BREAKING NEWS: Berenang Usai Bekerja, Dua Pekerja Kirmir Dinyatakan Hilang Terbawa Arus Sungai Cimanuk

GARUT, (GE).- Sungai Cimanuk kembali merenggut korban jiwa, sedikitnya dua orang buruh yang tengah mengerjakan proyek pembangunan kirmir di bantaran Sungai Cimanuk, Kelurahan Paminggir, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, sekira pukul 17.00 WIB dinyatakan hilang terbawa arus, Selasa (22/8/17).

Menurut aparat keamanan setempat, kedua pekerja tersebut diketahui atas nama Fajar (18) warga Kampung Cipanawar, Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung, serta Riki (19) warga Kampung Nyondol, Desa Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung.

Menurut Kapolsek Garut kota, Kompol Uus Susilo, pascakejadian pihaknya langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa beberapa saksi. Hingga, berita ini diturunkan, pukul 20.32 WIB proses pencarian kedua korban masih berlangsung.

“Dari informasi warga, dilaporkan dua orang tenggelam di Sungai Cimanuk. Korban hilang Selasa sore tadi saat berenang bersama tiga orang temannya, sampai saat ini belum ditemukan. Kita masih melakukan pencarian,” ujar Kompol Uus melalui besan broadcast, Selasa (22/8/17). (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Berlibur di Muara Cibaluk, Dua Pelajar Ini Meregang Nyawa Terseret Arus Sungai

GARUT, (GE).- Kabar duka kembali datang dari kawasan Garut selatan. Dua orang remaja Bagas Dzul Azhar (15) dan Geral (15) yang tengah beriwsata di kawasan muara Sungai Cibaluk, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut harus meregang nyawa terseret arus sungai.

Kejadian nahas yang menimpa dua remaja ini terjadi sekira pukul 31.00 WIB, Selasa (4/7/2017). Menurut keterangan Kapolsek Cibalong, AKP Supian, kedua remaja ini diduga tewas tenggelam karena tidak bisa berenang.

“Mereka kemungkinan tidaki bisa berenang, saat bermain di sungai itu,” kata AKP Supian kepada wartawan, Selasa (4/7/170.

Berdasarkan keterangan dari Rinaldi Putra (15) teman korban yang selamat, kejadian bermula saat Geral berenang di sekitar bibir sungai. Tiba-tiba Geral terbawa arus sungai.

Beberapa saat setelah kejadian, Bagas dan Geral ditemukan mengambang dan sudah dalam keadaan tak bernyawa. Saat itu juga Polisi serta anggota TNI dibantu warga membawa jasad remaja tersebut ke Puskesmas Kecamatan Cibalong.

Menurut aparat setempat, kedua remaja berstatus pelajar yang meninggal dunia dalam kecelakaan ini merupakan warga Perum Bumi Asri, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut. (ER)***

Seorang Warganya jadi Korban Pantai Cijeruk, Kades Iyeng Bersama Muspika Bertolak ke TKP

GARUT, (GE).- Mendapat kabar salah seorang warganya menjadi korban keganasan ombak pantai Cijeruk, Kades Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Arrahim Iyeng, bersama Muspika Wanaraja langsung bereaksi untuk menjemput korban ke TKP.

Kades Iyeng bersama rombongan bertolak dari halaman kantor Kecamatan Wanaraja, Selasa (27/6/2017) pagi. Sebelumnya, Camat Wanaraja Drs. Nurodin melakukan koordinasi bersama Muspika Kecamatan Cibalong.

Dari informasi yang berhasil dihimpun  garut express.com, Rizal (15) warga kampung Bojong, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, tercatat sebagai salah seorang korban tenggelam dipantai Cijeruk, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, yang terjadi, Senin (26/6/2017) sekira pukul 16 ’00 WIB.

Hingga Selasa siang ini pencarian terhadap jasad korban masih terus dilakukan pihak Basarnas dibantu keamanan setempat. Kabarnya baru satu orang korban atas nama Nandang warga asal Cisurupan berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa. Sedangkan untuk korban atas nama Rizal, hingga kini masih dalam proses pencarian.

