Menyongsong Musim Mudik Lebaran, Dishub-Polres Garut Akan Razia Angkum Terkait KIR dan SIM

GARUT, (GE).- Kejadian kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang melibatkan akutan umum (angkum) di wilayah Puncak, Cianjur, Jawa Barat, belum lama ini dijadikan bahan evaluasi pihak pihak terkait. Dinas Perhubungan (Dishub) serta Kepolisian Resort Garut segera melakukan razia kendaraan angkum, khususnya bus serta angkutan barang.

“Ya, minggu ini, kita agendakan untuk menggelar razia. Lihat saja nanti, secara prinsipil sudah ada kesepakatan Dishub dengan Polres,” ujar Suherman, yang tak lain Kepala Dinas Perhubungan Suherman, saat dijumpai sejumlah awak media di Mapolres Garut, Rabu, (3/5/17).

Menjelang musim mudik lebaran 2017, serta munculnya dua kecelakaan bus yang merenggut belasan korban jiwa di daerah Puncak mendesak lembaganya untuk melakukan upaya preventif. ” Tentu kita harus menjaga, jangan sampai kejadian itu terulang,” tukasnya.

Dikatakannya, pemeriksaan akan dilakukan untuk seluruh angkum, khusunya bus antar provinsi. Pemeriksaan ini akan difokuskan untuk SIM, KIR hingga dokumen kelayakan jalan kendaraan.

“Kita juga akan periksa mobil angkutan barang, terutama armada besar seperti tronton dan sejenisnya,” tandasnya.

Kadishub Garut mengingatkan, tanggung jawab mengingatkan pengelola armada untuk sentiasa bertanggung jawab, khususnya terkait kelengkapan dokumen. Selain itu, menurutnya, masyarakat juga harus turut mengawasinya.

“Masyarakat bisa langsung menanyakan SIM, KIR kepada pengemudi angkum. Apakah masih berlaku atau belum, termasuk mengingatkan sopir agar jangan ugal-ugalan. Jika masyarakat melihat pelanggaran laporkan saja. Nanti bakal ada tim uji yang datang, kalau memang melanggar bisa langsung dibekukan,” katanya. (ER)***

 Editor: SMS.

 

Larang Siswa Bawa Kendaraan, Polres Garut akan Gelar Razia Besar-besaran

POLRES, (GE).- Jajaran Polres Garut akan bersikap tegas terhadap pelanggaran lalulintas. Menunjukkan keseriusannya, kini Satuan Lalulintas Polres Garut telah melayangkan surat larang ke sekolah agar siswanya tak membawa kendaraan ke sekolah tanpa mengantongi Surat Izin Mengendara (SIM).

Kepala Satlantas Polres Garut, AKP. Ardi Wibowo mengatakan saat ini pihaknya sudah melayangkan surat kepada pihak sekolah. Saat ini juga, Dikyasa Polres Garut tengah gencar memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar siswa yang tidak memiliki SIM dilarang membawa kendaraan ke sekolah.

“Dengan undang-undang tentang lalulintas, mereka yang belum memiliki SIM tidak diperkienankan untuk menggunakan kendaraan bermotor. Selain itu juga ada hal lain yang ingin kita tekan yaitu terkait angka kecelakaan lalulintas,” ujarnya, Kamis (18/8/2016).

Ardi menyebutkan selama ini angka kecelakaan lalulintas di Garut tergolong tinggi, dan yang paling banyak terlibat pada kecelakaan tersebut adalah ada usia sekolah. Dengan pihaknya mengeluarkan larangan bagi siswa yang belum memiliki SIM menggunakan kendaraan bermotor, ia berharap agar angka kecelakaan lalu lintas di Garut bisa ditekan ke angka yang lebih kecil.

“Diakui atau tidak, saat ini sangat banyak siswa yang tidak memiliki SIM, baik itu pelajar SD, SMP, bahkan juga SMA yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan empat. Kita sangat prihatin karena apa yang mereka lakukan itu bisa mencelakai mereka sendiri, apalagi secara psikologis mereka labil sehingga bisa meningkatkan resiko kecelakaan,” katanya.

Saat ini, lanjut Ardi, ia baru bisa melayangkan surat ke sekolah-sekolah yang ada di Garut untuk melarang siswa yang tidak memiliki SIM menggunakan kendaraan bermotor. Ia mengaku tidak memiliki dasar lain untuk bisa melarang sepenuhnya penggunakan kendaraan bermotor ke sekolah karena hal tersebut berada di ranah pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan.

“Memang ada wilayah lain yang melarang sepenuhnya siswa menggunakan kendaraan bermotor, seperti di Purwakarta. Dan itu sepengetahuan saya aturan tersebut dikeluarkan oleh pemerintah setempat melalui Bupatinya, bukan dari pihak Kepolisian, tapi pihak kepolisian tentu akan bersinergi dengan pemerintah,” ucapnya.

Adapun dalam prosesnya sendiri, nantinya setelah surat dilayangkan ke sekolah pihaknya akan melakukan razia secara berkala ke sekolah untuk memeriksa siswa yang membawa kendaraan bermotor. Selain itu, di jalan raya pun anggotanya akan memeriksa siswa yang menggunakan kendaraan bermotor.

Ie berharap agar orang tua bisa ikut berkontribusi menjadikan anaknya taat dalam berlalulintas dengan tidak membiarkan mengunakan kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM. Apa yang dilakukan anggota di lapangan, menurutnya tidak akan berdampak banyak jika orang tua cuek dan tutup mata dan telinga menyikapi hal tersebut. Farhan SN***