Inovasi Berbasis IT Karya Pelajar Garut Berbuah Penghargaan Nasional

BELUM lama ini sejumlah pelajar SD dan SMP asal Garut mendapatkan penghargaan di tingkat nasional untuk karya inovatifnya yang berbasis IT (Informasi dan Teknologi). Untuk menunjukan kreasinyanya barau baru ini sejumlah pelajar mendemonstrasikan hasil karyanya di hadapan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, bbeserta jajarannya.

“Baik atas nama pribadi maupun Pemkab Garut, kita tentu mengapresiasi atas prestasi anak-anak di bidang teknologi informasi ini. Apalagi hasil karya ini telah mendapatkan penghargaan di ajang tingkat nasional,” ujar Nurdin, seusai menyaksikan kreasi yang diperagkan para siswa di Kantor Diskominfo Garut, Sabtu (4/11/2017).

Nurdin berjanji, pihaknya akan berupaya memediasi dan memfasilitasi dengan SKPD terkait agar betul-betul mendapat perhatian.

Sementara itu, diantara kemampuan dipertontonkan para siswa di hadapan Kadiskominfo adalah karya Saron Simulator yang kemudian dikembangkan menjadi Gamelan Simulator. Karya ini berhasil memenangkan INAICTA 2014 dan Merit Award APICTA Awards 2014.

Disamping itu, komunitas anak penggemar IT ini juga berhasil membuat beberapa karya inovatif lainnya. Tahun 2015, tercatat karya mereka masuk finalis INAICTA 2015. Kemudian pada tahun 2016, para pelajar kretaif ini berhasil juga membuat karya inovasi berupa Lab Komputer Mini, unutuk karya terakhir para pelajar ini diganjar penghargaan dari Satu Indonesia Awards 2016.

“Kami juga dapat informasi pada akhir Oktober 2017 anak-anak alumnus SD Negeri Regol 10 Garut ini juga berhasil memikat juri Geo Inovation Bootcam 2017 di Bogor. Yakni karya pemetaan pelajar dari keluarga miskin oleh pelajar. Hasil karya mereka berhasil menyisihkan hampir 270 kontestan termasuk mahasiswa dan pelajar,” ungkapnya.

Diejlaskannya, tim yang diberi nama Tim 17 Pemetaan ini juga telah dinobatkan sebagai 10 inovasi informasi geospasial terbaik 2017 oleh BIG. Pemberian penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan (PPN) Nasional/Kepala Badan Perencanan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro.

Sementara itu, saat dihadapan Kadiskominfo, salah seorang pembimbing Tim 17, Dewis Akbar, menyampaikan harapannya adar Diskominfo dapat memfasilitasi pertemuan dengan para kepala sekolah baik SD maupun SMP agar dapat dirintis kegiatan serupa di sekolah yang lain.

“Dengan demikian pelajar Garut yang bisa diajak berkolaborasi menghasilkan karya TIK yang bermanfaat ini akan lebih banyak lagi,” harap Dewis.

Dewis menjelaskan, sesuai permintaan Diskominfo, aplikasi yang baru saja meraih apresiasi dari BIG (Badan Informasi Geospasial) ini akan dikembangkan lebih luas agar dapat memetakan seluruh warga miskin yang bersinergi dengan program Dinas Sosial. Pihaknya juga akan mencoba bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk dapat di-overlay dengan data ibu hamil dari posyandu sehingga bisa diperoleh data ibu hamil dari keluarga kurang mampu.

“Selanjutnya data dapat menjadi rujukan pemberian prenatal care serta support nutrisi bayi guna menurunkan tingkat kematian bayi serta mencegah gizi buruk,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Relawan TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) Garut, Rikza M. Nasrulloh, menuturkan, tujuan kedatangan mereka adalah beraudiensi dengan Kepala Dinas Kominfo Garut agar mengetahui bahwa di Garut ada komunitas yang secara konsisten melakukan pendidikan TIK yang kontinu kepada anak-anak. Tak hanya itu, komunitas ini juga konsisten tiap tahun mengharumkan nama Garut di tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami sangat berharap Dinas Kominfo Garut dapat memfasilitasi upaya replikasi kegiatan serupa agar makin banyak pelajar sebaya mereka yang belajar TIK, baik dasar maupun lanjutan. Sehingga makin banyak pelajar Garut yang lebih produktif dengan TIK, khususnya belajar coding untuk membuat aplikasi”, harapnya. (Tim GE)***