Hj. Siti Mufattahah Tinjau Langsung Pembangunan Masjid di Cianten Selaawi

SEOLAH tak kenal lelah, Anggota DPR RI Partai Demokrat Hj. Siti Mufattahah PSi,  MBA., terus intens melakukan kunjungan dan bersilaturahmi dengan warga Garut. Yang terbaru, Hj. Siti menemui jamaah masjid  di Kampung Cianten, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Bagi Hj. Siti Mufattahah, berbagai kunjungan yang dilakukannya di sejumlah tempat di daerah pemilihannya ini merupakan bagian dari pengabdiannya kepada amsyarakat.  Seperti diketahui politisi Partai Demokrat ini merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Garut dan Kabupaten/ Kota Tasikmalaya.

Menurutnya,  bila tidak turun langsung bersentuhan dengan warganya bagaimana mungkin dapat mengetahui kondisi dan aspirasi rakyatnya. Sedangkan ia adalah wakil mereka di parlemen. Untuk itulah, ia berupaya untuk bisa mengunjungi dapilnya satu persatu, termasuk  menemui Cianten Selaawi.

Rombongan Hj. Siti Mufatahah sendiri tiba di kawasan Kampung Cianten sekira pukul 16.00 WIB dengan didampingi  Tim BSM.  Hj. Siti menyampaikan rasa syukurnya bisa meninjau langsung pembangunan masjid Cianten di Selaawi.

Sementara itu, Dian, salah seorang warga Cianten mengaku seang bisa bersua dengan salah seorang wakil rakyat yang dikenal peduli dan ramah terhadap warga Garut. “Alhamdulillah,  akhirnya kami bisa bertemu dengan Ibu Hajjah (Siti Mufattahah) kebetulan  warga tengah membangun mesjid,” ungkapnya.

Ungkapan senada disampaikan Farhan, yang juga warga Cianten. Dirnya menyampaikan terima kasih secara khsusus kepada Hj. Siti Mufattahah yang telah berkenan mengunjungi Kampung Cianten.

“Memang kami sudah lama menanti kunjungan ibu (Hj. Siti Mufattah). Namun baru kali ini bisa terelaisasi. Kami memaklumi, karena mungkin padatnya agenda beliau.  Atas doa dan materi yang disampaikan untuk terselesaikannya pembangunan masjid Cianten dari ibu, kami haturkan teimakasih. Semoga ibu Hj. Siti Mufattahah senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan serta rizki yang barokah. Dan dapat mengemban amanah kembali sebagai wakil rakyat di  DPR RI,” ungkapnya.  (TAF Senopati/ Adv.) ***

Peduli Santri dan Yatim Piatu, Hj. Siti Mufattahah Sumbangkan Seratus Ekor Hewan Kurban

GARUT, (GE).- Iedul Adha merupakan momentum untuk berbagi terhadap sesama. Pada kesempatan Iedul Adha 1437 H (2016) sedikitnya seratus ekor hewan korban didistribusikan ke berbagai pelosok Kabupaten Garut dan Jawa Barat. Hewan kurban yang didistribusikan ke sejumlah wilayah Garut ini merupakan sumbangsing dari Hj.Siti Mufattahah, Psi., MBA,. Yang merupakan salah seorang anggota Komisi IX, DPR RI, Fraksi Partai Demokrat.

Hj. Siti Mufattahah menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaanya, karena telah bisa berbagi kepada sesama. Menurutnya, sumbangsing yang diberikan ini tidak seberapa memang, jika dibandingkan dengan berbagai kenikmatan yang telah Allah berikan .

“Alhamdulillah, sebenarnya seumbangsing ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan kenikmatan yang Allah berikan kepada saya. Mudah mudahan ini bernilai ibadah sebagai rasa sykur ke hadirat Allau’ rabbi,” tuturnya, saat dihubungi melalui telfon selulernya. Ahad ( 11/09/2016).

Diakuinya, pada momentum Iedul Adha 1437 H ini, ia merasa bahagia yang tak terhingga karena bisa berbagi dengan saudara saudara, anak –anak santri, yatim iatu, pakir miskin, jamaah majelis ta’lim. serta para guru honorer .

“Saya harap, pemberian hewan kurban kepada para santri, yatim piatu, yang sedang menuntut ilmu dipesantren ini dapat meningkatkan gizi nya. Insya Allo, dengan gizi tinggi bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan. Para santri, atau pakir miskin mungkin jarang menikmati daging, karena itu berbagi dengan mereka merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Saya juga mohon maaf, jika tahun ini ada sebagian yang belum kebagian hewan kurban, Insya Allah ke depan saya usahakan untuk bisa berbagi lagi,” Ungkapnya.

