Bus Budiman Meledak Hingga Hangus Terbakar, ini Dugaan Penyebabnya

GARUT, (GE).- Penyebab ledakan hingga terbakarnya Bus Budiman di Malangbong, Garut, Jawa Barat mulai terungkap. Ledakan bermula dari mesin AC yang meledak hingga menimbulkan percikan api. Dengan cepat api menjalar dan menghanguskan semua bagian mobil.

Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di Jalan Raya Nasional Bandung-Tasik Km 72, Kampung Ciharashas RT 03 RW 03 Desa Cikarag, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Sabtu (23/9/2017) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sekertaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut, Satria Budi membenarkan pristiwa tersebut. Pihaknya menerjunkan dua unit pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.

“Kami menerjunkan dua unit damkar, dibantu dua unit damkar dari Kabupaten Tasikmalaya. Bersama aparat dan warga setempat berupaya memadamkan api yang sudah membesar membakar badan bus,” katanya.

Menurutnya, api diduga bersasal dari konsleting kabel AC. Sehingga menimbulakn percikan api dan membesar hingga membakar badan bus.

Tidak ada korban dalam pristiwa tersebut, kerugian masih dalam perhitungan. Meski sudah diketahui penyebab awal kejadian namun Polisi masih melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Bus Budiman tersebut. (Farhan SN)***

BREAKING NEWS : Mobil Pengangkut Bensin Meledak, Ali Akbar Nyaris Tewas Terbakar

GARUT, (GE).- Sopir pengendara mobil Daihatsu Luxio nopol D 8567 ED, Ali Akbar, nyaris tewas terbakar. Kejadian bermula ketika mobil yang membawa jerike bensin itu tiba-tiba meledak dan terbakar di Jalan Raya Samarang, Kampung Cilutung, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Senin (1/5/17) sekira pukul 14.17 WIB.
Beruntung, nyawa Ali bisa diselamatkan. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu, langsung mengevakuasi korban yang mengalami luka bakar di bagian punggung dan tangannya ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis.

Menurut saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP), Ari Maulana (16), mobil tersebut melaju dari arah Tarogong Kidul ke arah Barat menuju Kecamatan Samarang. Saat melintas di wilayah Kampung Cilimus, seketika mobil tersebut mengeluarkan asap dan terbakar.
“Ya, mobil ini tadi sedang melaju dari arah Tarogong ke Samarang. Awalnya megeluarkan asap dulu, terus ada suara ledakan, dan api keluar dari belakang mobil,” kata Ari, Senin (1/5/17).
Ari juga menambahkan, sebelum mobil meledak dan terbakar, ia melihat pengemudi yang diketahui bernama Ali Akbar itu sedang merokok di dalam kendaraan.
“Kelihatan jelas dari luar sedang merokok, waktu udah lewat dari posisi saya, mobil itu langsung terbakar,” terang Ari.
Seketika itu pula kobaran api langsung membesar. Mobil tersebut put tidak bisa disemalatkan, langsung hangus terbakar. Beruntung, petugas damkar segera tiba di lokasi. Dibantu 3 unit mobil pemadam kebakaran, para petugas damkar dengan cepat memadamkan api sebelum merembet ke halaman rumah warga yang berada di samping mobil.
Sementara itu, aparat Polsek Tarogong Kidul yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP, dan memberi garis polisi di sekitar mobil yang terbakar. Polisi menemukan enam buah jeriken bensin yang telah meleleh di bagian belakang mobil.
“Kita temukan enam buah jeriken yang sudah meleleh di belakang mobil,” ungkap Panit Lakalantas Polsek Tarogong Kidul, Ipda Soleh, Senin (1/5/17).
Berdasarkan keterangan keluarga, kata Soleh, jeriken tersebut berisi bensin untuk dijual eceran. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Lagi-lagi Diduga Akibat Tabung Gas Meledak. Seorang Kakek Tua Nyaris Tewas Terpanggang Api yang Membakar Rumahnya

GARUT, (GE).- Lai-lagi diduga akibat tanbung gas meledak, dua rumah warga di Kampung Cinta Asih, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ludes dilalp si jago merah, Selasa (4/4/17) pagi sekira pukul 06.00 WIB.

Menurut saksi mata di lapangan, musibah kebakaran yang menimpa rumah milik seorang kakek tua, Ahmad (68), dan Naup (50) itu, diwali sebuah ledakan diduga berasal dari dapur rumah Ahmad. Sesat kemudian, api pun langsung berkobar.

