Hj. Siti Mufattahah Tinjau Langsung Pembangunan Masjid di Cianten Selaawi

SEOLAH tak kenal lelah, Anggota DPR RI Partai Demokrat Hj. Siti Mufattahah PSi,  MBA., terus intens melakukan kunjungan dan bersilaturahmi dengan warga Garut. Yang terbaru, Hj. Siti menemui jamaah masjid  di Kampung Cianten, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Bagi Hj. Siti Mufattahah, berbagai kunjungan yang dilakukannya di sejumlah tempat di daerah pemilihannya ini merupakan bagian dari pengabdiannya kepada amsyarakat.  Seperti diketahui politisi Partai Demokrat ini merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Garut dan Kabupaten/ Kota Tasikmalaya.

Menurutnya,  bila tidak turun langsung bersentuhan dengan warganya bagaimana mungkin dapat mengetahui kondisi dan aspirasi rakyatnya. Sedangkan ia adalah wakil mereka di parlemen. Untuk itulah, ia berupaya untuk bisa mengunjungi dapilnya satu persatu, termasuk  menemui Cianten Selaawi.

Rombongan Hj. Siti Mufatahah sendiri tiba di kawasan Kampung Cianten sekira pukul 16.00 WIB dengan didampingi  Tim BSM.  Hj. Siti menyampaikan rasa syukurnya bisa meninjau langsung pembangunan masjid Cianten di Selaawi.

Sementara itu, Dian, salah seorang warga Cianten mengaku seang bisa bersua dengan salah seorang wakil rakyat yang dikenal peduli dan ramah terhadap warga Garut. “Alhamdulillah,  akhirnya kami bisa bertemu dengan Ibu Hajjah (Siti Mufattahah) kebetulan  warga tengah membangun mesjid,” ungkapnya.

Ungkapan senada disampaikan Farhan, yang juga warga Cianten. Dirnya menyampaikan terima kasih secara khsusus kepada Hj. Siti Mufattahah yang telah berkenan mengunjungi Kampung Cianten.

“Memang kami sudah lama menanti kunjungan ibu (Hj. Siti Mufattah). Namun baru kali ini bisa terelaisasi. Kami memaklumi, karena mungkin padatnya agenda beliau.  Atas doa dan materi yang disampaikan untuk terselesaikannya pembangunan masjid Cianten dari ibu, kami haturkan teimakasih. Semoga ibu Hj. Siti Mufattahah senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan serta rizki yang barokah. Dan dapat mengemban amanah kembali sebagai wakil rakyat di  DPR RI,” ungkapnya.  (TAF Senopati/ Adv.) ***

Bupati Resmikan Desa Samida sebagai Desa Wisata

GARUT,(GE).- Seperti kita ketahui bahwa potensi desa wisata yang ada di Kabupaten Garut tidak kalah menariknya dengan desa wisata yang ada di kabupaten lain. Desa Wisata Samida, yang terletak di Kampung Cipayung, Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, adalah kawasan yang tergolong eksotik dengan panorama alam desanya yang asri.

Salah satu sudut pemadangan alam nan eksotis di kawasan Desa Samida, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.***

Kehidupan masyarakat pedesaan yang masih mengutamankan ramah tamah dan gotong royong, tempat peristirahatan (home stay) yang diapit oleh pegunungan dan hutan kayu yang hijau melengkapi keindahan salah satu kawasan utara Garut ini.

Dengan adanya desa wisata ini, diharapkan menjadi daya tarik untuk wisatawan sehingga betah berlama-lama menikmati nuansa alam desa yang asri, berbaur langsung dengan masyarakat yang ramah, serta budaya gotong royongnya yang masih kental.

Melihat akan potensi desa tersebut, maka Bupati Garut H.Rudy Gunawan secara simbolis meresmikan potensi Desa Samida, menjadi Desa Wisata, Rabu(13/9/2017).

Hadir dalam acara peresmian tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, Camat Selaawi, Ridwan Effendi beserta jajaran muspika serta tokoh agama, pemuda dan masyarakat Desa Samida.

Dalam sambutannya, Rudi mengatakan, Garut merupakan kota yang sungguh luar biasa indahnya. Dengan segala potensi yang ada diharapkan ada kekompakan dalam penataan antara steak holder yang ada, sehingga tujuan nasional untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara bisa tercapai.