Ditempat terpisah, Ketua Majelis Ta’lim Pemuda Nurul Huda Kampung Legok 2, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Dodo Karman , mengaku merasa bahagia mendapatkan bantuan hewan kurban dari ibu Ibu Hj.Siti Mufattahah .

“Bahagia tentunya, atas nama warga di sini saya haturkan terima kasih kepda ibu (Hj. Siti Mufattahah). Jarang-jarang angota DPR yang sudah duduk manis di Senayan ingat pada warganya. Ibu Hj.Siti memang perlu dicontoh, dan pantas menjadi panutan. Mudah-mudahan segala amal ibadahnya mendapatkan ganjaran dari Alloh SWT,” kata Dodo, sumringah. (TAF. Snopati)***

Hj.Siti Mufattahah Serap Aspirasi Bobotoh Raider Persib

LEUWIGOONG, (GE).- Anggota DPR RI komisi IX fraksi Partai Demokrat asal daerah pemilihan Jawa Barat XI, Hj. Siti Mufattahah menggelar rapat dengar pendapat bersama komunitas pendukung Persib Bandung “Bobotoh Riders Persib”. Acara tersebut digelar di Pondok Pesantren Nurul Amin, Senin (30/05/2016 ).

Bobotoh Riders Persib ranting Limbangan itu, mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Hj. siti Mufattahah. Selain itu, mereka juga tengah melakukan kegiatan bhakti sosial kepada warga yang ada di Kecamatan Leuwigoong.

Dikatakan Sekretaris Bobotoh Riders Persib, Alvian, lahirnya Bobotoh Riders Persib khususnya Ranting Limbangan dan Leuwigoong bukan saja hanya menggelar aksi nonton Persib di lapangan. Namun komunitas ini lebih banyak melakukan aksi sosial semacam berikan santunan dan kegiatan lainnya.

“Kegiatan bhakti sosial merupakan ciri khas organisasi Bobotoh Riders Persib Ranting Limbangan,” katanya.

Untuk meningkatkan soliditas antar bobotoh dan meningkatkan nasionalisme di kalangan anak muda, maka semua anggota Raider Persib ranting Limbangan diwajibkan mengikuti RDP empat pilar kebangsaan bersama Hj. Siti Mufattahah. Diharapkan semua anggota Raider Persib bisa mengaplikasikan materi yang telah disampaikan Hj. Siti Mufattahah dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Hj. Siti Mufattahah ditemui usai kegiatan menjelaskan, menurutnya Bobotoh Riders Persib menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan kaula muda tersebut. Pada kegiatan tersebut, bobotoh berbaur dengar warga Leuwigoong dalam kegiatan bhakti sosial dan RDP.

“Pada umumnya mereka sedang belajar berorganisasi. Jadi semuanya harus dirangkul dan diluruskan. Tujuannya agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang tidak diinginkan,” ucap Siti, Senin (30/5/2016).

Munculnya, prilaku penyimpangan di kalangan remaja, bermula dari lemahnya pemahaman mereka terhadap empat pilar kebangsaan. Bahkan banyak juga remaja yang telah meninggalkan makna-makna yang terkandung dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Jika masyarakat sudah terbiasa dengan pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, tentu masyarakat atau Pemuda tau bagaimana berprilaku yang baik dalam berbangsa.

Menurutnya, pemahaman dan komitmen kebangsaan harus terimplementasi dalam kehidupan masyarakat. Dinamika dan fenomena yang terjadi di masyarakat saat ini merupakan cermin dari karakter dan kualitas wawasan kebangsaan masyarakat Indonesia.

“Sesungguhnya kita sedang terancam oleh pergaulan para remaja, misalnya fenomena penyalahgunaan narkoba. Saya yakin, jika generasi muda diperhatikan dan diberi pemahaman yang benar tentang berbangsa dan bernegara kepedulian mereka pun akan tumbuh kembang,” pungkasnya. (Taf Senopati) ***

Hj. Siti Mufattahah Ajak Para Pelajar Pahami 4 Pilar Kebangsaan

LEUWIGOONG, (GE).- Setelah sukses menggelar Pelatihan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), pascaujian nasional (UN) Hj. Siti Mufattahah ,Psi, MBA kembali menyambangi para pelajar di SMK IT Nurul Amin atau Nurul Amien Boarding School yang berlokasi di kawasan Garut utara.

Dalam kegiatan kali ini, politisi dari Partai Demokrat yang akrab dengan berbagai kalangan ini menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan khusus bagi pelajar setingkat SMA. Ratusan perwakilan pelajar se Kabupaten Garut tampak antusias mengikuti acara di Kampus SMK IT Nurul Amin, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (19/04/2016).

