Zacky Siradj Paparkan Nilai-nilai Pancasila di Hadapan Guru Paud

GARUT, (GE).- Pancasila lahir sebagai ideologi Bangsa Indonesia sehingga perlu ditanamkan dan diimplemntasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ahmad Zacky Siradj selangku Anggot DPR RI dari Fraksi Golkar, mengatakan Pancasila sebagai ideoogi bangsa dan juga amanah dari para pendiri Bangsa. Sehingga Pancasila sebagai pemersatu Bangsa Indonesia dari kemajemukan yang ada di Negri ini harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Zacky juga menyampaikan sebagai bangsa yang besar jangan sampai melupakan sejarah karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan tidak melupakan sejarah.

“Zaman saya waktu sekolah disuruh menceritakan sejarah seperti kapan perang diponegoro terjadi, sekrang sudah tidak ada. Hilangnya suatu bangsa karena tidak mengenal dan tidak tahu sejarah bangsa,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam penyerapan aspirasi masyarakat dengan Pengurus Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI) di gedung Islamic Center kamis (28/9/2017).

Sementara itu menurut Wahdyudijaya selaku Kepala Kesbangpol Kabupaten Garut menyampaikan, seharusnya sebagai bangsa yang plural maka Pancasila lahir sebagai pemersatu. Sehingga sebagai anak bangsa dan generasi penerus bangsa harus bisa menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancacila dalam kehidupan sehari-hari.

“Saat ini telah terjadi degradasi moral, sehingga bagaimana kita bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila terhadap anak bangsa untuk memperbaiki moral bangsa,” ujarnya saat memberikan materi dihadapan ratusan guru PAUD se Kabupaten Garut. (Farhan SN)***

 

Hj.Siti Mufattahah Sosialisasikan Pencegahan TKI Non Prosedural

ANGGOTA DPR RI Hj.Siti Mufattahah, Psi., MBA, baru baru ini kembali hadir di Garut, menjadi nara sumber utama dalam sebuah acara sosialisasi. Acara tersebut bertajuk “Sosialisasi Peluang Kerja di Luar Negeri” yang digelar di LP Maarif NU, (24/8/17).

Hj. Siti mengatakan, kurangnya pemahaman masyarakat tentang prosedur penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia, serta persepsi yang salah terkait Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi latar belakang terjadinya kasus TKI non prosedural.

“Untuk mengantisipasi maraknya TKI yang berangkat tanpa dilengkapi dokumen yang sah (ilegal), juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prosedur yang benar untuk menjadi TKI,” tuturnya.

Menurutnya, TKI yang bermasalah rata-rata terkait dengan dokumen kerja yang tidak semestinya. Bersama Komisi IX DPR RI yang menangani bidang kesehatan dan ketenaga kerjaan itu, memang tengah Konsen menangani permasalahan TKI khususnya pencegahan TKI Non prosedural.

”Sosialisasi seperti ini perlu dilakukan, untuk mengantisipasi adanya pemberangkatan TKI ilegal. Kalau tidak diantisipasi penanganannya akan lebih sulit,” jelasnya, dihadapan ratusan peserta sosialisasi.

Karena itu, sebagai wakil Rakyat khususnya Komisi IX tengah gencar mensosialisasikan pencegahan TKI Non Prosedural. berdasarkan catatan Badan Nasional penempatan dan perlindungan TKI hingga kini TKI non prosedural tercatat masih tinggi .

Dijelaskannya, TKI non prosedural atau ilegal sangat beresiko. Misalnya, seponsor atau calo bisa saja melarikan uang yang disetor TKI yang tertipu. Selain itu TKI bersangkutan tidak akan merasa aman karena tidak mendapat jaminan perlindungan di negara penempatan.

Sementara itu, direktur kerjasama dan verifikasi dokumen penempatan TKI Badan Nasional Penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( BNP2TKI ) Dr.Ir Haposan Saragih, M.Agr., menyebutkan, saat ini TKI asal Garut memang tidak seperti TKI dari daerah Pantura.

