Binamarga Ingatkan Pemborong, Perbaikan Jalur Alternatif Ditargetkan Selesai Sebelum Hari H Idul Fitri 1438 H

GARUT, (GE),- Perbaikan beberapa ruas jalan alternatif di Kabupaten Garut, mulai tahap penyelesaian. Pemerintah sendiri mentargetkan jalur alternatif tersebut dapat dilalui para pemudik setidaknya sepekan sebelum hari H Idul Fitri 1438 H.

“Perbaikan kota lakukan secara bertahap yang sudah dilakukan sebelum masuk bulan Ramadan,” kata Kepala Dinas Bina Marga, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Garut, Uu Saepudin, Rabu (7/6/17).

Dikatakannya, Pemkab Garut terus berupaya menyelesaikan perbaikan jalan di sejumlah jalan alternatif yang akan dilalui oleh kendaraan pemudik. Beberapa jalur yang biasa dilalui pemudik tersebut diantaranya Jalan Cipanas, Panday, Wanaraja, Leuwigoong, Limbangan, Selaawi dan Banyuresmi.

“Ya, pengerjaan jalur jalur alternatif ini terus dilakukan. Kita menargetkan selesai maksimal sepekan atau H-10 lebaran,” katanya.

Jika masih ada pekerjaan yang menghambat arus lalu lintas kendaraan, kata dia, maka akan dihentikan, karena akan menimbulkan kemacetan.

“Proyek yang nantinya akan menghambat jalanya arus mudik kita akan hentikan dulu, dan jangan dikerjakan,” katanya.

Ia berharap, proyek pada anggaran triwulan pertama dapat langsung dinikmati masyarakat pada musim arus mudik Lebaran. “Triwulan pertama jalan akan bisa langsung difungsikan saat arus mudik nanti,” katanya.

Pihaknya memang mentargetkan pekerjaan jalan pada sepakan sebelum lebaran sudah bisa digunakan. ¬†“Jadi proyek yang nantinya akan menghambat jalanya arus mudik kita akan hentikan dulu dan jangan dikerjakan,” ucapnya.

Karena bukan tidak mungkin akan menghambat dan membambah permasalahan pada arus mudik seperti kemacetan.  Jadi ada perhitungan lamanya pengeringan jalan, sehingga beberapa ruas jalan yang sudah selesai seperti jalan Cipanas, jalan Panday, Wanaraja, Lewigoong, Limbangan Selaawi, Banyuresmi kesemuanya sudah bisa dilalui.

“Jalan alternatif memang sudah dikakukan betonisasi maupun hotmix karena menjadi jalan penunjang yang harus tetap ada,” katanya.

Uu juga memberikan ultimatum kepada para pemborong maupun pihak ketika agar supaya ketika hari H tidak ada pekerjaan jalan dan sudah bisa dilalui. Dalam artian pekerjaan jalan harus sudah selesai sebelum lebaran.

“Percuma kalau sudah selesai tapi tidak bisa dilalui, dan menunggu pengeringan. Itukan bakal berdampak lain lagi seperti kemacetan,” katanya.

Untuk pemeliharanya dikatakan Uu bahwa pada hari H lebaran dipastikan tidak ada lubang dijalan dengan melakukan tambal sulam. Sekarang kata Uu bisa dilihat untuj jalur dalam kota sudah hampir 90 persen dilakukan perbaikan dan penambalan. (Tim GE)***