STKIP Gelar PKKMB 2017-2018

PERKENALAN kehidupan kampus merupakan kegiatan awal bagi setiap mahasiswa baru yang menempuh jenjang perguruan tinggi. STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Garut merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang melaksanakan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi sebagai kelanjutan dari pendidikan menengah.

Dengan tema “Meningkatkan Rasa Cinta Almamater dan Nasionalisme dalam Semangat Tridharma Perguruan Tinggi”, PKKMB (Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) STKIP Garut tahun akademik 2017-2018 kembali digelar.

Bertempat di Gedung Graha Intan Balarea, kegiatan PKKMB STKIP ini diikuti 537 mahasiswa baru dan 120 civitas akademika, Senin (25/9/2017). Pada dasarnya program PKKMB STKIP merupakan kegiatan yang fokus kepada proses pendewasaan dan pembelajaran, tidak ada kekerasan fisik dan mental dalam pelaksanaanya.

Dr. Nizar Alam Hamdani, selaku ketua STKIP Garut dalam sambutannya menyampaikan PKKMB STKIP diselenggarakan untuk menyiapkan mahasiswa yang mempunyai wawasan kebangsaan dengan tujuan memiliki sikap dan prilaku yang tumbuh dari kemauan sendiri, dilandasi kecintaan, serta keikhlasan bertindak demi kebaikan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Lebih lanjut menyampaikan diharapkan dikemudian hari, mahasiswa baru bisa menjadi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan akademik dan profesional dalam menerapkan,
mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebelum menutup sambutannya, ketua STKIP sempat mengingatkan panitia untuk tidak melakukan praktik perpeloncoan dalam pelaksanaan PKKMB ini, karena sudah tidak tepat lagi dilaksanakan pada masa sekarang. ( Dedi Sofwan/Adv. )***

Pascasarjana STKIP Hadirkan Pemateri dari Australia dan Uganda

GARUT, (GE).- Baru-baru ini program Pascasarjana STKIP Garut mengadakan safari workshop Nasional dan Intermasional. Kegiatan yang telah berlangsung di kawasan Pameungpeuk Garut ini mengangkat tema “Teknik dan Fasilitasi Mempublikasikan Karya Tulis Ilmiah.”

Dalam kegiatan yang digelar di Gedung PGRI Pameungpeuk ini diikuti ratusan guru dari wilayah Garut Selatan, Minggu (16/7/2017). Dalam acara ini panitia menghadirkan beberapa pemateri berkompeten dibidangnya, diantaranya Dr.Cristine Pheeney asal Australia dan Dr.Jumma TW dari Uganda, sedangkan pemateri dari Indonesia menampilkan Prof. Dr. Mohamad Surya selaku direktur Pascasarjana STKIP Garut, serta Kadisdik Kabupaten Garut, Drs.H Mahmud M.Si.,M.Pd.

Dalam sambutannya Kadisdik mengatakan, profesi guru pada dasarnya memiliki kompetensi dasar yang harus di kembangkan. “Sehingga Dinas Pendidikan harus ikut andil dalam meningkatkan SDM guru, begitu juga UPT dan organisasi PGRI,” katanya.

Dijelaskannya, kenaikan pangkat guru harus mencapai golongan 4 E. Salah satu kerja sama dengan STKIP ini diantaranya pembuatan jurnal. Dengan demikian diharapkan semua peserta workshop bisa menyerap ilmu dalam kegiatan ini.

“Jangan sampai setelah mengikuti workshop tidak bisa membuat Karya Tulis Ilmiah. KTI adalah salah satau persyaratan yang harus ditempuh bagi guru yang akan naik tingkat dari IV A ke golongan IV B,” harapnya. (Iwan Setiawan)***

Editor: kang Cep.

Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia, Sebuah Upaya STKIP Garut Kembangkan Karakter Bangsa

GARUT, (GE).- Sebagai upaya untuk mengembangkan karakter bangsa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut, menggelar sebuah acara edukatif bertajuk “Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia.”

Kegiatan yang digagas sejumlah mahasiswa STKIP dari jurusan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dijadwalkan berlangsung selama 3 hari (3-5/5/17). Dalam kegiatan ini sejumlah pelajar setingkat SMA menjadi peserta dalam berbagai perlombaan yang kental dengan edukasinya.

Menurut panitia penyelenggara, kegiatan yang digelar di kompleks Kampus STKIP ini diikuti sedikitnya 50 peserta pelajar perwakilan dari beberapa sekolah tingkat SMA se Kabupaten Garut. Selain dari Kabupaten Garut, beberapa peserta juga ada yang datang dari luar Garut. Tercatat, beberapa pelajar dari luar Garut diantaranya datang dari Tasikmalaya dan Bandung.

