Terbanyak se Jawa Barat, Ratusan Warga Garut Ikuti Tes Calon Panwascam

GARUT, (GE).- Tercatat ratusan orang warga Garut menjadi peserta tes tulis calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam). Gelaran yang merupakan tahap pertama seleksi Panwascam tersebut diadakan Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Garut di Kampus 2 STIE Yasa Anggana, Garut Rabu (11/10/17).

Menurut Ketua Pokja Pembentukan Panwascam se Kabupaten Garut, Asep Burhanuddin, tes tulis yang dilaksanakan selama 120 menit itu diikuti sebanyak 674 peserta. Sementara peserta yang lolos verifikasi administrasi sebanyak 706 orang.

“Yang daftar sebanyak 734 orang. Pendaftarnya terbanyak se Jawa Barat. Untuk tes sekarang yang tidak hadir ada 32 orang,” katanya, Rabu (11/10/17).

Dijelaskannya, hasil tes tulis tersebut nantinya akan menentukan enam peserta per kecamatan untuk mengikuti tes wawancara. Penilaian tes tulis pun dilakukan oleh tim supervisi dari Bawaslu Jabar.

“Jadi yang lolos itu bukan kami yang menentukan. Tak perlu khawatir ada kecurangan. Kalau ada kecurangan kami juga kena sanksi,” tukasnya.

Sementara itu, hasil tes tulis akan diumumkan maksimal tiga hari setelah tes. Jika lolos tes tulis, para peserta seleksi akan melanjutkan tes wawancara.

“Untuk wawancara kami menunggu jadwal dari Bawaslu Jabar. Tempatnya akan diselanggarakan di beberapa kecamatan,” ucapnya.

Ditambahkannya, dari enam peserta yang mengikuti tes wawancara, kemudian akan diambil tiga orang untuk menjadi Panwascam. (Tim GE)***

Berikan Materi OSMA dan LDDKM 2017 Yasa Anggana, Kasrem 062/TN: “Hal yang Konyol Kalau Kita Mengedepankan Perbedaan”

KEPALA Staf Korem (Kasrem) 062/Tarumanagara Letkol Inf. Eden Candra Hayat yang mewakili Komandan Korem (Danrem) 062/Tarumanagara, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan OSMA & LDDKM 2017 Yasa Anggana. Dalam kesempatan ini, Kasrem 062/TN menyampaikan materinya di  Auditorium Kampus 2 STIE Yasa Anggana, Sabtu (9/9/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh mahasiswa baru, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Yasa Anggana beserta anggotanya. Saat mengikuti acara, para mahasiswa baru STIE Yasa Anggana tampat antusias menyimak pemaparan dari beberapa pemtaeri.

Sementara itu, Kasrem 062/TN memaparan materinya di hadapan sekitar 715 mahasiswa baru, dengan mengankat tema  “pentingnya rasa persatuan dan kesatuan dalam suatu negara”.

Eden mengatakan, Tuhan menciptakan manusia pasti tidak sama, kembar siam pun pasti ada perbedaannya. Begitupun dalam suatu negara yang dihuni oleh masyarakat, pasti berbeda jenis kelamin,warna kulit dan karakter.

“Dengan adanya perbedaan tersebut, maka harus dijadikan dasar untuk persatuan dan kesatuan suatu negara. Bukan mengedepankaan perbedaan, karena akan melawan kodrat dari Tuhan. Sangat berbahaya suatu negara apabila seluruh masyarakat yang ada dalam negara tersebut sudah tidak memiliki rasa persatuan dan kesatuan,” bebernya.

Ditegaskannya, negara tersebut akan hancur dengan sendirinya. Bukan hancur oleh musuh, tetapi akan hancur oleh komponen negara itu sendiri.

“Hal paling konyol kalau masyarakat mengedepankan perbedaan,” tandasnya.

Kasrem 062/TN perbesan agar para mahasiswa STIE bisa menjaga keutuhan NKRI dan menjadi pemimpin dimasa depan dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan sehingga NKRI tetap terjaga. (Dedi Sofwan)***

STIE Yasa Anggana Gelar Kegiatan OSMA & LDDKM 2017

BERTEMPAT di auditorium kampus 2, dengan mengusung tema “Being Confident With Your Achivable Character.” (Percaya Diri dengan Prestasimu yang Berkarakter) STIE Yasa Anggana mengelar kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa (OSMA) dan Latihan Dasar Disiplin Kepemimpinan Mahasiswa (LDDKM) 2017, Kamis (7/9/2017).

Mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 715. Untuk program S1 manajemen berjumlah 550 dan untuk D3 keuangan & perbankan berjumlah 165.

Tita Rachmawati Santanu, SE.,MM selaku ketua STIE Yasa Anggana memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan OSMA & LDDKM 2017 tersebut.

Tita menyampaikan bahwa ”Yasa Anggana” didedikasikan oleh pendiri untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. “ Juga mampu menghadapi tantangan masa depan serta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia,” katanya.

Diejalskannya, untuk mencapai tujuan tersebut, pihak kampus senantiasa menekankan akan pentingnya nilai ilmiah, moralitas dalam pencapaian prestasi yang bersifat material. Sehingga pencapaian prestasi tersebut senantiasa bersandar pada pilar akademik dan norma kehidupan berbangsa dan bernegara.

” OSMA & LDDKM diadakan agar mahasiswa baru lebih mengenal kehidupan akademik dan sistem pendidikan yang ada di kampus ini.  Selain itu, perlu diperkenalkan budaya ilmiah kampus sejak dini agar selama proses pembelajaran mahasiswa dapat mengikutinya dengan baik dan nantinya menjadi lulusan yang berkualitas,”  ungkapya.

Sementara itu, Dadang Syafarudin, SE., MM selaku penanggung jawab mengatakan, bahwa mahasiswa adalah calon cendikiawan yang mengemban tugas sosial sebagai agent of change. “Sehingga kesadaran kritis refelektifnya diharapkan dapat merespon realitas objek yang terjadi dalam masyarakat,” tandasnya.

Menurut Dadang, mahasiswa merupakan bagian dari civitas akademik, mempunyai peran  yang sangat strategis baik bagi kampus, masyarakat, bangsa dan negaranya.  Diharapkannya  dari mahasiswa ada kontribusi pemikiran, pengabdian, dan aktivitas lainnya dalam rangka ikut serta menunjang proses nation building,” tukasnya.

“Semoga dengan adanya kegiatan OSMA & LDDKM ini sikap dasar akademis yang dapat menghayati dan memahami serta mengaplikasikan isi Tri Dharma perguruan tinggi akan terbina oleh mahasiswa baru,” pungkasnya.  (Dedi Sofwan)***

KKN PPM STIE Yasa Anggana, Mahasiswa Berikan Bantuan Sumur Bor

GARUT, (GE).- Memasuki musim kemarau, warga Desa Simpang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Untuk kebutuhan minum, mandi dan mencuci hanya mengandalkan air sumur yang keluar apabila lagi musim hujan.

Di Desa Simpang sendiri terdapat empat dusun, delapan RW dan 30 RT. Hampir disetiap dusun warganya kesulitan air bersih. Mendapati kondisi tersebut, mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut, yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) merasa prihatin. Berangkat dari keprihatinnya, para intelektual muda ini berinisiatif memberikan bantuan berupa pembuatan sumur bor.

“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk bhakti sosial kepada masyarakat Desa Simpang. Kami berharap dengan kegiatan gotong royong, dapat menjadikan masyarakat di Desa Simpang lebih mandiri,” tutur Zafar Siddiq, Koordinator KKN PPM Desa Simpang, Rabu (16/8/17)

Zafar mengatakan, bahwa peran mahasiwa dalam pelaksanaan KKN-PPM ini salah satunya menjadi fasilitator dan penggerak masyarakat agar senantiasa menumbuhkan kembali budaya gotong royong.

“Saat ini budaya gotong royong di masyarakat sudah mulai terkikis akibat perkembangan zaman,” katanya.

Diharapkannya, dengan adanya bantuan dari mahasiswa ini dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya gotong royong, serta dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Rahmawati Lilis, selaku Kepala Desa Simpang mengapresiasi dengan kegiatan dan program yang dilakukan peserta KKN dari STIE Yasa Anggana Garut.

“Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat mengucapkan terimaksih kepada para mahasiswa KKN-PPM yang melaksanakan tugasnya di Desa Simpang. Mudah-mudahan bantuan sumur bor ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya. (Dedi Sofwan)***

Editor: Kang Cep.

Ratusan Mahasiswa STIE Yasa Anggana Gelar KKN PPM di Garut Selatan

GARUT, (GE).- Mulai tanggal 11 hingga 23 Agustus 2017, STIE Yasa Anggana menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) 2017 dengan tema kegiatan “Pemberdayaan SDM Unggul Sebagai Pilar Kekuatan UMKM dan Kelautan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat Garut Selatan.”