Sang pemilik rumah, Ahmad, nyaris tewas terpanggang kalau saja warga tidak segera mengevakuasinya ke tempat aman. Saat kejadian, Ahmad memang sedang tertidur pulas di kamarnya.Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, rumah dan seluruh barang berharga milik Ahmad dan Naup ludes dilumat si jago merah. Selain itu, sejumlah ayam ternak milik warga sekitar pun ikut terbakar.

“Apinya besar, saat saya liat apinya sudah membumbung ke atas, kayaknya dari gas bocor,” ungkapnya Fahrudin (54) kepada “GE” di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut  Fahrudin, tiupan angin yang cukup kencang saat itu membuat api cepat membesar dan sulit untuk dipadamkan. Api yang berasal dari rumah Ahmad kemudian merembet ke rumah milik Naup yang berada tepat di samping rumah Ahmad. Aibatnya,  kedua rumah tersebut luluh lantak.

Warga sekitar yang melihat kebakaran tersebut,  langsung beramai-ramai berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya Tidak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Kebakaran Kabupaten Garut tiba di TKP.
Dikatakan lebih jauh, sejak malam hari tiupan angin di kawasan tersebut dirasakan cukup besar. Karena itu, kobaran api agak sulit dipadamkan. Kepanikan pun sempat melanda warga sekitar. Mereka khawatir, api menjalar ke rumah warga lainnya.

Sampai sejauh ini, belum ada keterangan resmi penyebab kebakaran. Hanya saja dari suara yang terdengar sebelumm kebakaran, warga menduga penyebabnya dari ledakan tabung gas. Begitu juga, berapa jumlah kerugian materi yang diderita Ahmad dan Naup, hingga berita ini dibuat belum ada keterangan pasti dari pihak terkait. Untuk tempat tinggal sementara, Ahmad dan Naup diungsikan ke rumah tetangganya. (Sony MS/GE)***

Pabrik Kulit di Sukaregang Terbakar, Pengusaha Merugi Ratusan Juta Rupiah

GARUT, (GE).- Salah satu pabrik di sentra industri kulit Sekaregang terbakar. Pabrik kulit yang berada di Jalan Gagak Lumayung Kidul, Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut sempat membuat pegawai yang tengah bekerja panik. Berdasarkan informsi yang dihimpun Tim GE, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting arus pendek listrik pada mesin pemroses pengolahan kulit.

Mewnurut Kepala Seksi Non Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut TB Agus Sofyan, kebakaran terjadi sekira pukul 10.15 WIB. Meski membakar beberapa bagian pabrik, beruntung dalam kejadian ini tidak sampai menelan korban jiwa.

“Kurang lebih terjadi selama satu jam, kebakaran berhasil diatasi pada pukul 11.20 WIB. Para karyawan pabrik sempat berupaya memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam yang ada di pabrik,” ungkapnya. Kamis (23/2/2017).

Dikatakannya, untuk menanggulangai kebakaran ini, dua unit mobil Damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Kesigapan para karyawan pabrik dan pemdam kebakaran sangat membantu penanganan kejadian ini. Sehingga kobaran btidak meluas.

“Ya, api hanya membakar mesin dan bahan kulit yang ada di pabrik. Kondisi bangunan tidak terbakar parah karena api cepat dipadamkan,” tukasnya.

Kerugian yang ditimbulkan dalam peristiwa itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Prakiraan kerugian ini didasarkan pada mesin dan bahan kulit yang hangus terbakar. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Saat Melintas di Jalan Raya Malangbong, Bus Gapuraning Rahayu Terbakar

GARUT, (GE).- Satu unit bus antar kota terbakar saat melintas di Jalan Raya Malangbong, tepatnya di betulan Kampung Cikaraha, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sabtu (11/2/2017).

Menurut Kapolsek Malangbong, AKP Soehartono, Bus yang mengangkut sejumlah penumpang ini terbakar hebat sekira pukul 22.00 WIB. Dugaan sementara, bus Gapuraning Rahayu terbakar akibat korsleting listrik di dalam mesinnya.

“Ya, kejadiannya sekira pukul 22.00 WIB, dugaan sementara karena korsleting listrik, karena saksi mata mengatakan sebelumnya terlihat kepulasn asap dan percikan api di bagian mesin bus,” ungkapnya, saat dihubungi via telfon. Ahad (12/2/2017).

Kejadian terbakarnya bus jurusan Tasik-Bandung ini beruntung tidak sampai menelan korban jiwa, karena seluruh penumpang berhasil dievakuasi saat bus masih mengeluarkan asp.