” Masyarakat beranggapan TKI itu identik dengan pekerja rumah tangga ( Pembantu ). Padahal TKI itu ada yang non formal dan formal. Pembatu rumah tangga itukan non formal. Namun demikian formal maupun Nonformal TKI tetap harus mengikuti aturan sesuai perundang undangan. Dengan diprakarsai Hj. Siti Mufattahah BPNP2TKI dapat memberikan sosialisasi peluang tenaga kerja ke Luar Negeri dan Migrasi Aman di Garut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala LP Ma’Arif, Dr. Ceng Hilman Basyari, menyampaikan apresiasiasinya. Menurutnya, kegiatan yang diprakarasai Hj. Siti Mufattahah dengan manggandeng BNPP2TKI dan BP3TKI Bandung tersebut sangat positif guna memberikan pemahaman terkait prosedur menjadi TKI.

“Atas nama warga Garut khususnya selaku Kepala LP Ma’Arif Garut menghaturkan terimakasih dan mendoakan agar Hj.Siti Mufattahah diberikan kesehatan dan lindungan Allah SWT. Hj.Siti Mufattahah adalah sesosok wakil rakyat yang dikenal dekat dan amanah,” tuturnya. (TAF Senopati/ Adv.)***

Mayjen TNI (Purn) Supiadin AS: “Hoax Sangat Berbahaya dan Dapat Memecah Belah NKRI”

MEMASUKI era teknologi digital, berbagai informasi dari media manapun begitu mudahnya didapat semua kalangan. Anak-anak, remaja tua dan muda menjadi objek produktif pangsa pasar informasi. Terlebih bermunculannya media sosial dengan segala ragam dan bentuknya. Hal ini tentunya harus disikapi dengan bijak, jangan sampai kita terjebak ke dalam informasi tidak jelas yang saat ini populer disebut “hoax”.

Demikian diungkapkan Danny Januar Ismawan yang merupakan Direktur Ekosistem BP3TI, saat menyampaikan materinya dalam sosialisasi Redesain USO yang digelar di Fave hotel Cimanuk, Kabupaten Garut, Sabtu (22/7/17).

“Bermunculannya beragam jenis media sosial ini tentunya harus disikapi dengan bijak.  Jangan sampai kita terjebak ke dalam informasi belum jelas,” ujar  Danny Januar.

Sementara itu, Mayjend TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra, yang merupakan Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem, yang diundang sebagai pemateri dalam kegiatan ini mengingatkan terkait bahaya “Hoax.” Menurutnya hoax itu berpotensi memecah belah NKRI.

“Hoax sangat berbahaya dan dapat memecah NKRI. Maka dari itu, kita harus teliti dalam menerima setiap informasi yang disampaikan Oleh orang lain. Terutama dalam media sosial,” tandasnya.

Sosialisasi Redesain USO yang digagas BP3TI ini sendiri merupakan seminar bertajuk “Bijak Menggunakan Media Sosial, Merajut Persatuan Menangkal Berita Hoax.” Selain Mayjend TNI (Purn) Supiadin AS dan Danny Januar Ismawan, panitia juga menghadirkan pemateri lainnya dari kalangan akademisi, yakni  Wawan Gunawan, seorang dosen komunikasi yang juga peneliti dibidangnya.

Acara yang digelar mulai pukul 08.00 WIB pagi ini diikuti dua ratusan peserta berlangsung kondusif dan khidmat. Para peserta yang didominasi kaum muda ini datang dari kalangan kalangan pelajar, mahasiswa dan organisasi kepemudaan (OKP) dari beberapa wilayah Kabupten Garut. (ER/Adv.)***

Hj. Siti Mufattahah Sosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

“Saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit.” Perubahan gaya hidup masyarakat di tengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakait (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir.  Penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), Tuberculosis (TBC), dan diare.

Namun sejak 2010 penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kencing manis memiliki profosi lebih besar di pelayanan kesehatan.  Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan, ” demikian di sampaikan oleh Kepala Sub Bidang Fasilitasi Pengembangan SDM Kesehatan pada Badan PPSDM Kesehatan, Welly Vitriawan, S.Kep.,M. Kep, pada kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat  Hidup Sehat (GERMAS) di GOR Sukapura Dadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (16/7/ 2017).

“Sumber daya yang di butuhkan untuk mengobati PTM selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang,” ujarnya.

Sementara itu politisi Partai Demokrat,  Hj.  Siti Mufattahah,  P. Si. M. B. A,  yang merupakan anggota DPR RI dari komisi IX dapil Jabar XI (Kabupaten Garut, Kabupaten- Kota Tasikmalaya), dalam acara ini juga tampil sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang diawali dengan makan buah bersama, senam bersama dilanjutkan dialog interaktif  bersama Hj.  Siti Mufattahah. Selain itu hadir juga  Plt. Sekda Kota Tasikmalaya Drs.Ivan Dicksan Hasannudin, M. Si., Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Uus Sukmara,  SKM,  M. Epid dan direktur Poltekkes Kemenkes, Tasikmalaya Hj. Betty Suprapty Skp. M. Kes.

