Harga Sejumlah Komoditas Sayuran Alami Kenaikan, Cabe cabean Harganya Mencapai Rp 50 Ribu Per Kilogram

CIAWITALI, (GE).- Minimnya pasokan komoditas sayuran di beberapa pasar berimbas pada kenaikan harga yang signifikan. Kondisi ini dikeluhkan beberapa pedagang di Pasar Guntur Ciawitali, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Dari pantauan Tim GE, dalam dua pekan terakhir di beberapa pasar tradisional Garut, lonjakan harga sayuran mencapai lebih dari 100 persen.

“Ya, saat ini harga sayuran memang cukup tinggi, kenaikan yang sangat drastis dari biasanya. Salah satu penyebabnya minim pasokan dan cuaca,” tutur Asep, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Ciawitali, Selasa (8/11/2016).

Dikatakannya, jenis sayuran yang harganya paling tinggi adalah cabai , semisal cabai merah gepeng dan rawit. Cabai merah gepeng saat ini harganya sudah mencapai Rp 50 ribu padahal sebelumnya hanya Rp 20 ribu.

Diakatakannya, sebelumnya pasokan yang diterimanya rata-rata mencapai 50 kilogram per hari. Sudah dua minggu terakhir ini para pedagang hanya rata-rata 15-20 kilogram saja. Itupun harganya sudah naik beberapa kali lipat.

Dijelaskannya, jenis sayuran lain yang juga tingkat kenaikan harganya tinggi, diantaranya bawang merah. Sebelumnya, bawang merah hanya dibanderol Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga bawang merah sudah ada di kisaran Rp 30 ribu.

Disamping itu, sejumlah komoditas lainnya yang mengalami kenaikan diantaranya kol dan tomat. Harga kol naik dari Rp 2 ribu per kilo menjadi Rp 5 ribu, sedangkan tomat dari Rp 4 ribu menjadi Rp 9 ribu per kilo.

Sementara itu, Kepala UPTD (Plt) Pasar Guntur Ciawitali, Ahmad Wahyudin, mengatakan, kenaikan harga sayuran ini terjadi akibat berkurangnya pasokan dari petani akibat curah hujan yang tinggi.

“Memang benar, dalam dua pekan terakhir ini terjadi kenaikan harga yang dratsis untuk beberapa jenis sayuran. Cabai merah gepeng dan bawang merah merupakan yang paling tinggi kenaikannya dibandingkan jenis sayuran yang lain,” ucap Ahmad.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil pendataan pihaknya, kenaikan harga juga terjadi pada sayuran jenis cabai rawit hijau dan merah yang kini mencapai Rp 32 ribu sampai Rp 36 ribu per kilo gram. Sementara itu harga bawang putih masih terbilang stabil, dengan harga di kisaran Rp 30 ribu per kilo gram.

“Untuk harga daging ayam dan sapi saat ini juga masih stabil di kisaran Rp 38 ribu dan Rp 110 ribu per kilo gram karena pasokannya lancar. Beda dengan pasokan sayuran yang saat ini mengalami penurunan hingga 50 persenan,” ungkapnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

Idul Adha Sehari Lagi, Harga Bawang dan Cabai Meroket Hingga 300 %

CIAWITALI,(GE).- Jelang hari raya idul adha 1437 H (2016) sejumlah harga komoditi beberapa sayuran di Pasar Guntur Ciawitali, Garut, Jawa Barat, terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Bahkan, beberapa jenis sayuran melonjak harganya hingga beberapa kali lipat. Misalnya, bawang merah dan cabai-cabaian per kilogramnya mengalami kenaikan hingga 300 % .

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Wawan Nurdin, saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Guntur Ciawitali menemukan penyebab kenaikan sejumlah komoditi sayuran. Untuk komoditi sayuran seperti bawang dan cabai cabaian. Kenaikan hargaya disebabkan di tingkat petani yang diakibatkan serangan hama dan cuaca buruk yang akhrinya menurunkan jumlah pasokan ke pasaran.

“Hal tersebut berdampak terhadap panen petani menjadi berkurang. Sehingga pasokan bawang dan cabai ke pasar tradisional mengalami penurunan.” Kata Wawan.

Dikatakannya, harga cabai merah yang tadinya hanya Rp 15.000,-, saat ini hareganya mencapai Rp 45.000,- per kilogramnnya. Harga cabai kriting sebelumnya Rp 11.000 per kilogram, jelang Idul Adha ini dibanderol Rp 50.000 per kilogramnya.

Menyikapi kenaikan harga sejumlah komoditi sayuna ini, Disperindag berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Garut untuk menanggulangi serangan hama sayuran. Selain komoditi sayuran, harga sejumlah produk sembako di Pasar Guntur Ciawitali Garut relatif stabil. (Hakim AG)***