“ Kabupaten Garut akan mendapatkan penghargaan dari kementrian keuangan sebagai kabupaten dengan pengelolaan keuangan terbaik. Garut sebagai ‘anak ajaib’ dikarenakan baru pertama kali sejak Kabupaten Garut berdiri,  laju pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,8 melebihi provinsi yang hanya 5,6. Promosi tempat wisata sangat penting. Terlepas dari benar atau tidaknya promosi tersebut, harus bisa menarik wisatawan agar datang ketempat wisata yang dipromosikan,”  katanya.

Pada kesempatan lain, Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, mengatakan untuk menarik wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Samida,  kedepannya akan dibangun tempat atraktif seperti perkemahan alam dan rumah bambu sehingga Samida bisa menjadi desa wisata unggulan yang ada di Kabupaten Garut. (Dedi Sofwan)***

Paguron Pencak Silat di Selaawi Ciptakan Jurus Bambu Runcing

GARUT, (GE).- Para jawara silat yang berasal dari beberapa perguruan pencak silat di kawasan Kecamatan Selaawi, baru-baru ini ciptakan jurus khas. Jurus tersebut dinamai “Jurus Bambu Runcing.” Sesuai dengan namanya, peragaan jurus ini menggunakan senjata terbuat dari bambu.

Salah seorang ketua perguruan silat di Selaawi, Utang Sujana mengatakan, silat bambu runcing ini mempunyai 7 tahapan jurus inti. Semua jurus ini bisa terbentuk menjadi gerakan silat yang khas. Sedangkan pencipta dari jurus bambu runcing adalah semua perguruan yang ada di Selaawi, yang menyumbangkan gerakan silat dirangkai menjadi jurus-jurus yang unik dan khas.

Sementara itu, Camat Selaawi, Ridwan Effendi menuturkan, nantinya setiap gerakan jurus bambu runcing harus bisa dikuasai dengan baik oleh semua anggota perguruan silat yang ada di Selaawi.

” Sehingga para jawara silat yang berasal dari Kecamatan Selaawi ini mempunyai jurus silat unik. Selain itu, semua ini merupakan salah satu upaya dalam mengikat tali silaturahmi diantara paguron silat. Mengenai 7 jurus yang ada di dalamnya, itu sesuai dengan jumlah desa yang ada di Selaawi sendiri,” jelasnya, Senin, (11/8/17).

Dijelaskannya, jurus silat bambu runcing akan ditampilkan dalam acara-acara yang berlangsung di kecamatan. Apalagi kalau ada acara yang melibatkan tamu undangan dari luar daerah. ” Sehingga warga Selaawi bisa mempunyai kebanggaan sendiri atas kreatifitas tinggi dalam segala hal positif. Termasuk mempunyai jurus silat bambu runcing yang khas Selaawi,” pungkasnya. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

SMKN Vlll Garut Siap Sukseskan Program PJJ

GARUT, (GE).- Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) Vlll Garut, saat ini tengah mempersiapkan realisasi program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Program yang tujuannya untuk meningkatkan tarap pendidikan dan memperluas keterjangkauan pendidikan bagi masyarakat tersebut, akan mulai di laksanakan di tahun ajaran 2017-2018.

Secara tekhnis, pola belajar mengajar PJJ ini, memang sedikit berbeda bila dibandingkan dengan sistem yang diterapkan dalam sekolah reguler. Tetapi itu semua hanya pola belajar mengajarnya saja yang agak berbeda. Secara umum, isi dari pelajarannya masih sama seperti yang diajarkan di sekolah reguler.

Menurut kepala sekolah SMKN Vlll Garut, Hendri Wiradinata, program Pendidikan Jarak Jauh ini merupakan program baru yang digulirkan oleh pihak provinsi. Di Kabupaten Garut sendiri, program PJJ ini akan dilaksanakan oleh 14 SMK Negri, termasuk SMKN Vlll Garut, yang berlokasi di Desa Pelitaasih, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Selama ini Hendri dikenal sebagai salah seorang kepala sekolah di Garut yang cakap berbahasa Inggris. Menurut Hendri, data calon peserta didik PJJ di SMKN Vlll akan diketahui setelah pihak sekolah melakukan pendataan langsung ke masyarakat.