Dalam acara ini juga dipandu oleh Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Dr. Hj. Atit Tajmiati. AM. keb. S. Kep.NS.Mpd.

Dalam pemaparan materinya, Hj. Siti Muffattahah mengajak agar masyarakat membudayakan hidup sehat dengan melakukan langkah kecil melalui perubahan ke arah yang lebih sehat. Karena itu, katanya GERMAS menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat.

“Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran,  kamauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaannya dimulai dari keluarga,  karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. Mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian,” paparnya.

Dijelaskannya, Program Germas meliputi kegiatan aktivitas fisik, mengkonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban secara benar.

Dipenghujung acara, kegiatan sosialisasi ini ditandai dengan penandatnganan komitmen mendukung gerakan masyarakat hidup sehat oleh semua peserta diawali oleh Hj. Siti Mufattahah. (TAF Senopati/Adv.)  ***

Anggaran Dinaikkan, Sosialisasi Pilkada Garut 2018 Asal-asalan

GARUT, (GE).- Proses Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada serentak 2018 yang akan dilangsungkan pemerintah pusat tahun depan, cukup menguras keuangan kas daerah, pemerintah daerah (Pemda) Garut. Estimasi biaya yang harus dikeluarkan pemerintah Garut untuk Pilkada tahun depan mencapai Rp 78 miliar.
 
Untuk menyiapkan hajatan demokrasi 5 tahunan itu, Pemkab Garut mesti menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan Pilkada Garut serentak 2018 yang berbarengan dengan Pemilihan Gubernur Jabar tersebut. Rencananya Pemda Garut akan dibantu keuangan dari provinsi Jawa Barat.
 
Namun meski anggarannya naik hampir dua kali lipat, banyak masyarakat yang masih buta akan digelar Pilkada serentak di Tahun 2018. Namun ada juga yang tahu akan ada pemilihan bupati dan wakil bupati di Garut melalui iklan yang dipasang oleh para calon.
 
“Abimah teu terang bakal aya pemilihan bupati deui. Memangna iraha kitu,” kata Enon (28) warga Kampung Keresek, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Garut, Senin (10/7/17).
 
Berita selengkapnya bisa dibaca pada edisi cetak Garut Express edisi 187. Bisa didapatkan di loper-loper koran di Kota Garut. (Reds)***

BNPB-BPBD Garut Kemas Sosialisasi dengan Pentas Seni Tradisi

GARUT, (GE).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Pemkab Garut dan BPBD Garut, baru-baru ini melaksanakan sosialisasi budaya sadar bencana.

Sosialisasi tersebut dikemas menarik melalui seni budaya dengan pagelaran Wayang Golek bersama Ki Dalang Opick Sunandar Sunarya. Acara yang digelar malam hari ini telah berlangsung di lapangan alun-alun Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/5/17).

Dalam sosialisasi ini, materi yang disampaikan terkait dengan potensi bencana di daerah Garut. Acara dikemas dalam bentuk tanya jawab, dongeng yang mudah diterima, diingat dan membuat anak-anak tertarik.

Dalam acara tersebut hadir Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Bupati Garut Rudy Gunawan, Kepala BPBD Garut Dadi, Muspika Kecamatan Bayongbong, dan ribuan warga yang antusias mengikuti acara.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, Garut merupakan daerah yang memiliki potensi bencana lengkap, mulai dari bencana banjir, longsor, gunung api, gempa bumi, kebakaran hutan, dan sebagainya.

“Maka dari itu kita harus meningkatkan kesiapsiagaan dan menumbuhkan kesadaran bencana. Melalui kesenian tradisional, dengan mudah masyarakat mendapatkan hiburan sekaligus edukasi bencana. Diharapkan dengan sosialisasi ini, budaya sadar bencana meningkat di masyarakat. Kita masih sering mengabaikan aspek risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Sutopo.

Sementara itu, dalam pidato sambutannya, Bupati Garut mengatakan, kegiatan  ini adalah inovasi dari BNPB. Dengan acara ini BNPB melakukan sosialisasi dengan kemasan berbeda kepada masyarakat bagaimana dalam rangka menghadapi bencana.

