukan, Rabu (17/5/17). Korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa masing-masing diketahui berinisial Muhammad Faisal Ramadhan (16), Khalid Abdullah Hasan (16), dan Rijal Amarullah (16).

Menurut keterangan Camat Caringing, Engkos Hardy, jasad Muhammad Faisal ditemukan di dekat jembatan Kampung Pasangrahan, sekira 8 km dari tempat kejadian sekira pukul 15.35 WIB. Sedangkan jasad Khalid ditemukan warga sekira pukul 16.30 WIB Kampung Cikawung, Desa Samudra Jaya, dan jasad Rijal ditemukan di Kampung Cihideung, Desa Indralayang.

“Identitas korban diketahui karena ada pihak keluarga yang mengenalinya,” kata Engkos, Rabu (17/5/17).

Muhammad Faisal Ramadhan adalah warga Jalan Setu Baru, Perum Alam Sukmajaya A/8, RT 1 RW 1, Depok, Jawa Barat. Khalid Abdullah Hasan warga  Perum Harapan Baru, Jalan Pala, RT 3 RW 6, Bekasi, Jawa Barat. Rijal Amarullah. warga Jalan Sawah Darat No. 6, RT 7 RW 5, Katapang Cipondoh, Tangerang, Banten.

Setelah ditemukan, ketiga jasad siswa MTs Integral Hidayatullah itu langsung dievakuasi ke Puskesmas Sukarame, Kecamatan Caringin, untuk diberikan perawatan.

“Jasad para korban setelah diberikan perawatan akan kami serahkan kepada pihak keluarganya masing-masing,” kata Kepala Puskesmas Sukarame, dr. Fahrul Roji, kepada “GE”, Rabu (17/5/17).

Sebagaimana diberitakan kemarin, sedikitnya 13 orang santri MTs Hidayatullah, Kota Depok digulung ombak Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Selasa (16/5/17). Dari 13 santri tersebut, 8 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang lainnya diyatakan hilang.

Kasi Pelayanan Penyelamatan non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, menyebutkan, 23 orang rombongan santri dan satu pengasuh itu diketahui sedang berlibur di  Pantau Rancabuaya. Rombongan tiba di kawasan Pantai Rancabuaya pada Senin (15/5/17) malam.

Selasa (16/5/17) sore, sekira pukul 16.00 WIB, mereka berenang di kawasan pantai. Tiba-tiba ada ombak besar dan para santri itu terseret arus. Sebagian korban bisa diselamatkan, namun lima santri menghilang ditelan ganasnya ombak Pantai Laut Selatan. (Deni/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Diduga Mengalami Kram, Rian Ramdani Tewas Tenggelam di Cimanuk

GARUT, (GE).- Diduga akibat kakinya mengalami kram saat berenang, seorang remaja bernama Rian Ramdani (15)  tewas tenggelam di Sungai Cimanuk Desa Haurpanggung, Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, Selasa (16/5/17) sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, saat itu korban sedang berenang bersama tiga orang temannya di Sungai Cimanuk, tidak jauh dari rumahnya. Namun tiba-tiba, remaja malang itu diduga mengalami kram di bagian kaki sehingga dia tidak dapat menggerakkan kaknya. Kondisi air sungai yang cukup deras membuat Rian akhirnya tenggelam terbawa arus sungai.

“Kakinya kram jadi dia tidak bisa bergerak, beruntung tiga orang temannya bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim SAR dari BPBD dibantu warga, anggota koramil, dan kepolisian setempat langsung melakukan pencarian. Jasad Rian pun berhasil ditemukan satu jam kemudian di pinggir Sungai Cimanuk sekira 2 km dari tempat kejadian.

“Korban ditemukan di bawah Jembatan Copong, Jalan Jendral Sudirman dengan kondisi kritis,” kata Dadi.

