SMP dan SMK Persada “Ngaruat Jeung Ngarawat Gunung Cikuray”

BAYONGBONG, (GE).- Kejadian Banjir Bandang yang diakibatkan meluapnya Sungai Cimanuk menjadi bencana terbesar yang pernah terjadi di Kabupaten Garut. Salah satu penyebabnya disinyalir telah terjadi kerusakan hutan di area hulu Sungai Cimanuk akibat alih fungsi lahan hutan lindung dan penyalahgunaan area hutan konservasi.

Seperti halnya yang terjadi di Gunung Cikuray. Sebagian besar lahan hutan lindung di gunung ini kritis akibat perambahan dan alih fungsi. Hal tersebut mengundang keprihatinan organisasi pemerhati lingkungan Wahana Cinta Hutan Persada sehingga melakukan penanaman 1000 pohon di sana.

Ketua Wahana Cinta Hutan Persada, Iman Tasdik mengatakan, kegiatan penanaman pohon tersebut sebetulnya bukan kali pertama dilakukan di Cikuray. Sejak tahun 2003 bersamaan didirikannya SMP Persada, ia bersama dengan elemen masyarakat pecinta lingkungan dan siswa sekolahnya sudah melakukan konservasi lahan kritis di beberapa titik di Cikuray.

“Sejak tahun 2003 kami anak desa bersama Wahana Cinta hutan Persada, siswa/i SMP dan SMK Persada sudah bertindak nyata dengan melakukan penanaman pohon di lahan2 kritis secara swadaya dan berkelanjutan,” kata Iman Tasdik yang juga kepala SMK Persada Bayongbong disela acara, Minggu (30/10/2016).

Dengan mengusung tema Ngaruat jeung Ngarawat Gunung Cikuray, Wahana Cinta Hutan Persada bekerjasama dengan pemerintah Desa Pamalayan, Muspika Kecamatan Bayongbong dan ratusan aktivis lingkungan. Kegiatan tesebut secara simbolis Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar memberikan bibit pohon kepada siswa SMP Persada, dan peserta penanaman pohon dari berbagai elemen pecinta lingkungan di komplek SMP dan SMK Persada Bayongbong.

“Alhamdulillah pada kesempatan kali ini penanaman pohon di area kritis Cikuray di pimpin dan dihadiri langsung oleh Pa Wagub, H. Deddy Mizwar yang berkenan berkunjung dan membuka secara resmi kegiatan ini. Kehadiran beliau menjadi motivasi dan semangat bagi kami kian bertambah untuk terus konsisten dalam upaya pelestarian dan menjaga keseimbangan alam,” ungkap Herdy Mulyana, Kepala SMP Persada Bayongbong.

Pada acara penanaman 1000 pohon tersebut turut hadir Bupati Garut Rudy Gunawan unsur SKPD Garut, Muspika Kecamatan Bayongbong serta tokoh Masyarakat. (Agus Muhram)***

Editor: Kang Cep.

Peduli Koban Banjir Cimanuk, Pelajar SMP- SMK Persada Galang Dana dari Tiga Desa

BAYONGBONG,(GE).- Lain hal dengan ulah segelintir orang yang malah mengolok-olok kejadian bencana banjir bandang yang melanda sedikitnya 7 kecamatan di kabupaten Garut merenggut korban jiwa, Selasa malam (20/09/2016).

Kegiatan positif yang patut diapresiasi dilakukan oleh puluhan siswa SMP dan SMK Persada yang berlokasi di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Sebagai wujud kepeduliannya pada sesama, para pelajar ini melakukan penggalangan dana di 3 desa, yang meliputi Desa Pamalayan, Ciburuy dan desa Cintanagara kecamatan Bayongbong.

Saat melakukan aksi solidaritasnya, puluhan 80 siswa/i yang merupakan anggota OSIS dan Pramuka itu dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang berkeliling ke setiap rumah warga untuk mengumpulkan sumbangan dari warga.
Salah seorang siswa SMK Persada Bayongbong, Wanda mengataka, Ia bersama teman-temannya tergerak untuk melakukan penggalangan dana setelah melihat broadcast di media sosial miliknya tentang bencana banjir bandang di Garut

“Kita baca berita di BBM soal banjir di Garut, kita juga sempet kesel baca pesan BC (broadcast) soal orang yang malah kesannya gembira dan ngebecandain bencana. Dari situ setelah mengobrol dengan yang lain semuanya setuju untuk melakukan penggalangan dana. Semoga saja hal kecil yang kita lakukan ini bisa bermanfaat bagi para korban,” tutur Wanda di sela kegiatan amal penggalangan dana di halaman salah seorang warga Desa Pamalayan, Rabu sore (21/09/2016).

Sementara itu, kepala SMK Persada Bayongbong, Iman Tasdik mengatakan jika kegiatan amal tersebut merupakan inisiatif siswa sekolah yang ia kepalai itu. Ia pun mengapresiasi dan mendukung kegiatan amal anak didiknya dengan memfasilitasi para siswa untuk langsung memberikan bantuan yang sudah terkumpul langsung ke posko bencana hingga diterima para korban.

“Kegiatan amal itu murni inisiatif siswa, kami sangat mengapresiasi sekaligus bangga ternyata di usia muda mereka sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi. Nantinya semua bantuan berupa uang dan pakaian atau segala bentuk sumbangan yang sudah terkumpul akan diberikan secara langsung ke posko-posko bencana yang sudah ad. Pihak sekolah akan fasilitasi para siswa agar mereka bisa secara langsung memberikannya sendiri kepada para korban,” ungkap Iman Tasdik yang dikenal fans berat Iwan Fals ini.

Puluhan siswa SMP dan SMK Persada Bayongbong melakukan kegiatan amal penggalangan dana dan mengumpulkan sumbangan dari warga selepas jam pelajaran sekolah selesai. Berdasarkan pantauan “GE”,mereka terlihat masih semangat berkegiatan hingga menjelang magrib. (Agus Muhram)***