“Bagaimana sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat sendiri bisa menghindari hal-hal yang akan menimbulkan bencana. Misalnya terhadap penggunaan tanah dalam keadaan yang sangat labil, sehingga mereka juga bisa menghindari dan mengikuti program mitigasi bencana yang dilakukan oleh BPBD,” ungkap Rudy.

Dikatakannya, wayang golek merupakan bagian dari seni tradisi Jawa Barat yang sudah 30 tahun tidak digelar oleh masyarakat Bayongbong. Tak heran, masyarakat begitu antusias menyaksikan seni tradisi ini. Ribuan orang hadir memadati alun-alun Bayongbong.

“Saya harap masyarakat bisa memahami bahwa masalah yang berhubungan dengan bencana ini bisa dilakukan pencegahan. Juga bisa dilakukan penanganan bilamana terjadi bencana dengan SOP yang mungkin bisa dilakukan oleh masyarakat,”  pungkasnya.

Disela acara Kepala BNPB, Bupati Garut dan Kepala BPBD Garut memberikan santunan kepada 20 anak yatim. Pada sesi tersebut, anak-anak diberikan sejumlah pertanyaan, dan yang bisa menjawab diberikan hadiah menarik. (Hendra YG/GE)***

Editor: Kang Cep.

 

Irvan R Faza Ingatkan Pentingnya Ekonomi Umat Berbasis Syari’ah

GARUT, (GE).- Puluhan orang dari berbagai elemen masyarakat, tokoh masyarakat dan beberapa pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut, mengikuti sosialisasi tentang ekonomi keumatan berbasis sayri’ah.  Dalam acara yang digelar di gedung MUI Garut ini, Irvar R Faza yang merupakan pengusaha sekaligus tokoh muda Kabupaten Garut mejadi pemateri utama.

Selain memberikan materi, Irvan mengisahakan pengalaman dirinya sebagai pengusaha yang berhasil menerapkan sistem ekonomi berbasis syari’ah. Hingga saat ini Irvan masih eksis menerapkan sistem ekonomi syari’ah dalam pengelolaan usahanya.

“Tujuan sosialisasi ini tiada lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjalankan usahanya sesuai dengan suariat Islam, khususnya di Kabupaten Garut,” ucap Irvan, di hadapan sejumlah juru warta, Sabtu (6/5/17).

Irvan R. Faza, saat menyampaikan materinya di aula gedung MUI Garut, Sabtu (6/5/2017)/ Foto: Useu G Ramdani/GE.

Dalam kesempatan ini, Irvan mengingatkan akan pentingnya ekonmi berbasis syari’ah. Menurutnya, selama ini banyak masyarakat yang menjalankan usaha, baik usaha skala kecil, menengah ataupun skala besar. Namun sangat disayangkan dalam pengelolaannya jauh dari nilai-nilai syari’ah Islam.

“Jika konsep Islami tidak diterapkan dalam mengelola usaha, maka dalam usaha tersebut akan timbul niat-niat yang kurang baik. Misalnya,  ingin mendapatkan untung besar dengan cara menipu orang lain,” paparnya.

Dengan pengalaman dan ilmu yang dimilikinya, Irvan berharap masyarakat Garut bisa menerapkan sistem ekonomi syari’ah dalam pengelolaan usahanya.  Menurutnya, di Garut sendiri sebenarnya sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan dengan cara syari’ah.

“Untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, sebenarnya bisa memanfaatkan tekhonolgi yang ada saat ini. Seperti sistem trading online (perdagangan online/red.) dalam memasarkan produk yang kita miliki. Insya Allah, dengan sistem ini  pengelolaan usaha kita akan semakin mudah,” jelasnya.

Ditegaskannya, jika masyarakat Garut ingin mencoba menjalankan usaha dengan sistem trading online, dirinya siap membantu dan memberikan pelatihan. (Useu G Ramdani/Adv.)***

Editor: Kang Cep.

Untuk Mencegah Penyebaran Bakteri/Virus, Korem 062/Tn Gelar Cuci Tangan Massal

GARUT, (GE).- Korem 062/Tn bekerja sama dengan Rumah Sakit TK IV 03.07.04 Guntur, Garut, Jawa Barat,  menggelar sosialisasi cuci tangan secara massal, Jumat (17/3/17). Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Makorem 062/Tn di Jalan Bratayudha, setelah upacara bendera yang dipimpin langsung Danrem 062/Tn, Kolonel Inf. Joko Hadi Susilo, S.Ip.

