Alhamdulillah…, Ruang Kelas SMAN 30 Garut Akhirnya Mulai Dibangun Besok

GARUT, (GE).- Sekian bulan lamanya menunggu, akhirnya para pelajar dan pengelola SMAN 30 Garut Murid SMAN 30 Garut bisa bernafas lega.Para pelajar dan pendidik di SMAN kawasan Kecamatan Cihurip Garut ini tentu bersyukur dengan adanya kabar kepastian bahwa ruang kelas yang telah ambruk tersebut akan segera dibangun kembali.

Kepastian pembangunan ruang kelas baru ini disampaikan oleh Kepala SMAN 30 Garut, Dede Kustoyo. Ditegaskannya, perbaikan ruang kelas yang rusak dapat dimulai hgar Rabu, (26/7/17), besok. Kepastian pembangunan ruang kelas ini ditandai dengan cairnya anggaran perbaikan oleh Pemerintah Provinsi Jabar ,Kamis pekan lalu.

“Insya Allah, kita mulai pembangunan rehab kelas esok hari Rabu (26/7/17). Dana bantuan sudah cair, kami lagi kumpulkan material. Dananay sudah cair hari Kamis (pekan lalu) sesuai kami ajukan di kisaran Rp 334 juta sekian untuk perbaikan tiga ruang kelas,” katanya, Selasa (25/7/17).

Sementara itu, terkait kondisi sekolah saat ini, diakuinya masih menggunakan tenda untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pagi tadi tenda memang sempat mengalami kerusakan akibat diterpa angin.

“Ya, kena angin rusak, sekarang diperbaiki BPBD dan warga. Rusak tadi pagi setengah 9, tapi sudah diperbaiki. Bukan roboh tapi hanya goyang saja,” tukasnya.

Sebelumnya, tiga ruang kelas mengalami kerusakan akibat diterpa angin kencang pada April lalu. Aspirasi murid agar perbaikan sekolah dilakukan akhirnya terkabulkan usai mengadakan aksi unjuk rasa. (Tim GE)***

Tak Tahan Belajar di Tenda Darurat, Beberapa Pelajar SMAN 30 Garut Muntah-muntah dan Pingsan

GARUT, (GE).- Sejumlah pelajar di SMAN 30 Garut, Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut sudah hampir lima bulan terpaksa belajar di tenda darurat. Akibat kondisi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tidak kondusif, sejumlah pelajar tampaknya tak tahan dengan cuaca panas, akibatnya beberapa orang pelajar mengalami muntah-muntah hingga pingsan.

Salah staf pengajar di SMAN 30, Deni, menyebutkan sedikitnya ada lima orang anak didiknya yang pingsan akibat tak tahan dengan cuaca panas, karena harus belajar dalam tenda darurat. Menurutnya, kelima orang pelajar yang tak takah dengan kondisi panas tersbeut diantaranya siswa kelas  X dan XI. Para siswa tiba-tiba muntah-muntah kemudian pingsan sekira pukul 13.30 WIB.

Seorang pelajar SMAN 30 Garut muntah-muntah dan pingsan, akibat tak tahan panas terik matahari, saat belajar di tenda darurat, Senin, (24/7/17)***

“Ya, mungkin tak tahan dengan cuaca panas, Apalagi anak anak harus belajar di tenda darurat, ” kata Deni, Senin (24/7/2017).

Kondisi keterbatasan belajar ini dikeluhkan para guru dan anak didiknya. Para guru khawatir dengan kesehatan para pelajar jika terus terusan harus belajar di tenda darurat.

“Sekarang KBM kan jam 14.45. Saat siang tentu kondisi tenda sangat panas dan cukup mengganggu belajar anak anak (siswa/red.),” katanya.

Diharapkannya, perbaikan ruang kelas di SMAN 30 Garut segera dilakukan. Sepekan memasuki tahun ajaran baru, bangunan ruang kelas yang ambruk beberapa waktu yang lalu, hingga saat ini belum kunjung diperbaiki.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, sebelumnya telah berjanji akan segera membangun kelas di SMAN 30 Garut. Bahkan pihaknya mengaku sudah menyiapkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK).

Menurutnya dana pembangunan sudah dialokasikan dan tinggal menunggu pencairannya saja. Rencananya pada bulan ini (Juli 2017) akan ada pencairan tahap awal sebesar 40 persen. Dijelaskannya, nantinya bangunan akan dilakukan rehab terlebih dahulu karena dianggap darurat. (Tim GE)***

BREAKING NEWS: Diguyur Hujan Deras, Atap Gedung SMAN 30 Cihurip Ambruk

GARUT, (GE).- Selama hampir tiga jam lebih hujan deras mengguyur kawasan Garut Selatan. Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi ini berdampak pada ambruknya salah satu bangunan sekolah di kawasan Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (4/4/17).

Salaha satu bangunan sekolah yang terkena dampak dari derasnya hujan ini adalah SMAN 30 Garut yang berlokasi di kawasan Kecamatan Cihurip. Menurut Camat Cihurip, Asep Harsono HS, S.Sos, ambruknya atap gedung SMAN 30 ini terjadi sekira pukul 15.30 WIB, setelah sebelumnya kawasan Cihurip diguyur hujan deras selama hampir tiga jam. Akibat kejadaian ini 3 lokal kelas tidak bisa digunakan kegiatan belajar.

“Ya, SMAN 30 Garut di Cihurip ambruk. Atap bangunannya kemungkinan tidak kuat menahan  beban air hujan. Kejadianya pukul 15.10 WIB. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Karena memang saat kejadain kan sore hari, di sekolah sedang sepi tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkapnya.

Dikatakannya, jika dilihat dari konstruksi bangunan, memang gedung SMAN 30 ini masih tampak baru. Jadi belum terlalu lama dibangun.Namun karena diduga kualitas material bangunannya yang di bawah standar, sehingga atap bangunan ini tidak begitu kokoh.

“Kemungkinan karena kulaitas material bangunannya di bawah standar. Sehingga bangunan SMAN 30 ini rapuh. Padahal jika dilihat dari kondiri bangunannya memang belum lama didirikan,” jelasnya.

Asep berharap, bangunan SMAN 30 ini segera direhab oleh pihak terkait. Rencananya, untuk keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa SMAN 30 akan direlokasi ke tempat baru dengan fasilitas RKB dari provinsi.

“Mohon do’anya saja dari semua. Nanti bilamana dibangun lagi tolong pada molototan pemborongna!” tandasnya. (ER)***

Editor: Kang Cep