Prosesi acara Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia ini secara resmi dibuka Ketua Program Studi (Prodi) pendidikan ahasa dan sastra Indonesia STKIP Garut, Dr. Lina Siti Nurwahidah M.Pd. Menurut Lina, Rabu (3/5/17).

“Saya harap dengan kegiatan ini mampu mengembangkan karakter bangsa lewat bahasa dan sastra indonesia. Selain itu, semua ini merupakan pengalaman berharga bagi para peserta maupun panitia itu sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, ketua panitia pelaksana acara, Ropi Abdul Gani, mengatakan, dalam kegiatan ini, ada 3 jenis perlombaan yang sarat muatan edukasinya. Perlombaan tersebut meliputi lomba musikalsasi puisi, lomba pidato dan lomba membaca berita.

“Ketiga perlombaan itu, pesertanya khusus untuk para pelajar tingkat SMA. Sedangkan lomba debat yang pesertanya khusus mahasiswa akan dilaksanakan pascabulan suci Rhamadan tahun 2017 ini,” tuturnya.

Diharapkannya dengan kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar rutin setiap satu tahun sekali.

“Kita tentu berharap, dewngan kegiatan ini mampun mendorong generasi penerus bangsa Indonesia tidak akan meninggalkan bahasa dan sastra negaranya sendiri. Kami panitia, mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak. Khususnya para peserta dan sponsor pendukung dalam gelaran gebyar sastra dan budaya di STKIP Garut ini,” pungkasnya. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

 

Anggaran Tak Terserap, Dedi Hasan : Program “Amazing Garut” Baru Sebatas Tahapan

GARUT, (GE).- Program “Amazing Garut” yang dicanangkan Pemkab Garut dalam proses pembangunan Garut, hingga menjelang berakhirnya kepemimpinan Rudy Gunawan nampaknya biasa-biasa saja.

Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Ciateul-Ciawitali yang masuk dalam salah satu program Garut yang luar biasa itu, malah menyisakan masalah.

Menanggapi program “Amazing Garut” anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dedi Hasan Bahtiar, mengatakan banyak anggaran tahun 2016 yang tidak terserap untuk proses pembangunan di Garut.

” Ya, salah satunya anggaran tahun 2016 tidak terserap. Misalnya, penyerapan anggaran Rumah Sakit dr. Selamet, gagal, GOR tidak terserap semua. Mungkin ada beberapa kendala teknis, kalau tidak salah di ULP nya. Tapi kita ber-khusnudzon saja, dari pada diserap bermasalah, lebih baik tidak diserap semuanya dan tidak bermasalah dengan hukum,” tuturnya, saat ditemui usai memberikan materi pada Diskusi Mahasiswa Se Jawa Barat di kampus STKIP Garut, Jum’at (03/02/2017).

Dedi menilai, program Amazing Garut yang dicanangkan Bupati Garut, Rudy Gunawan,  baru sebatas tahapan.” Amazing Garut, saya kira masih tahapan menuju amazing. Wajar, amazing ini kan barang baru di Garut, wajar kalau belum amazing,” katanya, seraya tersenyum.

Wakil Ketua Fraksi itu berharap Amazing Garut itu tidak sekedar tagline saja, tetapi harus diaplikasikan dengan baik.” Amazing itu harus dengan rencana yang luar biasa, aplikasi yang luar biasa, pengelolaan pemerintahan yang luar biasa dan pengelolaan pembangunan yang luar biasa. Dan mudah-mudahan tidak hanya tagline, tapi diwujudkan dengan konkrit di dalam pelaksanaan pembangunan,’ tegasnya.

Sementara dalam diskusi yang diikuti perwakilan mahasiswa dari beberapa daerah di Jawa Barat itu, Dedi memberikan materi berkaitan dengan “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Pembangunan”. Diskusi semacam itu menurutnya penting untuk menambah wawasan mahasiswa, terutama dalam masalah praktik, bukan hanya sekedar teori akademis.

” Diskusi ini lebih kepada menambah wawasan mahasiswa, tidak hanya dalam tataran teoritis, tetapi dalam tataran praktis, sampai tekhnis pembangunan. Mahasiswa biar melek, sebab selama ini mahasiswa lebih teoritis, secara tekhnis dan praktisnya kurang memahami,” paparnya. (Jay)***

Editor: Kang Cep.