“Oleh karena itu, keterlibatan pihak pemerintah desa pun sangat diperlukan. Semua itu merupakan salah satu hal baik bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan belajar. Kami berharap masyarakat bisa mendukung program ini, agar berjalan dengan lancar,” tuturnya, Selasa (18/07/2017).

Sementara itu, Kepala program tekhnik komputer dan jaringan SMKN Vlll Garut, Uden Hasan Jalaludin, mangatakan, setelah nanti mendapatkan data peserta didik PJJ. Peserta didiknya diutamakan anak yang putus sekolah tingkat SMA dan yang sekolah sampai tingkat SMP, langkah selanjutnya ialah membentuk kelompok belajar.

“Tetapi,sasaran peserta didik yang bisa mengikuti program PJJ ini, dibatasi usia. Batas maksimal usia yang boleh ikut ialah warga yang masih berumur 21 tahun ke bawah. Yang usianya diatas 21 tahun di sarankan mengikuti program kejar paket C saja. Khusus untuk SMKN Vlll Garut, wilayah sasaran peserta didik meliputi 2 kecamatan. Diantanranya Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut dan Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang,” urainya.

Dijelaskannya, untuk setiap sekolah yang ditunjuk menyelenggarakan PJJ, diberikan kuota peserta didik, sebanyak 30 orang per satu kelompok belajar. Satu sekolah induk, boleh membentuk 5 kelompok belajar.

“Waktu kegiatan belajar siswa-siswi program PJJ itu minimal satu bulan sekali. Maksimalnya 1 minggu sekali. Tetapi, materi pembelajaran akan selalu diberikan setiap hari melalui fasilitas internet,” ungkapnya.

Dikatakannya, rencananya untuk setiap kelompoknya akan diberikan 5 laptop dan jika anggarannya mencukupi, siswa-siswi PJJ ini akan dilengkapi smartphone. Sementara itu, peserta kelompok belajar yang sudah memilih jurusan yang di tawarkan oleh pihak sekolah induk.

“Dan akan mendapat bimbingan dari tutor yang didatangkan dari sekolah induk. Selain tutor materi pelajaran, merekapun akan melakukan belajar praktek langsung sesuai jurusan,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk tutor kerja praktek, pihak sekolah akan mendata beberapa tempat bengkel yang ada di sekitar wilayah kecamatan. Kemudian para tutor juga akan mendapatkan honorarium.

“Yang tak kalah penting, semua calon peserta didik yang akan ikut dalam program PJJ, tidak dipungut biaya apapun,” ujar Uden. (Useu G Ramdani)***

Ribuan Crosser Picu Adrenalin, Jajal Tanjakan “Jamibojem Leuweung Oko”

GARUT, (GE).- Tidak kurang dari seribuan crosser dari berbagai kelas menjajal jalur ekstim di kawasan utara kabupaten Garut. Salah satu kawasan yang terkenal menantang para rider ini adalah lintasan jalur Hutan Oko, warga sekitar menyebut jalur ini dengan “Tanjakan Jamibojem Leuweung Oko.”

Bagi para penikmat olahraga ekstrim, Tanjakan Jamibojem Leuweung Oko ini merupakan trek favorit untuk memacu tungganngan kuda besinya. Selain trek yang cukup menyulitkan untuk dilalui, kawasan ini juga dikenal dengan keasrian alamnya nan eksotis. Tak heran, Tanjakan Jamibojem Leuweung Oko selalu difavoritkan para crosser.

Saal melintas tanjakan ini, dari seribuan crosser hampir semuanya kesulitan melintasi tanjakan ini. Bahkan, untuk bisa menaiki tanjakan ini, para corosser harus dibantu warga di sekitar lokasi.

Tanjakan Jamibojem adalah satu trek paling menantang  yang di ada Leuweung Oko yang dibuat khusus oleh panitia untuk jalur motocross. Walaupun baru pertama kali dibuat jalur cross, trek Leuweung Oko yang berlokasi di Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut rupanya cukup memikat para peserta.

