BREAKING NEWS: Diguyur Hujan Deras, Atap Gedung SMAN 30 Cihurip Ambruk

GARUT, (GE).- Selama hampir tiga jam lebih hujan deras mengguyur kawasan Garut Selatan. Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi ini berdampak pada ambruknya salah satu bangunan sekolah di kawasan Kecamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (4/4/17).

Salaha satu bangunan sekolah yang terkena dampak dari derasnya hujan ini adalah SMAN 30 Garut yang berlokasi di kawasan Kecamatan Cihurip. Menurut Camat Cihurip, Asep Harsono HS, S.Sos, ambruknya atap gedung SMAN 30 ini terjadi sekira pukul 15.30 WIB, setelah sebelumnya kawasan Cihurip diguyur hujan deras selama hampir tiga jam. Akibat kejadaian ini 3 lokal kelas tidak bisa digunakan kegiatan belajar.

“Ya, SMAN 30 Garut di Cihurip ambruk. Atap bangunannya kemungkinan tidak kuat menahan  beban air hujan. Kejadianya pukul 15.10 WIB. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Karena memang saat kejadain kan sore hari, di sekolah sedang sepi tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM),” ungkapnya.

Dikatakannya, jika dilihat dari konstruksi bangunan, memang gedung SMAN 30 ini masih tampak baru. Jadi belum terlalu lama dibangun.Namun karena diduga kualitas material bangunannya yang di bawah standar, sehingga atap bangunan ini tidak begitu kokoh.

“Kemungkinan karena kulaitas material bangunannya di bawah standar. Sehingga bangunan SMAN 30 ini rapuh. Padahal jika dilihat dari kondiri bangunannya memang belum lama didirikan,” jelasnya.

Asep berharap, bangunan SMAN 30 ini segera direhab oleh pihak terkait. Rencananya, untuk keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa SMAN 30 akan direlokasi ke tempat baru dengan fasilitas RKB dari provinsi.

“Mohon do’anya saja dari semua. Nanti bilamana dibangun lagi tolong pada molototan pemborongna!” tandasnya. (ER)***

Editor: Kang Cep

Siswa SDN Dunguswiru 2 : Pak Presiden Kami Minta Ruang Belajar

LIMBANGAN, (GE).- Pasca ambruknya ruang kelas di SDN Dunguswiru 2, kegiatan belajar mengajar semakin terganggu. Pasalnya satu ruang kelas harus digunakan untuk dua rombongan pelajar.

Hingga tak ayal, para siswa pun mengeluhkan kondisi tersebut. Bahkan siswa berharap presiden bisa turun tangan untuk membangunkan ruang kelas baru.

Farizal (9 tahun) yang merupakan murid kelas IV SDN Dunguswiru II, berharap agar sekolahnya itu segera bisa mendapat bantuan rehab. Agar ia dan teman-temannya bisa merasa aman saat sedang belajar di dalam kelas.

Farizal mengisahkan, selain suka bocor karena atap kelasnya sudah pada bolong, jika musim hujan seperti sekarang ini, pastinya akan merasa was-was dan khawatir tiba-tiba atap ambruk dan mencelakainya.

Dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, murid-murid SDN Dunguswiru II membentangkan karton yang bertuliskan permohonan langsung kepada Presiden Republik Indonesia dan jga Mentri pendidikan, agar memperhatikan nasib mereka, dengan memberikan bantuan pembangunan ruang kelas yang baru. (Useu G Ramdhani)***