Camat Wanaraja Drs. Nurodin, mengatakan, keberangkatan rombongan dari Wanaraja ini merupakan reaksi tanggap darurat yang biasa dilakukan pihaknya setiap dihadapkan pada kondisi urgen. Selain itu, tindakan ini juga sebagai wujud empati terhadap keluarga korban.

“Sejak tadi malam kita lakukan kordinasi dengan Muspika Kecamatan Cibalong. Hasilnya dipastikan salah seorang korbanya sebagai warga kita di sini. Makanya kita lanjut ambil tindakan menjemput korban, meskipun belum ada kabar penemuan terhadap korban. Nanti di sana akan kita tunggu saja sampai ada kabar, baik dari BPBD maupun Basarnas. Kepada keluarga korban, kami dari Muspika bersama pak Kades menyampaikan turut berduka cita, semoga diberi ketaabahan dan korban segera ditemukan” , ungkap Camat usai memimpin doa sebelum keberangkatan.

Sementara Kades Wanamekar, Kang Iyeng mengaku cukup terpukul menerima kabar buruk tersebut. “Ya, kita sekarang berangkat menuju TKP mudah-mudahan korban segera ditemukan. Kita akan bersama keluarga korban disana nanti, semoga mereka diberi kelapangan hati dan Alloh mudahkan upaya pencarianya. Masih ada harapan semoga ada muzijat ,korban ditemukan selamat. Kita doakan saja,” tandasnya. (Doni Melody Surya)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS : Tiga dari Lima Korban Tergulung Ombak Pantai Cidora Ditemukan Tewas

GARUT, (GE).- Tiga dari 5 siswa SMP Integral Hidayatullah Kota Depok, Bogor, Jawa Barat, yang kemarin dikabarkan hilang akibat tergulung ombak  di Pantai Cidora, Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, akhirnya ditemukan, Rabu (17/5/17). Korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa masing-masing diketahui berinisial Muhammad Faisal Ramadhan (16), Khalid Abdullah Hasan (16), dan Rijal Amarullah (16).

Menurut keterangan Camat Caringing, Engkos Hardy, jasad Muhammad Faisal ditemukan di dekat jembatan Kampung Pasangrahan, sekira 8 km dari tempat kejadian sekira pukul 15.35 WIB. Sedangkan jasad Khalid ditemukan warga sekira pukul 16.30 WIB Kampung Cikawung, Desa Samudra Jaya, dan jasad Rijal ditemukan di Kampung Cihideung, Desa Indralayang.

“Identitas korban diketahui karena ada pihak keluarga yang mengenalinya,” kata Engkos, Rabu (17/5/17).

Muhammad Faisal Ramadhan adalah warga Jalan Setu Baru, Perum Alam Sukmajaya A/8, RT 1 RW 1, Depok, Jawa Barat. Khalid Abdullah Hasan warga  Perum Harapan Baru, Jalan Pala, RT 3 RW 6, Bekasi, Jawa Barat. Rijal Amarullah. warga Jalan Sawah Darat No. 6, RT 7 RW 5, Katapang Cipondoh, Tangerang, Banten.

Setelah ditemukan, ketiga jasad siswa MTs Integral Hidayatullah itu langsung dievakuasi ke Puskesmas Sukarame, Kecamatan Caringin, untuk diberikan perawatan.

“Jasad para korban setelah diberikan perawatan akan kami serahkan kepada pihak keluarganya masing-masing,” kata Kepala Puskesmas Sukarame, dr. Fahrul Roji, kepada “GE”, Rabu (17/5/17).

Sebagaimana diberitakan kemarin, sedikitnya 13 orang santri MTs Hidayatullah, Kota Depok digulung ombak Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Selasa (16/5/17). Dari 13 santri tersebut, 8 orang berhasil diselamatkan, sementara lima orang lainnya diyatakan hilang.