Ketua OSIS SMK IT Nurul Amin, Arif Rahman menuturkan, bahwa, Empat Pilar Kebangsaan sangat penting untuk pemahaman para pelajar setingkat SLTA. Dalam Empat Pilar sendiri terkandung makna Garis Garis Besar Haluan Negara (GBHN), Pancasila sebagai filosofis Bangsa Indonesia serta pemahaman Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

“Saya kira pemahama 4 pilar ini sangat penting untuk teman teman pelajar. Terjadinya kasus tawuran antara pelajar yang marak terjadi ahir-ahir ini, salah satunya disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk hidup bersama sebagai warga Negara.” Ungkapnya.

Sementara itu, Pembina OSIS SMK IT Nurulamin, Syarif Hidayat, S.Pd menegaskan mengingat pentingnya pemahaman bernegara untuk kaum pelajar, maka kegiatan seminar Empat Pilar kebangsaan bagi pelajar perlu terus digencarkan .

“Untuk itu, kami melalui Kepala SMK IT Nurul, Bapak Amin H.Makmol Arif, M.Pd terus menjalin kerjasama dengan ibu (Hj.Siti Mufattahah/ red) yang memang selalu siap setiap saat bila dibutuhkan, khusus di Dapil (Daerah pemilihan)-nya.” Tuturnya.

Anggota DPR /MPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat, Hj.Siti Mufattahah, Psi MBA, menyebutkan, tujuan seminar tersebut, diantaranya untuk menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui pendidikan, dalam perspektif ideology Negara, kehidupan beragama, sosial, budaya, hukum, politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan secara lebih konkrit, implementatif,dan oprasional.

“Dengan memberikan pemahamaman Empat Pilar itu, diharapkan dapat meredam angka tawuran yang makin marak ahir-ahir ini. Melalui pemahaman konsep Empat Pilar pada para pelajar ini diharapkan dapat langsung diimplemantasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” Ungkap Hj. Siti, seraya menebar senyum ramahnya.

Dikatakannya, MPR RI akan terus melaksanakan sosialisasi Empat Pilar ini kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tercipta kesepahaman bersama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. (TAF Senopati)***

Ratusan Kader Demokrat Garut Hadiri Seresehan di MPR RI

JAKARTA, (GE).- Ratusan kader Partai Demokrat dari Davil Jabar XI yang meliputi Kabupaten Tasik, Kota Tasik dan Kabupaten Garut antusias mengikuti Saresehan di Gedung MPR RI, Selasa, (8/12). Acara yang digagas oleh Fraksi Demokrat DPR RI itu mengusung tema “Kajian Penataan Sistem Ketatanegaraan : GBHN Atau Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional”.

Siti Mufattahah, P.Si sendiri selaku Wakil Bendahara Fraksi Demokrat DPR RI, satu hari sebelumnya telah menyiapkan bis-bis besar beserta logistiknya untuk pemberangkatan kader Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar XI yang terdiri dari pengurus tingkat cabang, kecamatan dan ranting.

Acara yang dilaksanakan mulai pukul 10 hingga 14.00 Wib tersebut menghadirkan 5 orang pemateri dari anggota DPR RI Fraksi Demokrat. Ada hal yang menarik saat H. Yusyus K, M.Si (anggota MPR RI) selaku pemateri pertama menyampaikan pengalaman orasinya di kampus Bandung mengenai GBHN.

“Saya sangat terkejut, saat memberikan makalah dihadapan peserta yang terdiri dari 90 persen bergelar Doktor dan 10 persen bergelar sarjana (S1), ternyata masih banyak yang tidak mengetahu tentang perubahan GBHN. Selama ini ternyata mereka tidak tahu, peran GBHN telah dihapus dan kini diganti dengan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,” ungkapnya.

Dalam sesi berikutnya, ratusan kader demokrat mendapat penjelasan pula secara ringkas namun komperhensif dari Siti Mufattahan selaku Wakil Bendahara DPR RI. Politisi yang rajin blusukan ini juga tak lupa turut menyapa para pengurus dan kader partai dengan yel-yel semangat “Demokrat Jaya, SBY Yes”.

Menurutnya, UUD 45 dalam waktu relatif singkat (1999-2002), telah mengalami 4 kali perubahan. Dengan Amandemen UUD 45 telah terjadi perubahan dalam pengelolaan pembangunan yang sebelumnya bersifat top down bukan button up (semua kebijakan daerah ditentukan oleh pemerintah pusat).

