Wabup Sambut Tahun Baru Hijriyah di SMKN VIII Garut

GARUT, (GE).- Rabu tanggal 20 September, boleh dibilang hari yang spesial buat semua siswa dan guru di SMKN VIII Garut yang berlokasi di Kecamatan Selaawi. Pasalnya, hari itu mereka mendapat kunjungan dari wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman. Kedatangan wabup Garut beserta rombongan tersebut, untuk menghadiri undangan dari pihak SMKN VIII Garut dalam acara peringatan tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah.

Kepala sekolah SMKN VIII Garut, Hendri Wiradinata, mengatakan, hal ini bisa dibilang sesuatu yang baru dan sangat spesial. Karena dal kesempatan sebelumnya, tidak pernah ada pejabat, terlbih setingkat wakil bupati yang bersedia datang ke SMKN VIII.

“Ini moment spesial saya kira, sebelumnya belum pernah ada pejabat, apalagi setingat wakil bupati hadir di sekolah kami yang nota bene termasuk dalam wilayah perbatasan Kabupaten Garut. Tentu saja, semua siswa dan guru serta orang tua siswa yang hadir dalam acara tersebut menyambut antusias kedatangan pak Helmi Budiman. Walaupun sedikit terlambat, kami semua sangatlah senang dengan kedatangan pak wabup yang sudi bersilaturahmi dengan kami,” ungkap Hendri, Rabu (20/09/2017).

Setelah selesai membuka acara peringatan 1 Muharram, Helmi mengatakan bangga melihat perkembangan SMKN VIII Garut. Walaupun posisinya jauh dari pusat keramaian kota, tapi SMKN VIII Garut bisa terus eksis dalam upaya meningkatkan pendidikan di Kabupaten Garut.

“Ya, saya bangga dengan eksistensi dan perkembangan SMKN VIII ini. Hanya saja, ada beberapa fasilitas di sini yang perlu ditambah, salah satunya pagar sekolah,” katanya.

Wabup mengatakan, pagar sekolah merupakan fasilitas yang sangat penting. Karena, jika belum terpasang pagar, guru akan sedikit kesulitan dalam memantau aktivitas anak didiknya.

“Oleh karena itu, saya sebagai wakil Bupati Kabupaten Garut, akan segera melakukan komunikasi dengan dinas terkait. Supaya fasilitas di SMKN VIII Garut khususnya pagar sekolah yang belum ada ini bisa terpasang, sehingga semua unsur di SMKN VIII Garut bisa lebih konsentrasi dalam kegiatan belajar mengajarnya. Mudah-mudahan dengan kunjungan saya kali ini, komunikasi antara pemerintah dengan semua unsur masyarakat bisa terus terjalin dan tentunya membuahkan hasil yang positip,” tutur Helmi. (Useu G Ramdani)***

SMKN Vlll Garut Siap Sukseskan Program PJJ

GARUT, (GE).- Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) Vlll Garut, saat ini tengah mempersiapkan realisasi program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Program yang tujuannya untuk meningkatkan tarap pendidikan dan memperluas keterjangkauan pendidikan bagi masyarakat tersebut, akan mulai di laksanakan di tahun ajaran 2017-2018.

Secara tekhnis, pola belajar mengajar PJJ ini, memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan sistem yang diterapkan dalam sekolah reguler. Tetapi itu semua hanya pola belajar mengajarnya saja yang agak berbeda. Secara umum, isi dari pelajarannya masih sama seperti yang diajarkan di sekolah reguler.

Menurut kepala sekolah SMKN Vlll Garut, Hendri Wiradinata, program Pendidikan Jarak Jauh ini merupakan program baru yang digulirkan oleh pihak provinsi. Di Kabupaten Garut sendiri, program PJJ ini akan dilaksanakan oleh 14 SMK Negri, termasuk SMKN Vlll Garut, yang berlokasi di Desa Pelitaasih, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Selama ini Hendri dikenal sebagai salah seorang kepala sekolah di Garut yang cakap berbahasa Inggris. Menurut Hendri, data calon peserta didik PJJ di SMKN Vlll akan diketahui setelah pihak sekolah melakukan pendataan langsung ke masyarakat.

“Oleh karena itu, keterlibatan pihak pemerintah desa pun sangat diperlukan. Semua itu merupakan salah satu hal baik bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan belajar. Kami berharap masyarakat bisa mendukung program ini, agar berjalan dengan lancar,” tuturnya, Selasa (18/07/2017).

Sementara itu, Kepala program tekhnik komputer dan jaringan SMKN Vlll Garut, Uden Hasan Jalaludin, mangatakan, setelah nanti mendapatkan data peserta didik PJJ. Peserta didiknya diutamakan anak yang putus sekolah tingkat SMA dan yang sekolah sampai tingkat SMP, langkah selanjutnya ialah membentuk kelompok belajar.

“Tetapi,sasaran peserta didik yang bisa mengikuti program PJJ ini, dibatasi usia. Batas maksimal usia yang boleh ikut ialah warga yang masih berumur 21 tahun ke bawah. Yang usianya diatas 21 tahun di sarankan mengikuti program kejar paket C saja. Khusus untuk SMKN Vlll Garut, wilayah sasaran peserta didik meliputi 2 kecamatan. Diantanranya Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut dan Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang,” urainya.

Dijelaskannya, untuk setiap sekolah yang ditunjuk menyelenggarakan PJJ, diberikan kuota peserta didik, sebanyak 30 orang per satu kelompok belajar. Satu sekolah induk, boleh membentuk 5 kelompok belajar.

“Waktu kegiatan belajar siswa-siswi program PJJ itu minimal satu bulan sekali. Maksimalnya 1 minggu sekali. Tetapi, materi pembelajaran akan selalu diberikan setiap hari melalui fasilitas internet,” ungkapnya.

Dikatakannya, rencananya untuk setiap kelompoknya akan diberikan 5 laptop dan jika anggarannya mencukupi, siswa-siswi PJJ ini akan dilengkapi smartphone. Sementara itu, peserta kelompok belajar yang sudah memilih jurusan yang di tawarkan oleh pihak sekolah induk.

“Dan akan mendapat bimbingan dari tutor yang didatangkan dari sekolah induk. Selain tutor materi pelajaran, merekapun akan melakukan belajar praktek langsung sesuai jurusan,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk tutor kerja praktek, pihak sekolah akan mendata beberapa tempat bengkel yang ada di sekitar wilayah kecamatan. Kemudian para tutor juga akan mendapatkan honorarium.

“Yang tak kalah penting, semua calon peserta didik yang akan ikut dalam program PJJ, tidak dipungut biaya apapun,” ujar Uden. (Useu G Ramdani)***