Namun, akibat prisitiwa ini, kemacetan panjang sempat terjadi di kedua arah. Untuk meminimalisir kemacetan tottal, pihak kepolisian sempat memberlakukan sistim buka tutup selama hampir satu jam. (Hakim)***

Editor: Kang Cep.

Kantor PWI Garut Terbakar, Sejumlah Dokumen Penting Hangus

TARKI, (GE).- Kobaran api tiba-tiba membara di kantor PWI Perwakilan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan No 8, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Terbakarnya kantor PWI ini diketahui sekira pukul 04.30 WIB, Jumat (02/9/2016).

Agus Somantri (46), salah seorang anggota PWI Perwakilan Garut, mengatakan api berhasil dipadamkan sebelum sempat merembet ke sejumlah ruangan lainnya, pada pukul 05.15 WIB. Ia mengatakan kebakaran yang diduga akibat korsleting listrik.

“Sebenarnya ada seorang anggota PWI yang saat itu ada di kantor. Kejadian kebakaran ini sebenarnya tidak diketahui, karena teman kami yang ada di kantor sedang tertidur pulas,” kata Agus, Jumat (2/9/2016).

Beruntung, sejumlah warga yang hendak menunaikan ibadah Salat Subuh menyadarinya. Sebelum memasuki masjid yang berada tepat di belakang Kantor PWI, warga sempat mencium aroma benda terbakar.

“Saat itu warga belum sadar bahwa salah satu ruangan di kantor PWI terbakar. Mereka hanya mencium aroma benda terbakar,” tuturnya.

Peristiwa kebakaran pun diketahui setelah warga bubar meninggalkan masjid. Sejumlah saksi menyatakan melihat asap mengepul dari dalam kantor PWI.

“Warga lalu berdatangan dan mencoba membuka pintu kantor dan membangunkan teman kami yang masih tertidur. Ternyata benar, api telah berkobar di dalam ruangan Ketua PWI,” ungkapnya.

Ketua PWI Perwakilan Garut Aep Hendy menyebut, kobaran api dalam kebakaran itu menghanguskan sejumlah barang. Seluruh piagam, piala, pakaian seragam, lemari, hingga berkas dan dokumen penting PWI Garut hangus tak tersisa.

“Beberapa benda habis, komputer juga mengalami kerusakan,” kata Aep.

Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik kabel yang digunakan untuk komputer. “Penyebabnya kemungkinan akibat gigitan tikus yang memang ada di dalam ruangan ini. Sebenarnya semua kabel masih baru, tapi karena gigitan tikus, aliran listriknya menjadi bocor,” ucap Aep.

Kobaran api belum sempat membakar beberapa benda lain seperti kursi, gorden, dan meja. Warga yang berdatangan langsung berupaya memadamkan api.

“Kerugian materi akibat kejadian ini tidak besar. Namun yang jelas kami mengaku sangat berterimakasih kepada warga. Sebab berkat bantuan warga, kobaran api yang belum sempat membesar dan merambat ke ruangan lain berhasil dipadamkan,” tandasnya. (Tim GE)***

Rumah Seorang Janda Tua Ludes Dilalap Si Jago Merah

CISOMPET,(GE).- Ne Aah (70) warga kampung datar pasang Rt 4/01 Desa Sukanagara seorang diri tampak termenung meratapi nasibnya. Rumah miliknya ludes terbakar api pada Senin (9 Mei 2016).

Tete salah seorang putra bungsunya mengatakan, pagi-pagi Ema Aah sudah terbiasa ke rumah saya, karena cucunya sudah berangkat ke sekolah. Namun betapa kagetnya ketika kami sedang ngobrol tiba-tiba di atas rumah Ema, asap sudah mengepul dan api sangat besar. Karena sudah tidak ada orang sehingga kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan kobaran api yang begitu cepat membesar.

Kerugian di perkirakan sebesar Rp 70 juta, sebab tidak ada barang yang bisa di selamatkan “Ene oge ieu raray ka ragragan seuneu ti luhur, tadina mah bade nyandak artos sakedik dina lomari, tapi bujeng-bujeng tiasa nyandak artos margi seuneu kabujeng ageing, angoan oge mung ieu nu diango, sadayana parabotan elektronik teu aya nu kapuluk,” terang Ene Aah sambil mengusap air mata.

Sementara menurut Tete anak bungsunya,api berasal dari atas dan di perkirakan konsleting arus pendek. Pasalnya kalau api berasal dari kompor gas pasti akan meledak lebih dulu sebelum api membesar.

“Tapi api saya lihat sendiri justru dari bagian atas rumah, baru setelah bagian atas rubuh terdengar ada suara ledakan,”  ungkapnya. (Iwan Setiawan)***