Salah seorang crosser perempuan asal Malangbong, Iriana Intan Cahyani, mengaku sangat kagum dengan jalur cross Hutan Oko ini. Dibalik pemandangan alamnya yang indah, ternyata di tempat ini mempunyai trek cross yang cukup berat.

“ Selain alamnya yang indah, treknya juga cukup menantang. Dan ini sangat mengasyikan untuk memicu adrenalinm,” kata Intan, yang saat melintasi tanjakan inmi harus dibantu warga. Sabtu (15/07/2017).

Dengan adanya jalur menantang yang di miliki hutan oko, membuat para pecinta cross adventure ketagihan. Iriana dan peserta lainnya, berniat ingin kembali menjajal jalur ini. Merekapun berharap agar jalur cross adventure hutan oko lebih dikembangkan lagi.

Sementara itu, Nur Muhamad (27), salah seorang warga yang terlibat menjadi panitia lokal, menyebut Hutan Oko sangatlah cocok jika dibuat jalur cross country. Selain banyak tanjakan yang justru menjadi surga para crosser, Hutan Oko juga menyajikan pemandangan alam serta udara alam hutan yang segar.

Setelah melakukan istirahat pascaberjuang menaklukan Tanjakan Jamibojem, ribuan peserta kembali melakukan perjalanan adventure nya menuju titik finish di Alun-alun Limbangan Garut. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

Ketua Gatra: Bupati Garut Jangan Macam-macam Soal Kawasan Industri

GARUT, (GE).- Wacana ekspansi kawasan industri di kawasan Garut Utara mendapat penolakan dari Forum Masyarakat Garut Utara (Gatra). Gatra beranggapan rencana Bupati Garut, Rudy Gunawan yang menetapkan empat kawasan industri di kawasan Garut Utara hanya akan merusak tatanan. Oleh sebab itu, Bupati harus menunggu hasil keputusan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebelum mendeklarasikan akan membangun kawsan industri.

“Saya dengan tegas menolak industrialisasi kawasan Garut Utara. Lebih baik bupati bersabar. Jangan macam-macam dengan industrialisasi kawasan produktif,” ujar Ketua Forum Gatra, H. Rd. Holil Akhsan kepada “GE”, Jumat (19/5/2017).

Secara prinsif, Holil Akhsan, menyambut baik terkait membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya di Garut. Namun menurutnya, jangan sampai mengorbankan kawasan strategis yang menjadi perlintasan nasional.

Holil menyarankan, di kawasan seperti Limbangan, Cibatu, Leles dan Selaawi lebih baik dikembangkan kawasan wisata atau perdagangan. Nantinya, perekonomian warga sekitar akan ikut terangkat. Jangan sampai karena ada masukan ke kantong bupati jadi memaksakan kawasan industri.

“Garut ini kaya dengan potensi alam. Sebenarnya bisa dioptimalkan untuk kawasan wisata. Jangan ikut-ikutan ke daerah lain,” paparnya.

Apa lagi, kata Holil, belum lama lagi ke Garut akan ada “exit” Tol. Tentunya hal ini harus dimanfaatkan untuk mendongkrak perekonomian masayarakat setempat. Jangan sampai peluang ini malah dinikmati pengusaha pabrik.

Jika berbicara terkait penyerapan tenaga kerja di Garut, seharusnya dari sekarang bupati sudah berhitung, berapa tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pabrik yang akan berinvestasi di Garut. Selain itu, kriterianya juga harus sejak dini dipersiapkan. Jangan sampai, setelah pabrik berdiri malah tenaga kerja dari daerah lain yang dipekerjakan. Sementara putra daerahnya malah sulit masuk.

Holil mengaku, akan mendukung terkait pembangunan kawasan industri ini dilokalisir di satu tempat. Hal tersebut diyakininya akan menjadi solusi kesemrawutan tata ruang. Jika pabrik-pabrik di dirikan di empat kecamatan tentunya akan semrawut. Oleh sebab itu perlu dilokalisir di satu tempat yang terpencil.

“Jangan mendirikan pabrik di tempat strategis dong. Nantinya akan menjadi masalah baru. Coba lihat sekarang di Leles, setiap hari pasti macet karena ada pabrik sepatu di sana,” ungkapnya.