Kegiatan cuci tangan massal yang diikuti anggota jajaran Korem 062/Tn tersebut, dimaksudkan untuk menjaga kebersihan tangan dalam pencegahan pengendalian infeksi (PPI).

Pada kesempatan tersebut, Karumkit TK IV Guntur Garut, Mayor Ckm. dr. Donny Equarianto, Sp.An, M.Kes, beserta tim perawat melaksanakan sosialisasi pentingnya kebersihan tangan dalam mencegah penyebaran bakteri/virus yang menyebabkan berbagai macam penyakit. Di antaranya untuk mencegah diare atau penyakit lainnya.

“Prosedur tindakan membersihkan tangan, bisa menggunakan sabun/antiseptik atau menggunakan cairan berbasis alkohol,” terang dr. Donny.

Lebih jauh, dr. Donny menjelaskan enam langkah dalam menjaga kebersihan tangan. Pertama, gosok kedua telapak tangan. Kemudian gosok punggung tangan dan sela-sela jari bagian luar dengan berlawanan arah secara bergantian. Lalu gosok sela-sela jari bagian dalam bergantian. Setelah itu, gosok punggung jari dengan gerakan setengah memutar bolak-balik. “Langkah kelima, gosok ibu jari dan sela jari telunjuk dan ibu jari bagian bawah dengan gerakan melingkar bergantian. Dan terakhir, bersihkan ujung jari dengan menggosokan ketelapak tangan secara melingkar,” jelasnya. (Penrem 062/Tn)***

Anggota KSPPS BMT CSI Mulai Paham Maksud dan Tujuan Dibentuknya Tim Restrukturisasi Dana

PERJUANGAN Tim restrukturisasi dana anggota KSPPS BMT CSI Sejahtera, mulai membuahkan hasil nyata. Sosialisasi tahapan pengembalian dana anggota yang ditujukan ke seluruh anggota KSPPS BMT CSI, melalui para kepala kantor cabang dinilai sangat tepat.

Jika saat pertama kali para anggota tim menyampaikan maksud dan tujuan ke beberapa tamu undangan yang terdiri dari para kepala kantor dan marketing. Saat itu menemui kendala yang cukup berat, namun ketika sosialisasi tersebut sudah berlangsung beberapa kali, kini para kepala kantor yang diundang ke gedung Pusdiklat CSI, di Jalan Raya Ponpes Kempek No.9, Desa Pegagan Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon itu, sudah terlihat paham maksud dan tujuan di bentuknya tim yang sudah mendapatkan SK dari pimpinan koperasi tersebut.

Suasana sosialisasi yang ke-empat kali berjalan kondusif. Bahkan beberapa tamu undangan yang hadir, sangat antusias terhadap seluruh anggota tim, dan mendukung kinerja tim dalam memperjuangkan nasib mereka.

Salah seorang tamu undangan asal Rajagaluh Majalengka, Eman Rukman, menuturkan, dirinya sudah tiga kali mengikuti sosialisasi tersebut. Dirinya mengaku sangat paham apa yang disampaikan oleh pimpinan koprasi yang kini tengah menghadapi proses hukum, yang di sampaikan oleh tim restrukturisasi.

“Kepada seluruh rekan-rekannya yang selama ini menjadi anggota koperasi, jika penasaran ingin mengetahui informasi yang dapat di percaya, datang saja ke Pusdiklat CSI. Agar mendapatkan informasi tentang langkah perusahaan dalam menyelesaikan permasalahan. Termasuk tahapan restrukturisasi dana anggota.” Ungkapnya.

Eman menambahkan, saat dirinya pertama kali menyampaikan apa yang disosialisasikan oleh tim kepada anggota di Majalengka, dirinya mendapat kendala dengan adanya protes dari beberapa anggota.

“Tetapi setelah berulangkali diberikan pemahaman, rekan-rekan di Majalengkapun perlahan mulai paham,” tandasnya.

Hal serupa dikatakan Dindin Heriana yang merupakan anggota koprasi aktif asal Karawang. Dikatakannya, sosialisasi ini secara langsung mendapat titik terang mengenai perkembangan perusahaan.

