Tuntuan Pekerjaan Kian Berat, Operator Sekolah di Sucinaraja Keluhkan Kesejahteraannya

GARUT, (GE),- Paguyuban Operator Sekolah UPT Pendidikan Sucinaraja mengeluhkan ‘persoalan input nilai raport ke dapodik. Keluhan tersebut menyusul semakin bertambahnya pekerjaan operator sekolah dalam meng-entri nilai raport ke dapodik.

“Sesuai surat edaran dari Kemendikbud, tugas meng-entri nilai raport itu adalah tugas wali kelas dan guru mata pelajaran,” ujar Ridwan, salah seorang oprator di SDN Sukaratu 1, Kecamatan Sucinaraja yang juga ketua DPC Fagar Sucinaraja, Jumat ( 9/6/17).

Diharapkannya, ada kerjasama dan pengertian khusus dari para kepala sekolah terkait kebijakan entri nilai raport ke dapodik. Menurut edaran kemendikbud itu tugas Operator adalah sebagai administratur saja. Namun di lapangan masih ditemukan wali kelas dan guru mata pelajaran yang menyerahkan pengerjaannya pada operator sekolah.

“Karena persoalan itu sejumlah operator sekolah belum melakukan sinkron,” ujarnya.

Dikatakannya, hingga kini persoalan itu masih ngambang, tuntutan para Operator belum bisa terealisasikan. Menurutnya minimal ada saling pengertian dan saling memahami masing masing tufoksinya.

Sementara itu, Menurut Dayat, yang merupakan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3s) UPT Pendidikan Sucinaraja, terkait persoalan ini sudah merapatkannya dengan para kepala sekolah tanggal 2 Juni 2017.

“Sudah dirapatkan pada tanggal 2 Juni lalu. Sekolah sudah siap dengan keinginan para operator sekolah. Hanya besarannya belum ditentukan. Dan diberikan solusi kedepannya agar data harus disiapkan. Kepada rekan operator harus bersedia memberikan pelatihan kepada guru di sekolah masing masing. Memberikan pelatihan penting dilakukan oleh operator kepada guru di sekolah masing-masing. Kami sangat mengerti keinginan mereka,”
ungkapnya. (TAF Senipati)***

JK Diduga Bunuh Diri, Ditemukan Tewas Tergantung dengan Seutas Kabel

GARUT,(GE).- Warga kampung Cipari digegerkan dengan penemuan sesosok pemuda yang sudah tak bernyawa. Pemuda berinisial JK (30) ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di sebuah gubuk sekira pukul 13.00 WIB, Ahad (08/1/2017).

Belakangan almarhum diduga melakukan bunuh diri ini merupakan warga Kampung Cilame, RT 03/ RW 03, Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut.

Menurut Atik, salah seorang saudara korban, JK sebelumnya memang pernah mencoba melakukan bunuh diri.

“Ya, setelah pulang dari Jakarta setahun yang lalu, tingkah lakunya (JK/ red) sudah kelihatan linglung. Ia kerap menanyakan kabel.” Ungkapnya.

Sementara itu dr. Yosef Kurniawan, petugas medis yang melakukan pemeriksaan korban mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan, JK diduga kuat telah melakukan bunuh diri.

“Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami menemukan sperma yang keluar dari korban. Tidak menemukan bekas kekerasan, maka kami menyimpulkan ini murni bunuh diri,” jelasnya. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.

 

Jalan Berlubang di Kawasan Sucinajara Dikeluhkan Warga

GARUT, (GE).- Bagi warga Kampung Sadang, khususnya warga yang tinggal disepanjang jalan menuju kantor Kecamatan Sucinaraja, Garut, nampaknya sudah terbiasa menyaksikan pemandangan jalan berlubang, terlebih saat musim hujan. Tidak adanya saluran drainase di kedua sisi badan jalan diduga menjadi pemicu semakin banyaknya jalan yang berlubang.

Selain terganggunya lalulintas, wargapun harus bekerja ekstra untuk membersihkan semburan air yang masuk ke dalam rumah. Di sepanjang jalan Sucinaraja, memasuki musim hujan ini sejumlah lubang terus bertambah. Kedalaman lubang lubang di jalanan ini mencapai 10-20cm. Kondisi ini tentunya bisa membahayakan pengguna jalan.

“Jika tak hati hati melewati ruas jalan ini, pengguna dikhawatirkan terperosok apalagi menjelang hari mulai gelap atau saat lubang jalan tertutup genangan hujan.” Tutur Abdur, salah seorang yang biasa melintas jalan ini.

Abdur mngakui pernah menjadi korban, saat melintas di jalanan yang berlubang ini. Ia berharap pemerintah segera membenahi sistem drainase dan jalan di kawasan Sucinaraja ini, sebelum kembali menelan korban.

” Ieu téh ti baheula jalan reksak kieu. Ayeuna ngalangkung deui masih kieu kénéh wé. Apalagi kalau habis hujan deras, repot banjir kejalan pak. Mudah mudahan pemerintah segera menaggapi keluhan warga ini, sebelum menelan korban,” harapnya, Sabtu (31/12/2016). (Doni MS)***

Editor: Kang Cep.