Dalam kegiatan ini sedikitnya 541 mahasiswa menjadi pesertanya. Ratusan mahasiswa ini disebar di 10 desa yang berada di wilayah Kecamatan Cibalong, dan 6 desa di wilayah Kecamatan Cisompet.

“Untuk tahun sekarang mahasiswa jurusan manajemen S1 yang mengikuti KKN PPM berjumlah 541 dan tersebar di 10 desa yang ada di Kecamatan Cibalong dan 6 desa yang ada di Kecamatan Cisompet,” tutur Dadang Syafarudin, SE., MM selaku ketua panitia.

Dalam sesi serah terima yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Cibalong, Dr.Deni Rustadi,SE direktur LPPM, penanggung jawab kegiatan KKN PPM yang mewakili ketua STIE Yasa Anggana resmi menyampaikan pidato sambutannya.

Dalam sambutannya Deni mengungkapkan, bahwa penyelenggaraan KKN PPM merupakan media untuk menguji signifikansi kurikulum dan program studi yang dikembangkan dalam penyelenggaraan pendidikan. Disamping cara pemecahan masalah yang diangkat dari kehidupan masyarakat yang memberi daya dukung terhadap keberlangsungan penyelenggaraan perguruan tinggi.

“Selain itu KKN PPM merupakan suatu kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi. Dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa, dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” urainya.

Dikatakannya, salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan oleh para mahasiswa diantaranya pelatihan dan pendampingan manajerial Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), memfasilitasi bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) mulai dari perizinan sampai dengan pengemasan produk.

“Program yang akan dilaksanakan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan manajerial BUMDes, dan memberikan fasilitas bagi para pelaku UMKM dari mengurus perijinan sampai pengemasan produk,” tandasnya.

Diharapkannya, para mahasiswa yang melaksanakan KKN PPM 2017 bisa melaksanakan program dengan baik. Sehingga apa yang menjadi tema dari kegiatan KKN PPM tahun sekarang bisa terwujud. (Dedi Sofwan) ***

Editor: Kang Cep.

Benteng Kampus 2 STIE Yasa Anggana Jebol Diterjang Banjir, Tempat Wisuda Terpksa Dipindahkan

TARKID,(GE).-Hujan deras yang berlangsung hingga 4 jam mengakibatkan Sungai Cimanuk meluap dan menerjang beberapa kawasan, khususnya penduduk yang menghuni kawasan yang tak jauh dari bantaran sungai.

Dampak dari banjir bandang Sungai Cimanuk ini merupakan benacana terparah sepanjang sejarah. Selain menelan korban materiil, juga korban jiwa yang tak sedikit. Tak heran, Bupati Garut, Rudy Gunawan menyatakan saat ini Garut dalam kondisi darurat bencana. Rabu (21/09/2016).

Selain di lokasi yang berdekatan langsung dengan Sungai Cimanuk, amukan banjir bandang juga menerjang beberapa titik lokasi yang dilintasi anak Sungai Cimanuk. Kampus 2 STIE Yasa Anggana yang berlokasi di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat tak luput dari terjangan banjir.

Menurut DR. Asep Supriatna yang merupakan Ketua Badan Penjamin Mutu STIE Yasa Anggana Garut, ambruknya benteng setinggi 2,5 meter ini terjadi sekira pukul 23.00 WIB, Selasa (20,09.2016) malam. Akibat ambruknya benteng kampus ini beberapa lokal ruang kuliah teremdam banjir hingga 2 meter. Kerugian akibat ambruknya benteng ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian materiil ditaksir ratusan juta rupiah. Untuk sementara para mahasiswa kita berdayakan untuk membersihkan areal kampus ini,” ungkap Asep, didampingi Dadang Syafarudin, SE,MM., yang tak lain Pembantu Ketua III Bidang Kemhasiswaan. Rabu (21/09/2016).

Dikatakannya, Kampus 2 STIE Yasa Anggana ini sedianya akan dijadikan tempat wisuda pada hari Sabtu mendatang. Namun dengan adanya musibah ini, tempat wisuda dijadwalkan akan dipindahkan ke Kampus 1 atau di gedung Bela Negara.

“Ya, rencananya hari Sabtu di sini (Kampus 2 STIE Yasa Anggana/ red.) akan dipakau untuk tempat wisuda. Karena ada musibah ini rencananya tempat wisuda akan dialihkan ke Kampus 1 atau di gefung Bela Negara,” tandasnya. (ER)***