Selain itu, jika kawasan industri dipaksakan dibangun di empat kecamatan tadi, tentunya akan merusak tata ruang di sana. Apa lagi, usulan Kabupaten Garut Utara saat ini sudah mulai matang. “Jika kawasannya sudah habis oleh pabrik tentunya akan merusak wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Garut Utara,” pungkas Holil. (Farhan SN)***

Rumah Pengepul Sarang Burung di Selaawi Terbakar, Haji Endang Tekor Rp 200 Juta

GARUT, (GE). – Kebakaran melanda satu unit rumah warga di Kampung Cijambu RT 01/RW 09, Desa Selaawi, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut. Dari informasi yang dihimpun ‘Tim GE’ , kejadian diduga akibat ledakan tabung gas penyemprot cat di rumah milik seorang pengepul sangkar burung.

“Kebakaran sekitar pukul 08.30 WIB, di rumah Haji Endang (33). Katanya akibat tabung gas penyemprot cat di dalam rumah meledak,” tutur Hermawan (32) warga setempat yang juga pengrajin sangkar burung, Rabu (8/2/ 2017).

Dikatakannya, kobaran api berlangsung selama hampir satu jam lebih. Sejumlah bagian rumah ambruk rata dengan tanah. “Masyarakat dibantu aparat pemerintah setempat memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Selaawi, Ridwan Efendi, mengatakan, akibat kerugian ini ditaksir mencapai Rp 200 jutaan. Taksiran kerugian tersebut didasarkan dari robohnya tempat tinggal, harta benda dan barang-barang yang sebagian besar berupa sangkar burung.

“Akibat musibah ini, kerugiannya ditaksir Rp 200 jutaan. Tidak ada korban dalam peristiwa itu. Situasi kondusif setelah api berhasil dipadamkan,” tandasnya.  (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Selaawi Tantang Tarogong Kaler di Partai Grand Final Sepak Bola Porkab 2016

GARUT, (GE).- Dalam Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) cabang olahraga (cabor) sepak terjadi banyak kejutan. Tim Kecamatan Tarogong Kaler yang sebelumnya kurang diperhitungkan tampil perkasa dengan rentetan 5 kemenangan beruntun, serta sekali bermain  imbang dari 6 laga yang sudah dilakoni.

Tim asuhan mantan assisten pelatih Persiba Balikpapan, Budi Kurnia ini, sukses mengalahkan tim kuda hitam, Kecamatan Pamengpeuk dengan skor telak 5-0 tanpa balas, dalam pertandingan semifinal yang dilaksanakan di Stadion Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (28/12/2016) sore.

Gol tersebut masing-masing dicetak oleh Yadi Karunia, Sidiq Haikal, dan hattrick sang pemain andalan, Aditya “Pahabol”. Ke lima gol tersebut lebih dari cukup untuk mengantarkan Tim Tarogong Kaler untuk melenggang  ke partai final.

Alhamdulillah, kita bisa sampai ke final, semoga di final nanti, kami kembali meraih hasil yang membanggakan,” ungkap pelatih Tarkal, Budi Kurnia.

Ditambahkannya, keberhasilan tim asuhannya ini merupakan hasil dari kerja keras anak asuhnya di lapangan, serta solidnya tim official, tentunya.

“Ini semua berkat kerja keras anak-anak dilapangan, mereka bertarung tak kenal lelah. Ini juga dibantu oleh tim official yang solid. Sejak awal mereka saya bekali dengan metode latihan yang berbeda, mereka berlatih selepas shalat subuh, hampir setiap hari, dan mereka tak pernah mengeluh,” tandasnya.

Tim Tarogong Kaler ditantang tim unggulan Kecamatan Selaawi yang sebelumnya dalam semi final membungkam Tim Kecamatan Bayongbong, dual gol tanpa balas. Rencananya partai puncak cabor sepak bola ini akan digelar di SOR Merdeka Kherkoff, Sabtu (31/12/2016) siang.  (Memphis)***

Editor: Kang Cep.

SDN Cirapuhan IV Terapkan Program Shalat Dhuha Sebelum Belajar

SELAAWI, (GE).- Ada pemandangan langka di salah satu sekolah ini, selain mengajar anak didiknya dengan berbagai mata pelajaran sekolah, pengelola di SDN Cirapuhan lV, Kecamatan Selaawi juga menerapkan pendidikan agama bagi siswa siswinya, khususnya dalam hal ibadah shalat.