Seketika itu juga tubuh Rian langsung dievakuasi menuju RSUD dr. Slamet Garut, untuk diberi pertolongan medis. Namun saat masih di perjalanan menuju rumah sakit, nyawa korban sudah menghilang,

Mendapati kenyataan itu, pihak keluarga korban pun akhirnya membawa kembali jasad Rian ke rumah duka di Kampung Mekarjaya RT/RW 01/16 Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Setelah 4,5 Jam Terhanyut di Sungai Cimanuk, Jasad Apip Ditemukan tak Bernyawa

GARUT, (GE).- Jasad bocah berusia 7 tahun, Apip bin Hasim, ditemukan sudah tak bernyawa, Minggu (7/5/17) sekira pukul 17.30 WIB. Bocah warga Kampung Batara RT/RW 01/07, Desa Sukarame, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu tewas setelah tenggelam dan terseret derasnya arus Sungai Cimanuk.

Menurut Kapolsek Bayongbong, AKP Bambang Supriyono, kejadian bermula ketika pada sekira pukul 13.00 WIB, korban sedang bermain di bantaran Sungai Cimanuk, tidak jauh dari rumahnya.

“Saat itu korban sedang bermain bersama dua orang temannya, Fahrul (8) dan Nazril Anggara (8). Ketika tengah asyik berjalan di bibir sungai, tiba-tiba kaki korban terpeleset. Seketika itu juga korbanpun tercebur dan terseret arus Sungai Cimanuk,” kata Bambang, Minggu (7/5/17).

Kedua teman korban yang menyaksikan kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu arus Sungai Cimanuk sangat deras dan begitu tercebur, tubuh korban langsung tenggelam. Fahrul dan Nazril pun segera memberitahukan kejadian itu kepada orang tua korban dan warga sekitar.

Mendapat laporan dari warga, Petugas Polsek Bayongbong bersama Tim SAR langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP). Bersama warga lainnya, petugas Polsek kemudian menyisir pinggiran Sungai Cimanuk dengan berjalan kaki. Sementara itu, Tim SAR berusaha mencari korban dengan menggunakan perahu karet.

Setelah sekira 4,5 jam pencarian, akhirnya tubuh korban bisa ditemukan. Korban terseret arus sejauh 8 km dari tempat kejadian, tepatnya di Kampung Salakuray, Kecamatan Cilawu. Saat ditemukan, tubuh korban sudah tak bernyawa. Jasad korban pun langsung dievakuasi ke rumah orang tuanya. Korban pun langsung dimakamkan di TPU Kampung Batara. (Hendrayana/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Mobil Pengangkut Bensin Meledak, Ali Akbar Nyaris Tewas Terbakar

GARUT, (GE).- Sopir pengendara mobil Daihatsu Luxio nopol D 8567 ED, Ali Akbar, nyaris tewas terbakar. Kejadian bermula ketika mobil yang membawa jerike bensin itu tiba-tiba meledak dan terbakar di Jalan Raya Samarang, Kampung Cilutung, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Senin (1/5/17) sekira pukul 14.17 WIB.
Beruntung, nyawa Ali bisa diselamatkan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu, langsung mengevakuasi korban yang mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangannya ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Menurut saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP), Ari Maulana (16), mobil tersebut melaju dari arah Tarogong Kidul ke arah Barat menuju Kecamatan Samarang. Saat melintas di wilayah Kampung Cilimus, seketika mobil tersebut mengeluarkan asap dan terbakar.
“Ya, mobil ini tadi sedang melaju dari arah Tarogong ke Samarang. Awalnya megeluarkan asap dulu, terus ada suara ledakan, dan api keluar dari belakang mobil,” kata Ari, Senin (1/5/17).
Ari juga menambahkan, sebelum mobil meledak dan terbakar, ia melihat pengemudi yang diketahui bernama Ali Akbar itu sedang merokok di dalam kendaraan.
“Kelihatan jelas dari luar sedang merokok, waktu udah lewat dari posisi saya, mobil itu langsung terbakar,” terang Ari.
Seketika itu pula kobaran api langsung membesar. Mobil tersebut put tidak bisa disemalatkan, langsung hangus terbakar. Beruntung, petugas damkar segera tiba di lokasi. Dibantu 3 unit mobil pemadam kebakaran, para petugas damkar dengan cepat memadamkan api sebelum merembet ke halaman rumah warga yang berada di samping mobil.
Sementara itu, aparat Polsek Tarogong Kidul yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP, dan memberi garis polisi di sekitar mobil yang terbakar. Polisi menemukan enam buah jeriken bensin yang telah meleleh di bagian belakang mobil.
“Kita temukan enam buah jeriken yang sudah meleleh di belakang mobil,” ungkap Panit Lakalantas Polsek Tarogong Kidul, Ipda Soleh, Senin (1/5/17).
Berdasarkan keterangan keluarga, kata Soleh, jeriken tersebut berisi bensin untuk dijual eceran. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Gara-gara Sebuah Layangan, Siswa MTs Ini Meregang Nyawa Tersengat Listrik