“Saya yakin, materi tentang GBHN ini sebagai barang baru. Betapa tidak, bapak-bapak, ibu-ibu yang berasal dari perkampungan sudah terbiasa disibukkan dengan aktifitas sehari-hari seperti nyangkul, berkebun dan lainnya. GBHN adalah produk orde baru dan sistem sekarang sifatnya dari bawah yakni menyerap aspirasi masyarakat seperti musrembang,” pungkasnya.(Syamsul/Useu)***

Anggota DPR-RI dari Komisi IX Wakili SBY Hadiri Undangan Tharikot Tijaniyah

SAMARANG,(GE).- Intensitas silaturrahmi ke Kabupaten Garut terus ditunjukan Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat DPR/MPR RI, Dra. Hj. Siti Mufattahah, Psi, MBA . Hari ini, Minggu (29/11/2015) Ia kembali menyambangi sejuknya Kota Intan untuk memenuhi undangan keagamaan bertajuk Idul Khotimi Tharikot Tijaniyah di kawasan Kecamatan Samarang.

Dalam kunjungannya kali ini, boleh dibilang agak spesial, pasalnya, secara resmi ia mewakili Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Disamping itu, seperti biasa ia juga menyempatkan menggelar bhakti sosial berupa layanan kesehatan gratis kepada ribuan Jemaah Tharekot Tijaniyah yang saat itu datang dari hampir seluruh pelosok nusantara.

Dalam gelaran ini ribuan jamaah hadir, bahkan ada juga jamaan yang datang dari sejumlah negara sahabat, semisal Sinegal, Mesir, Maroko serta Aljazair, dan juga dari Negara tetangga Malaysia.

Pada saat bersilaturrahmi dengan jamaah Tijaniyah di bilangan Kecamatan Samarang ini, ia didampingi rekan-rekannya seperti Al- Ustadz. Ma’mol Arif yang merupakan Pimpinan Yayasan Ponpes Nurul Amien Leuwigoong Garut, Yadi Rokib Jabar, serta Bidan Cibatu, Neng Rika yang merupakan bagian dari tim medis untuk gelaran pengobatan gratis.

“Mungkin karena banyak jamaah yang datang dari jauh. Tim kesehatan kita cukup sibuk juga melayani kesehan para jamaah,” tutur, Hj Siti, seraya melempar senyumannya.

Hj. Siti menyebutkan, pada kesempatan ini iah hadir sekaligus mewakili sesepuh Partai Demokrat (SBY) Karena kesibukannya, tidak sempat memenuhi undangan ini.

“Ya, karena kesibukannya beliau (SBY/ red) berhalangan hadir di acara Idul Khotimi Tharikot Tijaniyah. Untuk itu, sebagai kader Partai Demokrat saya mewakili beliau,” ungkapnya.

Melalui pertemuan bersama Jamaah Tijaniyah ini, ia berharap seluruh umat Islam dapat bersatupadu bahu membahu menegakkan syariat Islam.

“Islam itu Rahmatan lil alamin. Dari kegiatan istighosah ini, diharapkan seluruh masyarakat terutama yang hadir di sini dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Juga dapat meningkatkan keimanan dan ke-Isalaman kepada Allah SWT.” Tandasnya.

Sementara itu, KH. Fahim dari Zawiyah Tharikot Tijaniah Samarang, Kabupaten Garut, mengaku bangga dan berterimakasih kepada Hj. Siti Mufattahah, yang selalu menyempatkan hadir dalam gelaran acara ini .

”Bangga tentunya. Saya juga ucapan terima kasih kepada Ibu (Hj. Sitti Mufattahah) yang peduli dan membantu masyarakat, juga kalangan pesantren yang ada di Garut,” ucap Kiyai Fahim.

Kiyai Fahim menyebutkan, bahwa gelaran Idul Khotomi Tharikot Tijaniyah kali ini merupakan pelaksanaan tingkat Nasional. Sementara itu, acara seperti ini merupakan agenda tahunan, acara yang sama sebelumnya digelar di kota Madura.

Alhamdulillah, ini merupakan agenda tahunan. Dan gari ini digelar untuk tingkat nasional. Khusus di Garut, Jamaah Tharikot Tijaniyah ini tersebar hampir di seluruh kecamatan .” Tandasnya.

Salah seorang perwakilan dari Pondok Pesantren Al-Amien, Madura, KH. DR Ahmad Fauzi Tijani mengatakan, Idul Khotimi adalah sebuah momen dimana saat itu telah diangakat sebagai wali terakhir, yaitu Seikh Ahmad Tijani. “Oleh karenanya, seluruh Umat Islam yang memegang teguh Tharikot Tijaniyah selalu memperingatinya.” Ungkapnya. (TAF DK).***