Setiap hari Jum’at, sebelum masuk kelas, seluruh pelajar di SDN Cirapuhan IV diwajibkan mengikuti shalat dhuha terlebih dahulu.

Sebelum prosesi shalat dhuha siswa secara berjamaah, untuk mengisi rohani dan memahami ilmu agama, para pelajar bersama para gurunya terlebih dahulu mengikuti kultum (kuliah tujuh menit).

Program shalat dhuha di SDN lV Cirapuhan berjamaah, menurut pengelola sekolah sudah berlangsung sejak 1 tahun terakhir. Adalah Pepen Supendi (50), salah seorang guru yang mengusulkan program religi ini kepada pihak sekolah.

“Program shalat dhuha berjamaan ini telah berlangsung dalam setahun terakhir. Dan Alhamdulillah, semuanya menyambut antusias,” tutur Pepen, belum lama ini.

Dikatakannya, setiap hari Jumat, pukul 7.00, seluruh siswa yang sudah melengkapi diri dengan perlengkapan ibadah berkumpul di lapangan upacara untuk mengikuti kultum dan ibadah sholat sunnah dhuha.

“Kemudian pada pukul 7.30, mereka kembali masuk kelas mengikuti pelajaran sekolah seperti biasa. Kami berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya menjalankan ibadah. Di samping itu, bisa menerapkan kebiasaan melakukan hal positif, dan nantinya bisa selalu dilakukan hingga mereka dewasa kelak,” ungkap Pepen.

Bukan hanya itu saja, kini para siswa dan guru di SDN lV Cirapuhan, mennggulirkan program infak semampunya. Dana yang terkumpul biasanya disumbangkan bagi siswa yang sedang sakit. Bahkan, belum lama ini dana infak tersebut juga sempat di sumbangkan kepada korban banjir bandang Cimanuk. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

BREAKING NEWS : Pergerakan Tanah Ancam Belasan Rumah di Desa Cirapuhan

SELAAWI, (GE).- Intensitas hujan tinggi di beberapa wilayah Kabupaten Garut, akhir akhir ini sangat rawan akan terjadinya longsor dan pergerakan tanah. Hari ini kejadian pergerakan tanah terjadi di Kampung Pasir kadu, RT 02/03, Desa Cirapuhan, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (14/10/2016).

Retakan tanah sepanjang 200 meter ini mengakibatkan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Garut dengan Sumedang. Disamping itu, belasan rumah yang tak jauh dari lokasi juga terancam. Akibat terputusnya akses jalan Kabupaten ini, otomatis aktivitas warga terganggu.

Menurut warga sekitar, kejadian pergerakan tanah ini diketahui sekira pukul 5 pagi, Jum’at (14/10/2016). Saat itu ada beberapa orang warga yang akan melintas di jalan tersebut.

“Ya, pergerakan tanah ini dikertahui sekitar pukul 5 subuh. Retakannya mencapai satu meter dengan panjang 200 meter. Dengan adanya kejadian ini kami tentunya khawatir akan mengancam rumah rumah kami,” tutur Dadang (55), warga setempat.

Diungkapkannya, kejadian pergeseran tanah di kampungnya itu bukan pertama kali terjadi. Dan kejadian yang sekarang cukup mengkhawatirkan, karena retakannya terlihat sangat lebar.

Sementara itu, Kepala Desa Cirapuhan, Nandang Supendi yang datang ke lokasi bersama jajaran Muspika Selaawi, mengatakan, selain memutuskan akses jalan, pergeseran tanah ini akan terus terjadi. Dan dikhawatirkan mengancam belasan rumah warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

“Saat ini, pihak Desa sudah menghimpun data untuk bahan pelaporan. Sedangkan tindak lanjutnya nanti akan menunggu keputusan instansi yang berwenang,” kata Kades Cirapuhan.

Hingga berita ini diturunkan, longsoran-longsoran kecil dan pergerakan tanah masih terus terjadi, walaupun masih dalam skala kecil. Akibat pergerakan tanah ini juga memutus beberapa saluran air yang mengaliri ratusan hektar lahan sawah dan merusak pipa saluran air bersih. (Useu G Ramdani)***