Kasi Pelayanan Penyelamatan non Kebakaran Disdamkar Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, menyebutkan, 23 orang rombongan santri dan satu pengasuh itu diketahui sedang berlibur di  Pantau Rancabuaya. Rombongan tiba di kawasan Pantai Rancabuaya pada Senin (15/5/17) malam.

Selasa (16/5/17) sore, sekira pukul 16.00 WIB, mereka berenang di kawasan pantai. Tiba-tiba ada ombak besar dan para santri itu terseret arus. Sebagian korban bisa diselamatkan, namun lima santri menghilang ditelan ganasnya ombak Pantai Laut Selatan. (Deni/GE)***

Editor : SMS

BREAKING NEWS : Diduga Mengalami Kram, Rian Ramdani Tewas Tenggelam di Cimanuk

GARUT, (GE).- Diduga akibat kakinya mengalami kram saat berenang, seorang remaja bernama Rian Ramdani (15)  tewas tenggelam di Sungai Cimanuk Desa Haurpanggung, Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, Selasa (16/5/17) sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, saat itu korban sedang berenang bersama tiga orang temannya di Sungai Cimanuk, tidak jauh dari rumahnya. Namun tiba-tiba, remaja malang itu diduga mengalami kram di bagian kaki sehingga dia tidak dapat menggerakkan kaknya. Kondisi air sungai yang cukup deras membuat Rian akhirnya tenggelam terbawa arus sungai.

“Kakinya kram jadi dia tidak bisa bergerak, beruntung tiga orang temannya bisa menyelamatkan diri,” katanya.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim SAR dari BPBD dibantu warga, anggota koramil, dan kepolisian setempat langsung melakukan pencarian. Jasad Rian pun berhasil ditemukan satu jam kemudian di pinggir Sungai Cimanuk sekira 2 km dari tempat kejadian.

“Korban ditemukan di bawah Jembatan Copong, Jalan Jendral Sudirman dengan kondisi kritis,” kata Dadi.

Seketika itu juga tubuh Rian langsung dievakuasi menuju RSUD dr. Slamet Garut, untuk diberi pertolongan medis. Namun saat masih di perjalanan menuju rumah sakit, nyawa korban sudah menghilang,

Mendapati kenyataan itu, pihak keluarga korban pun akhirnya membawa kembali jasad Rian ke rumah duka di Kampung Mekarjaya RT/RW 01/16 Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

Lagi, Ombak Pantai Selatan Renggut Dua Korban Jiwa

GARUT, (GE).- Pantai selatan Garut kembali merenggut korban jiwa, kali ini dua orang pemuda yang tengah berenang di pantai Santolo tenggelam digukung ombak. Pantai Santolo, yang berlokasi di kawasan Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut memang kerap memakan korban jiwa. Hingga sore hari, Jumat (10/2) Tim SAR masih belum menemukan satu orang lagi jasad lorban.

Kasatpolair Polres Garut, AKP Tri mengatakan dua orang yang meninggal dunia teridentifikasi atas nama Dede (21), warga Kampung Cikandang Lebak, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang dan Dian (23), warga Kampung Cipicung, Desa/Kecamatan Malausari, Kabupaten Majalengka.

“Kedua korban bersama dua rekannya tengah berenang di Pantai Santolo Cilauteureun, Kecamatan Cikelet. Keempatnya sempat terbawa arus. Tapi dua rekan korban bisa diselamatkan oleh nelayan setempat,” ungkapnya, Jumat (10/2/2017).

Tri menambahkan, dua orang yang selamat yakni atas nama Wato (35), warga Cikajang dan Dadan (22) warga Majalengka. Saat berenang di pantai sekitar pukul 07.00, keempat orang itu terseret hingga ke tengah.

“Tapi Dede dan Dian tidak bisa menyelamatkan diri. Memang saat kejadian arus di Santolo sedang besar,” ucapnya.

Dede berhasil ditemukan tak lama setelah kejadian. Menurut Tri, nyawa Dede tak bisa diselamatkan saat perjalanan ke rumah sakit. Sementara Dian hingga Jumat sore masih dalam proses pencarian.

