STIE Yasa Anggana Garut Siap Sambut “Generasi Simpatik 2”

SAAT ini, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIEY)  Yasa Anggana tengah bersiap menyambut mahasiswa baru tahun ajaran 2017. Pada tahun ini STIE menamakan tibanya generasi baru dengan nama “generasi simpatik 2”. Ini merupakan tahun kedua STIE Yasa Anggana menyambut “generasi simpatik”.

Kenapa harus “generasi simpatik?”   Seperti yang disampaikan oleh founding father STIE Yasa Anggana, H. Selamet Thanoe, yang dimaksud dengan “generasi simpati” adalah generasi mahasiswa yang sejak dini memiliki empati dan peduli terhadap kondisi  bangsa dan negara menuju masyarakat madani.

Salah satu program yang dilaksanakan agar mahasiswa bisa memiliki rasa empati dan peduli terhadap kondisi tersebut, secara implemetasi kampus melaksanakan orientasi studi mahasiswa (osma).

Ketua STIE Yasa Anggana Tita Rachtawati S, SE, MM yang juga didampingi oleh penanggung jawab program Dadang Syafarudin, SE., MM mengatakan, “melalui orientasi studi mahasiswa dan latihan dasar disiplin dan kepemimpinan, rasa empati dan perduli akan bangsa bisa tumbuh sejak dini”.

Lebih lanjut menyampaikan, “diharapkan mulai masuk kampus sudah disiapkan mahasiswa yang jujur, cerdas, peduli, bertanggungjawab, dan tangguh,” ucap Tita.

“Sehingga akan tumbuhkan kepekaan intelektualitas mahasiswa baru terhadap tanggung jawab imani mahasiswa itu sendiri maupun terhadap lingkungan,” tandasnya.

Osma sendiri diikuiti 854 mahasiswa baru, dan akan dilaksanakan mulai tanggal 7-11 September 2017, di kampus 2 Jl.Pembangunan No 161 A.

“Semoga generasi simpatik yang sekarang (2) akan lebih baik dari generasi simpatik sebelumnya (1) dan bisa menjadi generasi yang diharapkan oleh founding father kita,” tutur Tita. (Dedi Sofwan)***

Editor: Kang Cep.

 

Terdampak Banjir, Benteng Kampus II STIE Yasa Anggana Kembali Ambruk

GARUT, (GE).- Hujan deras saat malam hari di kawasan Kecamatan Tarogong dan sekitarnya ternyata berdampak serius di sejumlah lokasi, Senin (6/6/17). Selain merendam pesantren Persis  99 di Rancabango, Kampus II STIE Yasa Anggana yang berlokasi di kawasan Jalan Pembanguan, Kecamatan Tarogong kidul, Kabupaten Garut juga terdampak derasnya air bah tersebut.

Menurut Urip Sudiana, salah seorang dosen di kampus tersebut, dampak dari banjir tersebut berakibat pada robohnya benteng kampus setinggi dua meter. Padahal benteng kampus STIE Kampus II ini baru saja dibangun beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya benteng kampus ini juga ambruk akibat dampak banjir Cimanuk beberapa waktu yang lalu.

Salah satu ruang kelas di Kampus II STIE Yasa Anggana, tampak berantakan dipenuhi material banjir, Selasa (6/6/17).

“Ya, padahal benteng  ini (Kamus II STIE Yasa Anggana/red.) baru beberapa bulan yang lalu setelah sebelumnya juga ambruk pada peristiwan yang bersamaan dengan banjir bandang Cimanuk,” katanya.

Menurut Urip, akibat ambruknya benteng kampus ini untuk sementara kegiatan perkuliahan di STIE Yasa Anggana Kampus II diliburkan.  “Ya, kompleks kampus kan kotor dengan material banjir. Pihak kampus untuk sementara meliburkan perkuliahan. Ini kan harus dibereskan dan dibersihkan dulu,” ungkapnya, Selasa (6/6/17).

Suasa di kompleks Kampus II STIE Yasa Anggana, saat air bah menerjang kampus setelah benteng kampus jebol, Senin (6/6/17).

Akibat banjir ini juga sejumlah wilayah turut terdampak banjir. Salah satu wilayah yang parah tergenang banjir terparah ini diantaranya perumahan Rama Cipta, Desa Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Dari laporan sementara, dua rumah dikabarkan mengalami kerusakan di lokasi tersebut.

Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Herman, mengatakan warga di Perumahan Rama Cipta sebagian bisa dievakuasi. Sedangkan sebagian lagi bertahan di lantai dua rumah.

“Sudah dievaluasi untuk di Ramaa Cipta.  Yang ada lantai dua sudah kami suruh ke atas karena arus sangat deras,” ujar Herman di lokasi kejadian, Selasa (6/6/2017).

Selain di Rama Cipta, banjir juga menerjang Perumahan Cijati Asri 2 yang berdekatan. Aparat terpaksa menutup Jalan Gordah karena arus air yang deras.

“Jalan ini (Gordah/red.) tak bisa dilalui sementara. Di Cijati ada 90 rumah yang terendam,” tukasnya. (ER)***

 

Kemenkes Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan “Gemas” di STIE Yasa Anggana Garut

SEBAGAI upaya meningkatkan kesadaran untuk meningklatkan budaya hidup sehat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Gemas ). Belum lama ini Kemenkes , menggelar sosialisasi pada masyarakat umum dan mahasiswa, bertempat di Aula STIE Yasa Anggana, Garut, Sabtu (26/11/2016).

Dalam kesempatan sosialisasi ini, Hj. Siti Mufattahah, Psi., yang anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat hadir sebagai pemateri bersama Kepala Seksi Kesehatan Olahraga Masyarakat Dr. Nita Mardiah., MKM.

Dalam sosialisasi ini, pemateri memfokuskan pemaparannya terkait bagaimana menyadarkan masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik secara teratur dan terukur. Dalam penyampaian materinya, Hj.Siti, mengingtkan pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah, serta melakukan deteksi dini penyakit agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud.

“Komisi IX DPR RI adalah mitra kerja Kementrian Kesehatan RI, kita terus berupaya mensosialisasikan kepada semua masyarakat agar tetap memelihara dan meningkatan budaya hidup sehat. Kami mengajak untuk menjauhi rokok, jangan kebanyakan begadang, jauhi setres, jaga pola makan, dan jangan lupakan mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin,” ujar Hj. Siti, saat menyampaikan materi, seraya menebar senymuan khasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Olahraga Masyarakat Dr. Nita Mardiah ,.MKM mengatakan ada tiga poin penting dalam gerakan masyarakat pola hidup sehat. Tiga poin penting tersebut diantaranya, melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit, makan buah dan sayur untuk melengkapi menu makanan sehat dan tes fisik kesehatan secara teratur setiap bulan.

“ Untuk itu, seluruh komponen element masyarakat harus semangat memeberikan edukasi dalam melaksanakan budaya hidup sehat ,“ tandasnya.

Saat berlangsungnya acara, sejumlah mahasiswa dan masyarakat tampak antusias menyimak paparan dua pemateri berkompeten ini. (TAF. Senopati/ Adv.)***