“Walaupun saat ini perusahaan sedang mendapatkan permasalahan, saya berharap agar KSPPS BMT CSI yang selama ini sudah memberikan manfaat kepada semua anggota bisa kembali berjalan. Mudah-mudahan KSPPS BMT CSI kembali berjaya hingga dunia berakhir,” katanya, seraya tersenyum.

Sementara itu, Ketua umum Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Al-Badar Perjuangan, Vinartie Sapta Arini, S.Sos, mengatakan, kondusifnya proses sosialisasi tersebut tak lepas dari kinerja tim yang solid.

“Kesadaran seluruh anggota adalah hal yang paling diharapkan, agar proses restrukturisasi dana anggota yang sedang diperjuangkan itu bisa segera selesai.” Tandasnya.

Vinartie menambahkan, saat diadakannya sosialisasi yang ke-empat, yang berlangsung pada Sabtu (11/02/2016) dan Minggu (12/02/2016), anggota yang hadir bahkan memberikan dukungan kepada tim dalam memperjuangkan nasib dana yang mereka simpan selama ini.

“Saat ini, seluruh kepala kantor tingkat Kabupaten dan Kecamatan sudah diundang. Dan tahap selanjutnya tim akan melakukan pemberkasan dan validasi data mengenai pilhan anggota yang tertera di dalam berkas formulir perjanjian yang harus mereka isi. Nantinya akan ada data berapa orang anggota yang akan mengambil dananya, dan berapa anggota yang akan meneruskan, dengan tata cara yang sudah di buat oleh pimpinan koprasi,” jelasnya. (Useu G Ramdani/ adv.)***

Uniga Persiapkan Alumninya untuk Mendapatkan Beasiswa LPDP

GARUT, (GE).- Dalam menyiapkan calon pemimpin dan profesional di masa depan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Menteri Keuangan, gencar melakukan berbagai sosialisasi di beberapa daerah, termasuk di Universitas Garut. Senin, (19/12/2016) .

Kegiatan yang diikuti oleh elemen mahasiswa dan dosen tersebut membahas tentang persiapan-persiapan yang harus ditempuh dalam mendapatkan beasiswa pendidikan oleh LPDP.

LPDP membuka beberapa program dalam menciptakan calon pemimpin masa depan diantaranya Program Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, dan Presidential Scholarship.

Direktur LPDP Eko Prasetyo mengatakan, LPDP berfokus kepada mengembangan kualitas sumber daya manusia di berbagai bidang yang menunjang percepatan pembangunan Indonesia.

“Nantinya bagi calon peserta beasiswa LPDP, diharapkan bisa mengambil program studi yang diperlukan atau luas pengaruhnya bagi kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.” Ungkapnya

Sementara itu Rektor Uniga Rektor Uniga Dr. Ir. H, Abdussy Syakur Amin M.Eng, menyambut baik program yang sudah mencetak 1600 alumni tersebut.

“Saat ini ada lima orang alumni kami yang mendapat beasiswa LPDP, di berbagai perguruan tinggi negeri diseluruh Indonesia dan di luar negeri,” jelasnya.

Lebih jauh Syakur menjelaskan bahwa Universitas Garut sangat menyambut baik program tersebut. Uniga saat ini sedang menmpersiapkan agar alumninya bisa mendapat kesempatan meraih beasiswa LPDP, termasuk mempersiapkan lab khusus Bahasa Inggris untuk menunjang kemampuan mahasiswa dalam menguasai bahasa asing.

Akbar Nikmatullah Dahlan, alumni peraih beasiswa LPDP di Birmingham Inggris mengatakan, kesempatan sangat terbuka bagi sarjana yang telah lulus strata satu (S1) terutama untuk beasiswa ke luar negeri, karena para peserta LPDP lebih banyak tersebar di Universitas dalam negeri.

“Mereka (LPDP) menilai cukup komprehesif, tidak hanya melihat dari besarnya IPK saja, tapi ada sisi lain yang mereka nilai, seperti pelayanan kita terhadap masyarakat, aktif dalam organisasi dan soft skill lainnya” Ungkap laki-laki berdarah Garut tersebut.

LPDP ditetapkan sebagai organisasi dan sebuah lembaga oleh Menteri Keuangan melalui Pelaturan Menteri Keuangan (PMK), Nomor 252/PMK.01/2011 tanggal 28 Desember 2011.

Melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 18/KMK.05/2012 tanggal 30 Januari 2012, LPDP ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola keuangan Badana Layanan Umum. (Sidqi Al Ghifari)***

Editor: Kang Cep.