“Jumat siang jenazah Dede sudah diantarkan ke rumah duka di Cikajang. Sementara Dian masih kami cari,” katanya.

Tri mengaku jika pihaknya sudah sering mengimbau kepada setiap pengunjung di pantai selatan Garut untuk berhati-hati. Bahkan papan larangan berenang di kawasan pantai sudah banyak terpampang. (Tim GE)***

BREAKING NEWS : Siswa MTs Ma’arif Tewas Tenggelam di Danau Cilopang, Berenang Saat Penutupan Acara Perkemahan

TARKA, (GE).- Seorang siswa MTs. Ma’arif Garut bernasib naas, ia tenggelam di Danau Cilopang, Kampung Naringgul, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Siswa MTs ini harus kehilangan nyawanya saat mengikuti kegiatan “Pekan Mahabah ke-5,” Minggu, (16/10/2016) siang.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Tarogong Kaler, Ipda. Hilman Nugraha, menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat akab berlangsung acara penutupan perkemahan. Belakangan, korban yang bernama Nirwan  memisahkan diri dari rombongan dan memilih untuk mandi didanau. Diduga karena tidak bisa berenang korban akhirnya tewas tenggelam.

“Setelah hampir dua jam, pihak Basarnas melakukan proses pencarian akhirnya jasad Nirwan pun berhasil ditemukan dengan kondisi sudah tak bernyawa.” Ungkap Kapolsek Tarogong Kaler.

Pascakejadian tenggelamnya siswa ini, tak seorangpun pihak panitia memberikan komentarnya. Bahkan, seluruh peserta pun semuanya bungkam saat ditanya wartawan. (Hakim AG)***

Jembatan Swiss Ikut Jadi Korban Amukan Sungai Cimanuk Garut

KARANGPAWITAN, (GE).- Tak hanya mengakibatkan bencana diwilayah perkotaan, amukan deras air Sungai Cimanukpun menyapu bersih puluhan rumah penduduk dan 1 unit jembatan Swiss di Kecamatan karangpawitan, Selasa (20/9/2016).

Tercatat, sebanyak 17 rumah warga di Kampung Cijambe Desa Sindanglaya mengalami rusak berat, bahkan 2 unit rumah lainya lenyap disapu gelombang.

Disamping itu, 1 unit Jembatan yang merupakan akses vital penghubung aktifitas warga di 2 Kecamatan, roboh. Jembatan yang dibangun pada tahun 2011 lalu dari bantuan pemerintahan Swiss itupun, kini hanya menyisakan tiang tiang pancangnya saja. Sementara seluruh badan jembatan sepanjang 60 x 1,5m tersebut hilang tanpa bekas.

“Semalam situasinya panik. Jeritan histeris warga dan suara hantaman gelombang begitu ketir abah dengar. Kejadianya sekitar pukul setengah 12 malam” Kata bah Iding saksi dilokasi kejadian.

Akibat bencana ini, kini sejumlah warga terpaksa harus merelakan harta bendanya ludes terseret arus. Menurut Camat Karangpawitan Rena Sudrajat, pihaknya masih menghimpun jumlah korban secara keseluruhan. Namun, camat memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

” Belum dapat dipastikan kerugian materi yang diderita warga. Kita masih himpun datanya. Namun saya pastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa.

Sejak dari malam kita muspika langsung bereaksi menuju lokasi bersama seluruh pihak terkait dan juga Kades Sindanglaya, Nina Marlina. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam buat kita semua. Situasinya masih siaga darurat, saya himbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dalam beberapa hari kedepan.

Nanti, perihal jumlah kerugian warga, jika sudah didapat data otentik, kita akan laporkan kepada Bupati melalui Diskominpo dan BPBD. Sedangkan untuk penanganan kesehatan warga pasca musibah ini, saya sudah kordinasikan dengan pihak Puskesmas yang kebetulan juga sudah siap di lokasi” Tegasnya.(DONI DSN)***