GARUT, (GE).- Ani (45) salah seorang warga Kampung, Caringin, Desa Ciburuy, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut tak hent-hentinya menangis histeris seraya memanggil nama anak sulungnya yang sudah terbujur kaku di ruang IGD Puskesmas Bayongbong, Kamis (20/4/2017).

Menangisnya Ani ini disebabkan anaknya, Reza Hidayatullah (14). Siswa kelas 2 madrasah Tsanawiyah ini meninggal dunia setelah sebelumnya tersengat aliran listrik di sebuah sawah dekat rumah korban. Ditenggarai di sawah tersebut ada kabel listrik yang terputus.

Menurut saksi mata, Uwom (40), korban terlihat berlari mengejar layangan, sesampainya di lokasi kejadian terdengar suara teriakan korban minta tolong.

“Ketika mendengar ada teriakan, saya langsung lari ke sawah, pas di lokasi ternyata sudah ada ibu korban bersama anak bungsunya yang masih bayi berusaha menolong. Untung saja sebelum Ceu Ani masuk ke sawah saya tarik,” ungkap Uwom.

Dijelaskannya, kabel yang ada dilokasi merupakan kabel rumah warga yang terputus akibat layangan. “Kabelnya itu dari rumah warga yang putus gara-gara layangan. Terus hatuh ke sawah kabelnya, setelah aliran listrik nya dimatikan baru saya ngambil reza,” katanya.

Pascakejadian korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat, namun nyawanya tidak tertolong. Kini jasad korban telah dibawa oleh pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halamannya. (Agus Muhram/GE)***

Editor : Kang Cep.

BREAKING NEWS: Diduga Jadi Korban Perampokan, Seorang Nenek Ditemukan Tak Bernyawa dengan Luka di Lehernya

GARUT, (GE).- Kembali terjadi di Garut, Eti (70) seorang  perempuan renta ditemukan sudah tak bernyawa di rumahnya. Eti yang merupakan warga Kampung Kebon Jeruk, Desa Pasar Wetan, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya dengan kondisi luka memar di bagian leher, Kamius (13/04/2017).

“Ya, korban bernama Eti berusia 70 tahun ditemukan sudah meninggal di rumahnya. Saat ditemukan jasad korban dalam kondisi terlentang di kamarnya. Korban mengalami luka memar dibagian leher,”  ungkap Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Hairullah, Kamis (13/4/2017)

Menurut Haerullah,  beberapa barang dan perhiasan milik korban yang disimpan dalam tas, hilang setelah kejadian berlangsung. Namun polisi tidak menemukan indikasi pencurian karena rumah korban dalam keadaan tertutup rapih.

“Masih dalam penyelidikan, unsur perampokan belum ditemukan karena tidak ada tanda-tanda apapun dirumah korban. Hanya saja menurut keterangan keluarga ada beberapa barang korban hilang,” katanya.

Untuk keperluan identifikasi, jasad korban dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut untuk dilakukan autopsi. Polisi sendiri hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang diduga berjumlah lebih dari satu orang. (Memphis)***

Editor: Kang Cep.