Siswi Mabuk dalam Video, MUI Garut : Pergaulan Remaja Sudah Kelewatan

TAROGONG, (GE).- Beredarnya video siswi mabuk di dunia maya mendapat perhatian serius MUI Garut. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut KH Sirojul Munir, menilai pergaulan di kalangan remaja saat ini sudah kelewat batas. Ia mengatakan adanya siswi mabuk menunjukan perbuatan menyimpang saat ini sudah tidak terbendung.

“Kami prihatin, hal ini menunjukan pergaulan bebas sudah tidak terkendali, meski semua pihak sudah berupaya melakukan pendekatan dan pencegahan. Apa ini tanda-tanda akhir zaman?” kata Munir.

Ia pun mendesak agar pihak berwenang melakukan tindakan. Tidak hanya membuktikan kemerosotan moral, kasus ini menunjukan bila peredaran miras di Kabupaten Garut masih terjadi.

“Faktanya ada pelajar mabuk, berarti peredaran miras di Kabupaten Garut masih marak. MUI tidak punya wewenang untuk melakukan penindakan, oleh karenanya kami mendesak agar pihak berwenang mengusut kasus ini, lacak para pelaku termasuk penjual atau pengedar miras, narkotika, dan sebagainya. Beri sanksi tegas agar menimbulkan efek jera,” paparnya, Kamis (27/10/2016).

MUI Garut, tambah Munir, juga mengimbau agar para kyai, ustadz dan ustadzah untuk ikut terjun ke lembaga pendidikan reguler seperti sekolah-sekolah hingga ke pelosok. Ia berjanji, setiap anggota MUI Garut akan ikut berpartisipasi dalam langkah tersebut.

“Saya melihat masalah pergaulan bebas sudah cukup serius. Makanya, dalam waktu dekat saya akan sampaikan persoalan ini dalam sebuah pembahasan bersama sejumlah unsur di Garut, baik itu bersama pimpinan Pemkab Garut, kepolisian, TNI, hingga ormas-ormas,” tegasnya. (Farhan SN)***

Disdik Garut Segera Telusuri Siswi Mabuk dalam Video

DISDIK, (GE).- Dunia Pendidikan Kabupaten Garut kembali tercoreng dengan ulah siswanya. Video siswi mabuk telah beredar luas di dunia maya. Bahkan hanya dalam hitungan hari ribuan pengguna youtube telah mengunjungi video tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut pun berjanji akan menelusuri video yang telah beredar di internet tersebut. Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kabupaten Garut Cecep Firmansyah, mengaku belum melihat video siswi mabuk ini.

“Kami akan coba telusuri dahulu informasi ini. Saya sendiri baru dengar ada siswi mabuk berat seperti itu,” kata Cecep di Kantor Disdik Garut, Kamis (27/10/2016).

Menurut Cecep, terjadinya kasus penyimpangan tersebut merupakan bukti dari buruknya pengaruh pergaulan di sebagian kalangan para pelajar saat ini. Ia menjelaskan, Disdik Garut dan setiap sekolah selama ini telah berupaya mengantisipasi terjadinya penyimpangan perilaku di kalangan pelajar.

“Contohnya sudah ada penambahan jam pelajaran agama untuk meningkatkan keimanan siswa di setiap sekolah, pembinaan oleh para guru, dan lain sebagainya. Namun kami mengakui, bila itu saja masih kurang karena sistem pendidikan di sekolah itu hanya untuk enam jam saja, sementara sebanyak 18 jam sisanya dihabiskan siswa di keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Terkait sanksi yang akan dijatuhkan kepada siswa, Cecep menjelaskan hal tersebut merupakan kewenangan pihak sekolah. Sanksi yang diberikan pun mesti bersifat edukatif.

“Dilihat kembali ke peraturan yang berlaku di sekolahnya. Di sekolah itu ada guru pembimbing konseling, bila ada yang melenceng tentu mesti diberi pembinaan yang bersifat edukatif dan konseling terhadap siswa,” jelasnya. (Farhan SN)***